Monday, 31 December 2012

Annyeong!

Don't judge a post by its title. Posting ini ditulis dengan tujuan untuk menyapa para pembaca blog yang telah aku telantarkan selama beberapa saat. Yah, mungkin aku memang bukan blogger yang baik. But, trust me, aku selalu berusaha untuk jadi yang terbaik (cie). Pertama-tama, aku mengucapkan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya aku bisa menulis posting di blog ini lagi. Aku juga berterima kasih pada orang tuaku yang telah membelikan aku laptop baru (pamer dikit nggak apa kan) juga koneksi internet yang cukup memadai. Tak lupa aku juga sangat berterima kasih kepada para pembaca yang mau membaca tulisan-tulisan di blog ini, semoga anda tidak menyesal.
Oke, sekarang kita langsung masuk ke inti pembicaraan. Sesuai tujuan, aku mau menyapa para pembaca blog. Halo para pembaca! Maafkan aku yang lama tak menulis posting. Banyak hal yang menjadi penghalang aku untuk update blog. Salah satunya adalah komputer yang terbatas. Berhubung di rumahku hanya ada satu komputer dan seorang adik laki-laki, maka dapat dipastikan aku jarang menyentuhnya. Memang pada kenyataannya aku juga jarang membutuhkan komputer. Biasanya aku hanya memakai komputer untuk mengerjakan tugas sekolah atau download lagu dan video. Untuk social networking aku pakai handphone. Jadi, praktis komputer itu 85% digunakan dan dimiliki adikku. Kalian juga bisa mengerti, kan, kalau mau nulis di blog pasti jauh lebih enak pake komputer. Selain koneksi internet lebih cepat, ngetik-nya juga lebih enak, lebih praktis, lebih besar, nggak merusak mata. Maka dari itu, karena frekuensi penggunaan komputerku yang bisa dibilang sedikit, tidak salah kalau aku jarang update. Faktor kedua tentu saja rasa malas. Sebenernya kalau dibilang sibuk sih iya, tapi sekarang kan lagi masa liburan (meski sebentar lagi selesai), jadi kesibukan is totally not an excuse. Aku memang malas (pengakuan terlarang). Para remaja yang membaca ini pasti tahu lah, gimana sih remaja jaman sekarang. Sebagian besar waktunya dihabiskan di depan handphone, laptop, ipad, tablet, komputer, dan gadget lainnya. Apalagi bagi yang punya BB (Blackberry, bukan bau badan), aku jamin sebagian besar remaja pengguna BB pasti menghabiskan waktunya setelah sekolah dan les dengan memegang BB. Sisanya, buka Twitter ato Facebook. Yah, hidup remaja jaman sekarang memang hanya berkutat dengan sekolah dan social network apps. Mau gimana lagi, berhubung aku juga remaja normal, wajar dong kalo aku juga menghabiskan waktuku dengan social networking.
Tapi setelah melewati kiamat yang katanya tanggal 21 Desember, hidupku juga berubah, hidup blog ini juga akan berubah! Since I've just got a laptop :D Yeah, seperti yang sudah aku bilang di atas, my mom's so nice. Love you mom! Jadi kalian juga harus berterima kasih sama mamaku yang udah mendukung perkembangan blog ini secara tidak langsung. Berterima kasih juga pada Tuhan yang telah mentakdirkan semua ini untukku.
Sekian dulu sapaan dari aku setelah lama hibernasi. At last, aku juga mau ngucapin Merry (late) Christmas for you and Happy New Year's Eve! God bless you all the time!

Thursday, 22 November 2012

Menempuh Kehidupan Baru

Saat membaca judul posting ini, mungkin kalian berpikir aku telah menikah. Jika ada yang berpikir seperti itu, berarti kalian belum mengenalku sama sekali. Maka dari itu, aku sarankan untuk melihat profil diriku terlebih dahulu. (...) Sudah selesai? Yak, berarti sekarang kalian semua sudah tahu kalau aku jelas-jelas belum menikah, karena aku adalah anak SMA yang normal. Benar-benar normal. Aku masih merasakan cinta monyet yang nggak jelas dan sudah cukup pusing dengan masalah remaja, nggak usah ditambahi masalah pernikahan segala. Itu tadi adalah sepenggal prolog dari aku, sekarang kita beranjak ke isi dari posting ini. Dalam tulisanku yang satu ini, aku mau mengungkapkan kehidupanku sebagai seorang murid SMA yang baru masuk. Bahasa kerennya, freshman. Let's get started!
Aku sudah pernah cerita di posting sebelumnya tentang kegalauan dan kepedihan yang kualami saat awal masuk SMA. Aku juga pernah mengungkapkan betapa beratnya menjalani perpisahan dengan teman-teman SMP yang gila itu. Sekarang ini aku sudah mulai bisa beradaptasi sih, tapi tetap aja masih agak aneh. Apalagi kalau denger kabar dari sahabatku yang di sekolah lain. Rasanya bangga, kaget, dan sedih. Silahkan bayangkan sendiri bagaimana rasanya. Di bawah ini aku akan menguraikan beberapa perubahan dari sahabat-sahabatku itu.

  • Sahabatku yang satu ini, sebut saja CR, bener-bener berubah dibanding saat SMP. Sewaktu SMP, dia termasuk yang paling selenge'an dan cuek sama yang namanya sekolah. Kalau menurutku, dia mau dapet nilai berapa pun ya udah, gak usah menyesal, toh udah terjadi. Tapi, sejak negara api menyerang, atau lebih tepatnya sejak masuk SMA, dia berubah! Pertama, dia masuk kelas AKSELERASI smansa. WOW. Itu reaksi pertamaku. Aku nggak pernah mbayangin anak sejenis dia masuk aksel. Kedua, dia ranking lima. WOW. Lagi-lagi itu reaksi-ku. Memang dia cerdas, tapi bener-bener wow aja. Soalnya dia selalu cerita kalau aksel itu tugas+ulangannya seabrek, guru-guru juga jarang ngajar, tapi dia bisa rank 5. Itu bener-bener hebat sekali. Aku sebagai temannya jadi numpang bangga (ngapain). Aku seneng kalau tahu kehidupannya sekarang, dia bisa lebih baik tanpa aku. Agak sedih memang, tapi apa salahnya? Toh dia masih ingat sama aku. Itu sudah cukup untuk membuatku senang :)
  • Yang berikutnya bernama DR. Dibanding SMP sih nggak terlalu berbeda. Perubahannya nggak se-ekstrim CR, tapi tetep aja berubah. Dia memang tetep rame, tetep koplak, tetep kecil, tetep pake kacamata, tetep perempuan. Yang berubah adalah... dia udah punya pacar. Aku nggak bereaksi wow atau apapun, biasa aja, cuma shock (alay). Dia dulu pernah ngomong kalau nggak mau pacaran, buat apa, katanya. Tapi, akhirnya dia memutuskan untuk pacaran. Walaupun aku agak nggak setuju sama keputusannya, aku nggak bisa apa-apa. Biarkan dia merasakan indahnya jatuh cinta (eaa)
  • Ketiga adalah YK. Anak ini juga nggak berubah jauh, dekat-dekat aja. Perubahannya hampir sama dengan DR, dia lagi deket sama cowok, belum pacaran sih. Sejak deket sama cowok ini, dia makin sering galau. Memang dia terkenal sebagai miss galau di kalangan sendiri, tapi galau yang ini beda, lebih nyata dan mengajak orang lain untuk ikut galau. Aku sebagai salah satu tempat curhatnya pun bingung harus ngomong apa biar dia bisa lepas dari jerat ke-galau-an. Entahlah apa yang akan terjadi nanti, I wish nothing but the best for you ;)
  • Terakhir adalah MA, anak ini juga berurusan sama cowok. Entah kenapa, berdasarkan ceritanya, aku bisa menyimpulkan kalau di sekolahnya yang sekarang banyak cowok ganteng. Maybe right maybe wrong. Dia sering cerita habis ketemu kakak ganteng, unyu, dkk. Terus dia juga lagi naksir cowok, yang menurutku sih lumayan ganteng, tapi agak freak (eh). Si cowoknya kelihatan baik dan perhatian banget, sampai-sampai si MA melayang dibuatnya. Sayangnya, menurut MA cowok ini cuma PHP alias Pemberi Harapan Palsu. Dia bertingkah laku kayak gitu ke banyak cewek. Aku sih berusaha berpikir positif dan berdoa kalau cowok itu beneran naksir MA. AMIN!
Itulah keempat orang sahabatku yang dulu masih unyu nggilani dan sekarang berubah menjadi nggak unyu. Sayang sekali. Meskipun mereka udah nggak unyu, tapi aku masih sayang sama mereka. Masih suka kangen sama mereka, masih pingin curhat-curhat sama mereka, bercanda tawa yang nggak lucu bersama, melakukan hal memalukan bersama. Intinya, really miss those moments in SMP! But life goes on, aku tahu aku nggak bisa terus-terusan bergantung pada mereka. Apapun yang terjadi, bagiku mereka adalah sahabatku. Walau banyak masalah yang kuhadapi, asal ada mereka yang mau mendengarku, itu sudah cukup. Asal mereka bahagia, aku juga bahagia. Sesederhana itu. So, my High School life, I'm ready to rock!

Thursday, 15 November 2012

Promise

This is a lyrics of my favourite song entitled 'Promise'. It's a Korean drama OST (Original Sound Track) sung by Kwon Sul Il or Urban Zakapa. I love this song very much! The lyrics is so romantic, supported by the beautiful melody. Although I don't know Korean, but somehow I feel that I can understand it. So, I will share the translation lyrics. Hope you get the romantic side! If you want to download the song, click here :) Bet this song will be in the top of your playlist! ;)


The me who sees you and makes my heart tremble
The me who sees you and smiles
Bring up my courage, I have something to say to you
Tilt your ear and listen carefully

This isn't something I can say easily
Oh Baby
The me who desires you sincerely

Oh to your sparkling eyes
To your sweet lips
I will give you the promise of my love
Believe me baby
Oh now you're holding onto my hand
If you only whisper your love to me

When you call my name
When you look into my eyes
It's like I can't see or hear anything else

This isn't something I can say easily
Oh Baby
The me who desires you sincerely

Oh to your sparkling eyes
To your sweet lips
I will give you the promise of my love
Believe me baby
Oh now you're holding onto my hand
If you only whisper your love to me

Don't hesitate anymore
Just tell me baby
If you tell me 'I love you'

Oh to your sparkling eyes
To your sweet lips
I will give you the promise of my love
Believe me baby
Oh now you're holding onto my hand
If you only whisper your love to me

(not) A Love Story

Entah kenapa tiba-tiba kepikiran untuk nulis posting ini. Ide bermula dari kenangan (baca : kejadian) selama 3 hari kemarin. Apakah yang terjadi? Ceritanya, 3 hari kemarin, mulai hari Senin sampai Rabu, tanggal 12 sampai 14 November 2012 aku menjalani LDK OSIS, atau lebih tepatnya MOS kedua. Yak, selama 3 hari itu aku disiksa lagi secara fisik dan batin, juga diuji secara mental dan emosional, serta dibahagiakan secara jasmani maupun rohani. Kalau diinget-inget lagi memang agak nyebelin sih, tapi menyenangkan juga. Tapi gara-gara inget LDK itulah, aku jadi kepikiran sama satu hal. Cinta. (eaa) Aku nggak lagi jatuh cinta, harusnya sih nggak, cuma kepikiran aja. Jangan sampai aku jatuh cinta. Jangan. Aku. nggak. mau. jatuh. cinta.
Sebenernya aku agak sedikit naksir sama satu kakak OSIS, tapi tentu bukan dia alasannya aku masuk OSIS. Aku sendiri nggak ngerti kenapa bisa naksir dia. Padahal dia gak ganteng, gak pinter, gak menonjol, intinya sih biasa banget dan bukan tipe-ku. But somehow I like him. Dan selama ini aku udah berusaha ngelupain dia karena aku gak mau suka sama dia. Kenapa? Satu, aku nggak mau dan nggak suka cinta bertepuk sebelah tangan. Sakit. Kedua, denger-denger dia lagi deket sama seorang cewek yang satu angkatan sama aku. Nyesek juga sih waktu tau hal itu, makanya aku memilih untuk mundur dan melupakannya. Tapi sekitar sebulan yang lalu, tepatnya waktu aku lagi sibuk-sibuknya tes buat masuk OSIS, aku dapet kabar yang mungkin menggembirakan. Temen si kakak OSIS itu bilang kalau dia udah nggak deket sama siapa-siapa lagi, katanya tiba-tiba si cewek ngejauhin. Kasihan juga sih sebenernya waktu denger, tapi mau nggak mau timbul secuil harapan di hati ini. Mulai lagi keinget sama dia, apalagi waktu tau dia ikut OSIS lagi. Dia juga yang membuat aku sedikit bersemangat untuk ikut LDK.
Waktu hari H LDK, ternyata aku se-bus sama dia. Emang biasa aja sih, aku juga nggak ngajak kenalan atau ngobrol-ngobrol, tapi otak ini tiba-tiba memunculkan ide kalau aku mungkin jodoh sama dia. Sayangnya aku udah bertekad nggak mau suka dia lagi. Selama LDK, nothing special happened. Aku sempat satu kelompok sama dia, walaupun cuma sebentar banget dan tetep nggak bisa kenalan. Tapi, dari pengamatanku selama LDK itu aku jadi tau sifatnya sedikit. Dan aku nggak terlalu suka sama sifatnya. Sayang sekali bung! Atau mungkin malah untung, karena bisa menjadi faktor pendukung buat aku untuk melupakan dia.
Jujur aja, sampai sekarang aku masih ragu apakah aku bener-bener suka sama dia. Aku sama sekali nggak percaya kalau aku bisa suka pada pandangan pertama. Kenapa aku ragu? Soalnya dulu waktu SMP aku juga pernah mengalami hal ini. Aku pernah tertarik pada seseorang dan aku menganggap hal itu biasa aja, bukan perasaan suka. Tapi suatu hari ada seorang temenku yang ngomong kalau aku pernah naksir dia. Apakah terlihat seperti itu? Sampai sekarang aku juga masih bingung.
Akhirnya aku memutuskan, aku nggak suka sama kakak itu. Aku nggak mau suka sama dia, selain karena agak nggak mungkin, aku juga nggak suka sifatnya. Jadi, lebih baik aku melupakan hal-hal tentang cinta yang membingungkan ini dan berkonsentrasi pada sekolah yang perlahan-lahan mulai amburadul ini. Wish me luck!

Saturday, 27 October 2012

A Little Note for You

You don't even know me, but somehow I feel like having known you so well. Everyday in my mind, there's you standing there with the camera hanging on your shoulder and that cute smile on your face. It was a very short meeting and I think you didn't even notice me. I was just another hundreds of people you met that day. Despite the fact that I also met hundreds of people in the same day, you are the only one whom I remembered clearly. Your name, your voice, your smile, it somehow stuck in my mind. You might be not the most handsome guy, but you absolutely got my attention.
Is this love? I can't be in love. I don't believe in love at the first sight actually. It just seems to be impossible for me. Loving someone cannot be that easy. But, is that important? The point is, I'm attracted to you, that's all. It may be love or not, it doesn't matter. I just want to enjoy this moment for a while, without being distracted by those complicated love things. So, may I?

Untuk Kalian Di Sana

Suasana kelas begitu ramai, namun bukan itu yang kurasakan. Walau ditemani dengan canda tawa teman-teman, entah kenapa rasa itu tak bisa hilang. Seperti ada sesuatu yang kurang. Sekarang aku sedang tertawa, tapi apa aku sungguh-sungguh tertawa? Aku tak yakin. Sejak saat itu, segala sesuatu yang kulakukan serasa palsu. Aku merasa telah menjadi artis yang sangat profesional. Berakting di depan semua orang, berpura-pura bahagia, padahal sebenarnya tidak sama sekali. Kelihatannya saja aku memiliki banyak teman, tapi sesungguhnya hanya kalian yang nyata.
Terkadang aku merenung, apakah ini baik untuk diriku? Apakah ini semacam ujian yang akan berlalu, atau sebuah kesalahan yang harus kutebus? Memang ini keputusanku sendiri, aku hanya tidak menyangka kalu perasaanku akan jadi seperti ini. Selama ini aku selalu menganggap bahwa aku adalah orang yang kuat dan tabah. Tapi baru kusadari, ternyata aku sangat rapuh tanpa kalian. Melihat kalian bahagia di sana, membuatku miris. Apakah kalian benar-benar bahagia sekarang? Tentu aku berharap kalian bisa menemukan kesenangan, meski sebagian kecil diriku berharap kalian juga seperti aku. Merasa ada yang kurang dan tidak beres.
Semua yang kujalani saat ini seperti semu. Entah kenapa aku merasa bahwa segala sesuatu yang aku punya saat ini adalah palsu, kecuali kalian. Setiap senyum yang terukir di wajahku, kurasakan hal itu ganjil. Seperti sayur tanpa garam, hambar. Senyuman itu adalah senyuman hambar yang tak berarti, karena hatiku tak sungguh-sungguh tersenyum. Setiap kali seorang teman mengajak aku pergi, aku merasa hanya dimanfaatkan. Walau memang tidak semua seperti itu. Tapi aku sudah muak akan semua kepalsuan ini! Aku muak dengan senyuman-senyuman palsu, perhatian palsu, dan teman-teman palsu! Tidak bisakah aku memperoleh sesuatu yang nyata kembali? Meskipun hanya hal sederhana?
Ingin sekali aku lari dari kehidupan, tapi itu juga mustahil. Aku sudah terlanjur jatuh terlalu dalam. Memang aku bisa keluar, namun apakah itu hal yang tepat? Jika semakin dipikirkan mungkin aku bisa gila. Berusaha untuk menjalani sesuatu yang nyata, tapi tak bisa membuang yang palsu. Mana bisa aku keluar? Ini memang konsekuensi dari segala keputusan yang telah aku buat. Biarlah aku terus hidup dalam kepalsuan sementara ini, asal kalian selalu ada di sana, memberikan sesuatu yang nyata untuk aku. Sebuah senyuman tulus, percakapan hangat, dan pelukan penuh kasih. Janganlah kalian berubah. Jadilah sesuatu yang bisa aku andalkan, tempat aku lari dari kehidupan semu. Tetaplah menjadi nyata.

Tuesday, 9 October 2012

SMA

Sore ini, akhirnya aku menulis sebuah posting baru setelah beberapa saat terlantar. Ditemani secangkir hot chocolate yang sudah nggak hot lagi, aku mulai menuliskan apa yang kupikirkan sekarang. Di sela-sela jadwalku yang super padat aku menyempatkan diri untuk minum hot chocolate sambil kerja tugas dan nulis posting, benar-benar contoh siswa teladan (don't try this at home!). Harap maklum kalau aku agak sedikit berbelit-belit dan mungkin nggak nyambung, karena jujur saja, kemampuan berpikir-ku agak berkurang kalau sudah sore gini, berhubung dari pagi pelajaran, nonton orasi, les, dll, dsb, yah bisa dibilang aku capek. (curhat dikit gak apa-apa kan?)
Oke, sekarang aku akan mulai ceritaku. Jadi, ceritanya aku sekarang udah SMA nih. Sebenernya aku agak bingung dengan istilah ini. SMA itu singkatan dari Sekolah Menengah Atas. Dan SMA merupakan jenjang lanjutan dari SMP atau Sekolah Menengah Pertama. Kalau level sebelumnya adalah Sekolah Menengah PERTAMA, kenapa jenjang berikutnya nggak Sekolah Menengah KEDUA? Yang namanya SMK pun singkatannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan, bukan Sekolah Menengah Kedua. Berikutnya, kenapa nanggung? Menengah atas itu maksudnya apa coba? Di tengah, tapi ke atas. Berdiri di tengah tapi menghadap ke atas. Atau di tengah tapi agak atas dikit? Membingungkan sekali bukan?
Memang terkadang jenjang-jenjang pendidikan ini agak tidak bisa dipikir dengan nalar. Awalnya dari SD, Sekolah Dasar, terus lanjut ke SMP, Sekolah Menengah Pertama, habis itu SMA, Sekolah Menengah Atas, akhirnya Perguruan Tinggi. Kayaknya agak nggak nyambung gitu kalau dilihat secara harafiah. Kesannya gini, kalau dibuat game, SD itu level easy, SMP itu medium, SMA itu hard, dan Perguruan Tinggi atau Universitas itu expert. Jadi buat kalian yang masih cupu dan belum berpengalaman, pasti main yang level easy dulu kan? Habis itu kalo udah agak pinter, main yang medium. Udah jadi songong dan merasa hebat, coba yang hard. Setelah mencoba sampai setengah mati, akhirnya menguasai level hard, dan coba yang expert. Kepinginnya sih dipuji kalo bisa selesai yang level expert, tapi kenyataannya banyak yang menyerah di tengah jalan atau nyoba terus sampai akhirnya menyerah juga. Tapi nggak sedikit kok yang akhirnya bisa selesai, walaupun nggak semuanya bisa menyelesaikan dengan score gemilang.
Kembali ke pembahasan SMA, bisa dibilang aku masih newbie di SMA ini. Baru 3 bulan-an. Meskipun begitu, aku udah bisa mulai ngerasain perbedaan level-nya. Kadang aku bingung, ini salah SMP-ku yang emang terlalu santai dan gampang, atau emang SMA-nya yang level-nya ketinggian? Pada level SMA ini, misi yang harus aku selesaikan jadi lebih banyak dan cukup sulit, musuh-musuh yang harus dilawan pun bertambah. Beban stress yang harus dipikul pun bertambah. Tapi, tentu kadar kesenangannya pun juga bertambah. Walau kadang-kadang masih galau kalo inget-inget jaman SMP. Yah, namanya orang pasti butuh penyesuaian kalau naik level. Aku berharap bisa segera menyesuaikan diri dengan baik dan nggak terbayang-bayang lagi sama masa SMP yang serba nikmat. Semoga aku bisa menyelesaikan seluruh misi dalam level ini dengan sukses dan bisa mengalahkan musuh-musuh yang ada dan mendapat high score (kalau bisa). Doain ya!