Showing posts with label diary. Show all posts
Showing posts with label diary. Show all posts

Thursday, 17 September 2015

University Life

Kepada Yth.
Guru-guru SMA tercinta yang berkata bahwa kuliah itu santai


KALIAN MEMBOHONGIKU!

Dihitung-hitung, sudah hampir 3 bulan aku nggak nulis di blog ini. Sibuk? Nggak juga sih. Sebenenernya aku punya banyak sekali waktu sejak selesai UN. Tapi begitulah, kapan lagi libur 3 bulan lebih? Tentu liburan tersebut harus dimanfaatkan semaksimal mungkin (baca : malas-malasan). Jadi, setelah libur yang sangat lama namun terasa sebentar itu, aku resmi menjadi seorang MAHASISWA! Meskipun dari post sebelumnya (kalo belum baca, baca sekarang!), aku sama sekali belum siap memasuki dunia perkuliahan, akhirnya mau nggak mau aku tetep harus kuliah juga. FYI, posting ini ditulis di tengah-tengah mengerjakan tugas kuliah yang bejibun. But who cares? Karena lagi suntuk, mending curhat aja di sini ;)

Kehidupan perkuliahanku dimulai dengan ospek, hampir sama seperti universitas-universitas lain. Bedanya, karena aku masuk universitas swasta, ospek yang aku jalani jauh banget dari yang namanya dimarahin kakak angkatan, disuruh bikin name tag dengan peraturan bermacam-macam, dan tugas bikin makalah. Bisa dibilang ospek ku 100% fun. Tapi bohong. Sebenernya sih ngebosenin banget karena banyak diisi seminar-seminar. Keseruannya cuma karena kita diberi waktu lumayan banyak buat kenalan dengan temen-temen sejurusan. Untungnya, temen-temen sejurusan aku baik dan ramah-ramah. Beda banget dengan persepsiku tentang orang-orang Jakarta yang sombong dan borju (yes, aku kuliah di Jakarta, lebih tepatnya Tangerang). Setelah ospek yang agak ngebosenin tapi tetep menyenangkan, kehidupan kuliah yang sebenernya baru dimulai.

Hari pertama kuliah, ketemu dosen yang katanya killer, tapi masih belum keliatan wujud aslinya. Yang menyenangkan, jam kuliah kedua ditiadakan! *yey* Walaupun sebenernya sebel juga sih, karena bingung ada waktu nganggur 3 jam mau ngapain. Dan hari pertama pun berlalu dengan biasa-biasa saja. Tapi, keadaan "biasa-biasa saja" ini tidak berlangsung lama.
Seminggu kuliah, merasa salah jurusan. Why? PELAJARANNYA SUSAH BANGET GILA. Katanya sih ngulang SMA. Entah karena SMA-ku yang di kota kecil jadi pelajarannya ga terlalu advance ato emang otak-ku mengalami kemunduran. Selain itu, yang bikin sedih adalah, cuma jurusanku yang tiap hari masuk pagi-pulang sore. Kzl.

Padahal dulu di SMA hampir semua guru bilang, "Di SMA ini kalian memang banyak tugas dan ulangan. Tapi ini semua bekal kalian buat kuliah. Lihat aja deh, nanti waktu kuliah pasti kalian merasa santai karena sudah terbiasa sibuk sewaktu SMA." MANA BUKTINYA, PAK? BU? Tugas-tugas di SMA ga ada apa-apanya kalo dibanding tugas kuliah. Dan ini baru sebulan, gatau lagi kalo semester akhir nasibku gimana :"

Well, segitu dulu curhatku tentang dunia kuliah. But, perlu diinget, cerita di atas adalah curhatan belaka, hanya berdasar pengalaman pribadi. Bukan berarti semua universitas dan semua jurusan seperti itu. Buktinya, banyak banget kok temen-temenku yang hidupnya cuma kuliah sejam kemudian nongkrong cantik. So, don't be afraid! Kuliah bisa jadi menyenangkan kok, kalo kamu bener-bener enjoy sama jurusanmu :)

Sunday, 12 April 2015

High School Memories

Memasuki pukul 20.40 Waktu Indonesia Baper.
H-1 UN? Masa bodo.

People say high school memories are the best.
I got lots of new friends, the real and the fake ones, the crazy and abnormal ones.
Maybe I've got some enemies, who cares?
I gained new knowledge, experience, and love.
I went through happy, beautiful, and even painful moments.
But all of them are unforgettable.

I was hurt, but there are just too many joyful times to cover the difficult one.
There are no bad memories, every of them is priceless.
Are they really the best?
I don't know yet, but it definitely is one of the best memories I've ever had in my life.
If only I can rewind the time, I'd be delighted to experience high school all over again.
Unfortunately the world is never fair.
Time flies too fast and even faster when we enjoy it.

But that's what memories are for, right?

Those happy memories are to be kept to encourage us when we are sad.
Am I happy knowing that high school will end soon?
Of course not, at the moment.
But one day I believe I'll be glad knowing that at least I have the memories.

I can never be ready to say goodbye, but I have to.
Goodbye high school life,
I'm thankful that I have the chance to experience one.

This is a picture of me and my classmates with our homeroom teacher, taken on the last day of school. I will definitely miss high school :")

Saturday, 11 April 2015

Baper


Apa itu baper?
Baper adalah kepanjangan dari "bawa perasaan". Ini adalah kata yang cukup populer akhir-akhir ini. Penggunaannya hampir sama dengan kata 'galau'. Jadi bisa dibilang 'baper' adalah istilah yang lebih gaul dari 'galau'.

Baper didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang secara tidak sengaja melibatkan perasaannya untuk suatu hal yang seharusnya tidak perlu menggunakan perasaan. Misalnya, mantanmu tiba-tiba nge-like foto kamu di Instagram, terus kamu mikir kalo dia ngasih sinyal balikan. Itu namanya baper. Emang kalo udah mantan nggak boleh sekedar nge-like foto? Toh dia juga nge-like puluhan foto cewek lainnya.

Seperti yang kalian tau, tanggal 13-15 April 2015, murid-murid kelas 12 SMA (termasuk aku hiks) bakal menghadapi UN. Tapi, bukannya tegang karena ujian, kita malah sibuk baper-baperan. Semua sosmed, mulai dari Instagram, Path, BBM, Line, penuh dengan foto-foto kenangan waktu SMA dengan caption-caption galau.

Mau gak mau, aku ketularan baper juga dong. Jadi nyadar kalo bentar lagi udah lulus SMA. Harus mengalami perpisahan lagi. Sedih banget. Tambah sedih lagi kalo inget habis ini kuliah, memasuki dunia yang lebih dewasa. Nggak ada lagi namanya pake seragam, kena BPS kalo ngelanggar peraturan sekolah, ngegosipin guru, dan masih banyak lagi. Rasanya pingin ga lulus SMA aja.

But life must go on. Kita ga bisa menghentikan waktu walaupun pingin. Siapa sih yang pingin jadi orang dewasa? Semua orang yang udah tau susahnya jadi orang dewasa pasti pinginnya jadi anak kecil aja, yang ga punya beban. Tapi, mau nggak mau kita harus melalui tahap ini. Itulah hidup. So, are you ready to be an adult? Ato masih pingin baper? :')





Wednesday, 31 December 2014

Happy New Year Fellas!


What?? It's 2015 already?
Yeah, that's practically my reaction when I realized I've stepped into another new year. Then I start recalling about the past 2014. How many good memories I had compared to the bad ones. Well, I guess my 2014 is not that bad. It's definitely not the best year, but I had some memorable memories. The best part : I've got some amazing and crazy new friends, good grades, and unforgettable experiences. Sadly, I've been through hard moments when I felt useless and unwanted. But that's all happened last year.

Honestly, I'm not ready for a new year. I just feel like time flies so quickly. New year means I get older. New year means my time in high school gets shorter. I don't want to graduate yet. I think I'm not ready to step into a more-mature-world. I don't want to go to the university. Yet.
However, I can do nothing. The clocks keep ticking and there's no way to go back. Just hoping that I can do something meaningful this year, graduating from high school with pride, and living an independent life with full responsibility. Wish me luck in my adventure to the adult world! :D

So, are you ready for 2015? You better be. I hope your 2015 is full of happiness and awesomeness!

Wednesday, 13 August 2014

I miss us

Walaupun judulnya kedengaran mellow, tapi ini bukan posting galau. Sedikit galau sih, tapi yang pasti bukan galau tentang cinta dan cowok ;) Sekarang ini, seharusnya aku kerja tugas dan belajar biologi karena besok ada kuis. Berhubung tugas udah selesai dan terlanjur buka laptop, sekalian posting di blog aja. Menulis jauh lebih menarik daripada belajar, walaupun masih kalah menarik dibanding tidur dan nonton drama korea (hehe).

Okay, back to the topic, di posting ini aku mau sharing tentang perasaan kangenku sekarang. Seperti yang telah aku tulis di posting sebelumnya, aku lagi dalam masa kangen sama kelasku yang lama. Emang orang kalo udah terlanjur nyaman, pasti ogah disuruh pindah. Tapi aku bisa apa? Cuma bisa berharap kelasku yang sekarang bisa sama serunya ato bahkan lebih seru daripada kelasku yang dulu. Bagiku, kelas XI yang dulu adalah kelas terbaik. Aku belum pernah bisa akrab dengan semua temen sekelas. Meskipun kelasku yang sebelumnya juga seru, tapi aku pasti gak bisa akrab dengan semua anak kelas. Ada aja yang cuma sekedar kenal dan nyapa. Tapi, di kelas XI ini, kita rasanya udah kayak keluarga. Kita nggak membeda-bedakan temen, jadi kalo mau duduk di kelas, sama siapa aja oke. I really miss DISCOTIX!

Selain kangen sama kelas XI, tiba-tiba aku jadi keinget kelas VIII lagi. Dan kangen lagi sama temen-temen, guru-guru, dan kegiatan waktu SMP. Kangen banget bikin masalah di kelas, ngelakuin hal yang malu-maluin, dan ngerjain guru. Kangen banget yang namanya nge-band. Intinya, kangen banget sama SMP! Tapi setelah dipikir-pikir, mungkin aku cuma kangen dengan pujian yang aku terima waktu SMP. Dulu, aku ikut band dan sering lomba, aku ngerasa bahwa aku berprestasi dan bisa membanggakan sekolah. Sekarang? Gimana mau ikut lomba, ikut pengayaan aja males. Kalo di SMP, semua guru, staf TU, karyawan, sampai satpam, bahkan kepala sekolah pun kenal aku. Kalo di SMA, bisa dikenal sama guru yang ngajar kamu aja udah untung.

Mungkin dari curhatku di atas, kalian ngira aku orang yang gila hormat. Tapi siapa sih yang gak suka dihargai? Siapa yang nggak suka dipuji? Mungkin selama ini aku terlalu sering berada di 'atas', makanya jadi kaget waktu tiba-tiba harus mulai dari bawah lagi. Bahkan setelah 2 tahun lebih sekolah di SMA, aku masih belum bisa bener-bener beradaptasi dengan posisi 'tengah-tengah'. Masih suka kangen dipuji-puji dan jadi terkenal walaupun cuma di sekolah. Gimana dengan kalian? Pernah kangen dengan masa-masa SMP? Ato cuma aku aja yang cinta banget sama SMP? :")

Saturday, 26 July 2014

Tahun Ajaran Galau

Kayaknya udah lama aku nggak curhat di blog ini. Beberapa posting terakhir yang aku tulis kebanyakan berisi motivasi atau komentarku tentang sesuatu. Mungkin ada yang berpikir kalo akhirnya aku nggak galau lagi. Atau ada yang berpikir kalo aku malu curhat di blog ini. Semua itu SALAH! Aku kadang-kadang masih suka galau dan aku sama sekali nggak malu buat curhat lewat blog (bukan berarti aku gak punya malu). Maka dari itu, aku akan memulai sesi curhat.

Seperti yang kalian tahu (atau tidak), aku baru aja memulai tahun ajaran baru. Tahun ajaran baru berarti kelas baru. Kelas baru berarti temen-temen baru. Lumayan seneng sih, soalnya anak-anak di kelasku kelihatannya cukup seru dan yang pasti bukan sarang anak "freak" (muahaha). Tapi tetep sedih juga, habisnya aku nggak sekelas lagi sama temen-temen gilaku. Akibatnya, kalo istirahat pasti pergi ke kelas lain. Jalan sama anak kelas lain. Hal ini udah jadi semacam siklus tahunan. Tiap kali naik kelas, pasti aku gak sekelas sama temen deketku. Aku selalu dipaksa untuk keluar dari zona nyaman. Harus cari temen baru, males dan nyusahin banget. Ini salah satu alasan galauku, galau cari temen baru.

Hal lain yang bikin galau adalah kenyataan bahwa aku jomblo. Sebenernya aku bahagia sih jadi jomblo, tapi yang bikin sedih dan kepikiran adalah hampir semua temen deketku udah punya pacar (hiks). Bisa dibayangin, orang yang biasanya nemenin aku waktu istirahat, satu persatu hilang dibawa pacarnya. Aku bahagia mereka dapet pacar, cuma satu yang ada di pikiranku, TERUS AKU SAMA SIAPA? Kadang-kadang aku ngerasa agak forever alone gitu, mendambakan seorang pacar (ciye). Tapi di sisi lain, aku males pacaran juga. Hari-hari ku pun diwarnai dengan kegalauan 'gak-pingin-jomblo-tapi-gak-mau-pacaran'.

Aku cuma bisa berharap bisa segera keluar dari jeratan galau ini. Habisnya sekarang aku udah kelas 12, udah memasuki masa awal stress berkepanjangan akibat ujian. Udah cukup stress gara-gara pelajaran, gak perlu ditambah galau-galauan lagi. Semoga aku bisa menemukan teman baru yang sama-sama jomblo :D

Sekian dulu curhatku kali ini. Ini galauku, mana galaumu? ;)

Sunday, 8 June 2014

MAPOTIg (Most Annoying People On The Instagram)

Kalian pasti punya Instagram kan? Kalo gak punya, berarti kalian kurang gaul. Semua anak gaul pasti punya Instagram, termasuk yang nulis (huahaha). Jadi maaf untuk semua anak kurang gaul yang baca posting ini, kalo kalian kurang mengerti inti dari tulisan ini. Tapi aku akan berusaha membuat kalian keluar dari jurang ke-tidak-gaulan. Aku harap setelah membaca posting ini kalian segera mendownload Instagram. (amin)
Setelah beberapa tahun menggeluti dunia Instagram, ada beberapa hal yang bagiku super annoying. Di posting kali ini aku akan membahas beberapa jenis orang yang nyebelin di Instagram ato biasa disebut MAPOTIg (Most Annoying People On The Instagram).

1. Online shop yang account-nya di-private
Gimana gak sebel coba? Namanya orang jualan, berarti para calon pembeli harus tahu barangnya kan? Terus kenapa accountnya di- private? Emang kalian kira para calon pembeli bisa tahu barang yang kalian jual itu menarik ato gak cuma dari bio dan avatar kalian? Ato kalian takut gak ada yang follow? Kalian ini mau jualan ato mau nyari follower?
So, buat para pemilik online shop, pikir baik-baik. Gak usah private account Instagram kalian. It really lets us down. Kalian harus percaya diri dengan barang dagangan kalian. Kalo barang dagangan kalian menarik, pasti follower dateng dengan sendirinya. Gak usah jual mahal.

2. Shout out for shout out (sfs)
"Go follow @bajumurrahh! menjual baju-baju ter up to date impor langsung dari Korea! harganya juga murah guys. tunggu apa lagi? follow @bajumurrahh biar gak kudet!"
Kenal kalimat-kalimat kayak gitu? Ato mungkin udah muak baca kalimat sejenis itu? Aku juga. Super duper annoying. Tiap buka home, pasti isinya posting sfs semua. Udah gitu kalo sfs gak adat, bisa tiap menit 1. Para pemilik online shop, aku follow account kalian karena aku tertarik sama barang yang kalian jual, bukan buat cari informasi tentang online shop lain. Please, jangan sering-sering sfs! Mending banyakin posting produk kalian sendiri, biar yang beli makin banyak.

3. Jualan tapi gak ngasih harga
Sebenernya ini gak annoying banget sih, tapi tetep aja bikin sebel. Sebagai penjual yang baik, kalian para pemilik online shop harusnya minimal mencantumkan harga produk. Untuk info yang lain semacam fungsi, ukuran, warna, mungkin gak dicantumin gak apa-apa. Tapi, harga adalah sesuatu yang sangat penting. Mau beli apapun, pasti yang pertama kali di-cek adalah harga.
Ada beberapa online shop yang suruh kita buat tanya langsung ke contact person untuk tanya harga. Please, don't do that! Sebagai pembeli, kita juga punya rasa sungkan. Gak enak kan, udah tanya-tanya harga, terus gak jadi beli. Kita sungkan, kalian juga sebel. Makanya, untuk menghindari orang-yang-cuma-tanya-harga-tapi-gak-beli, cantumin harga barang yang kalian jual.

4. Gak bisa baca caption
Ada orang yang suka banget tanya. Sampe hal yang udah dikasih tahu pun ditanyain lagi. Orang-orang jenis ini biasanya ditemukan di comment online shop. Misalnya, online shop A posting gambar jam tangan. Di caption-nya udah ditulis
"Jam tangan GUESS KW super, only 120k! more information contact line : jamtangann"
Dan tebak apa yang ditanyain orang di comment?
"Harganya berapa sis?"
"Itu ori gak?"
.
.
.
Sebagai stalker, aku cuma bisa menghela napas. Rasanya pingin teriak, "Kalian gak pernah sekolah ya? Gak bisa baca? Ato gak ngerti bahasa Indonesia?!"
Please, untuk orang-orang yang khilaf seperti itu, be smart! Baca caption! Kasian kan online shop-nya udah susah-susah nulis caption tapi gak dibaca.

5. Hashtagers
Seseorang nge-post foto dia bareng temen-temennya di pantai.

Hashtag yang bener dan normal 
#me #friends #beach #sunny #summer #love
Hashtagers
#me #friends #beach #sunny #summer #love #girls #bestfriends #ig #igers #likeforlike #followforfollow #f4f #l4l #shoutout #tbt #omg #iphonesia #iphone #instagram #boys #super #beautiful #pretty #cute #sweet #throwback #omo #i #dont #know #what #hashtag #should #i #type #this #is #just #too #much 

See the difference? Hashtag itu merupakan daftar objek di foto kamu, bukan buat promosi account Instagram! Orang-orang kayak gini itu sedikit annoying dan sedikit pathetic. Kalo followers di Instagram kamu dikit, terus kenapa? Kalo orang yang like foto kamu dikit, terus kenapa? Kecuali kamu bercita-cita jadi selebgram, jumlah followers dan like itu gak ada pengaruhnya buat hidup kamu. Sadarlah!

6. The "Kim Kardashian"
Kalian semua tahu Kim Kardashian kan? Selebriti di reality show "Keeping Up with The Kardashian". Masih gak tahu? Cari sendiri di google. Si Kim Kardashian ini terkenal banget karena dadanya yang besar sifatnya yang suka pamer banget. Kalo baju udah dipake sekali, gak bakal dipake lagi. Dia juga gak level sama baju KW yang belinya di Mangga Dua, minimal Channel lah. Intinya, Kim Kardashian itu orang kaya yang nyebelin. Bikin orang-orang yang gak sekaya dia jadi minder, ngiler, ... Kenapa jadi bahas Kim Kardashian?

Di Instagram, ada juga orang yang sejenis Kim Kardashian. Kebanyakan sih cewek fashionista gitu, tapi cowok juga ada. Biasanya orang-orang jenis ini emang orang yang kaya banget. Jenis foto yang biasanya di-post sama orang-orang ini adalah :
- foto lagi nginep di hotel bintang 5
- foto liburan di luar negeri
- foto sepatu yang harganya di atas 1 juta
- foto tas yang harganya di atas 1 juta
- foto smartphone terbaru dan termahal
- foto perhiasan
- foto makanan di restoran yang harga makanannya di atas 100rb semua
- foto barang dan makanan mahal lainnya
Sebagai orang biasa, tentu aku ngerasa minder dan iri banget sama kehidupan mereka. Enak banget bisa belanja tanpa harus mikirin uang. Beda sama aku yang cuma bisa beli baju sekelas Mangga Dua. Orang-orang sejenis ini yang bikin generasi kita jadi super boros. Di otak kita udah nempel gaya hidup kelas atas. Kalo makanan gak dihias dengan indah, berarti itu bukan makanan. Kalo tas merk-nya bukan Gucci, jangan dibawa jalan-jalan ke mall. That's why, para Kim Kardashian KW, gak usah mengumbar-umbar gaya hidup mewah kalian di Instagram. Mau posting sepatu baru sih gak apa-apa, tapi gak usah ditunjukin merk-nya juga. Kasihan generasi muda kita jadi teracuni otaknya oleh gaya hidup boros (cie).

Those are the 6 MAPOTIg! Kalian setuju gak? Dari posting ini, aku harap para Instagramers yang khilaf bisa segera bertobat dan memperbaiki semua kesalahannya. Semoga dengan adanya posting ini, Instagram bisa menjadi social media yang lebih merakyat dan berbudaya.



Thursday, 23 January 2014

Let Go

Have you ever experienced a situation when you can do nothing but giving up? When the person you really love has to go and you can do nothing but saying goodbye?

I am in that kind of situation right now and it really breaks my heart. I'm not talking about boyfriend or anything similar, it's my teacher. Maybe some of you wonder, why would I be sad just because of a teacher? She is not just a teacher. She teaches chemical and also my homeroom teacher. That might not seem very special to you, but she is special for me. Although I am not the closest student to her, but somehow she has a special place in my heart that even I don't know. So, why am I sad? Well, she has a cancer. Whenever I think about cancer, I just remembered my grandmother who passed away because of cancer. I don't want that to happen to my favorite teacher. However, though I've prayed every night, it seems that God has another plan. Her condition now is not well, not even better. And wishing her to get well soon sounds ridiculous. I'm not being pessimistic, I tried to be realistic. Because I know, high expectations cause so much pain. I have to accept the fact that she might not be able to teach us again. I never knew that she is so important to me, but she is. When I heard about her condition today, I cried. The only thing I can do is to let God do the rest.

Sometimes, things don't work as you plan and you have to accept that. Sometimes, the person you love the most has to leave your life. And what should you do? Begging for that person to stay? Praying to God day and night to bring them back? It's actually a very selfish action. You have to learn to let go. Remember that God have the best plan for us. We have to move on so that we can see other better opportunities waiting for us. Never cry over your ex-boyfriend. It's just the past and you should never try to go back. Once you say goodbye, it means you are ready for the next phase of your life. Why would you bring something that you've left behind along you? It just adds your burden. That's life. There's happiness and there's pain. There's a meeting and there's a goodbye. You just have to learn from the pain, say goodbye to it, move forward and never look back. I know that's hard, but the happiness you will get worth the pain. Just to ensure you, keep this quote in mind :

When you really love a person, set him free. If he returns, he will be yours forever. But if he doesn't, he never will.

Wednesday, 1 January 2014

Another New Year Resolution

Happy New Year!


Gak kerasa, tiba-tiba udah 2014. Dan seperti kebanyakan orang, ini adalah saatnya untuk membuat resolusi tahun baru yang biasanya dilupakan dan diingat kembali di tahun baru berikutnya. Tahun lalu aku juga bikin resolusi untuk 2013 yang untungnya sedikit aku ingat tapi tetap banyak yang gak dilakukan. Okay, mungkin aku akan sedikit evaluasi resolusiku tahun lalu. Ada beberapa point yang udah berhasil aku capai, antara lain :
- Lebih rajin posting di blog
- Lebih banyak temen
.
.
.
Udah itu aja.

Kalo dilihat-lihat emang gak terlalu banyak yang berubah dari aku. Atau mungkin emang cukup banyak yang berubah, tapi jadi lebih buruk (eh). Emang kalo dipikir-pikir hidupku dari tahun ke tahun nggak tambah baik, malah sebaliknya. Temenku memang lebih banyak daripada waktu SMP, jauh lebih banyak malah. Tapi entah kenapa aku malah ngerasa nggak punya temen. Maka dari itu, resolusiku untuk tahun 2014 adalah :

PERCAYA DIRI ++

Hampir sama dengan tahun lalu sih. Dan memang itu yang paling sulit aku ubah. Aku mungkin terlihat cukup percaya diri di hadapan temen-temenku, tapi sebenernya aku adalah orang yang sangat rendah diri. Aku ngerasa kalo aku nggak cukup cantik dan gaul sehingga aku cenderung agak minder di sekitar temen-temenku. Semoga tahun ini aku berhasil mencari jalan untuk keluar dari segala perasaan rendah diri itu :)

Cuma satu aja resolusinya? Ya, aku kira satu aja udah cukup, jangan rakus! Satu aja belum tentu tercapai kok mau minta banyak. Namanya resolusi itu bukan to-do-list. Resolusi itu sesuatu yang ingin kita capai demi hidup yang lebih baik (ea). Jadi buat kalian yang pingin ikut-ikutan keren bikin resolusi tahun baru, gak usah banyak-banyakan resolusi! Tapi kalian harus banyak-banyakan resolusi yang tercapai tahun depan. So, once again, Happy New Year 2014! Be Better!


Wednesday, 4 December 2013

Hello December!



Maybe it's a little bit too late, but better late than never, right?

Gak kerasa, tiba-tiba udah Desember lagi. Rasanya baru bulan lalu aku naik kelas, eh sekarang udah mau semester 2. Waktu emang gak pernah mau nunggu.
Anyway, bukan itu yang mau aku bahas. Di posting ini aku mau tanya, apa makna bulan Desember bagi kalian? Bagi sebagian orang, bulan Desember adalah bulan yang paling membahagiakan. Bulan liburan. Atau bagi orang religius, bulan Desember adalah bulan kelahiran Tuhan Yesus, bulan yang suci. Bagi orang-orang optimis, bulan Desember merupakan akhir dari sebuah tahun. Sebuah titik (bulan) di mana kita memikirkan apa yang harus kita perbaiki di tahun yang akan datang. Sebuah kesempatan baru. Dan yang gak kalah penting, bagi para pelajar, bulan Desember adalah... BULAN UJIAN. Yak.

Memang kalo di film-film Natal, kesannya bulan Desember itu ceria banget. Tapi kalian tidak paham perasaan pelajar Indonesia dan pelajar-pelajar lain yang menghadapi ujian akhir! Di saat orang lain dengan bersemangat menyiapkan parsel atau hiasan Natal, para pelajar bergumul dengan setumpuk buku dan berlembar-lembar latihan soal. Ketika kebanyakan orang memikirkan kegiatan yang akan dilakukan saat Natal, kami para pelajar memikirkan sulitnya soal ujian besok. Waktu orang-orang menghitung berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk perayaan Natal, golongan pelajar menghitung berapa jam waktu tidur yang bisa didapat. Miris sekali bukan?

Cukup berkeluh kesah. Sekarang waktunya berpikir positif! Memang sih, kita para pelajar, cenderung menderita pada awal sampai pertengahan Desember. Entah karena otak yang overload kebanyakan belajar, atau deg-degan mikirin nilai rapor. Tapi, itu semua ada hikmahnya. Lihat liburan selama kurang lebih dua minggu yang telah menanti di depan mata! Menyenangkan bukan?

Buat para pelajar yang sedang menghadapi ujian, aku ucapkan selamat begadang! Semoga dapat nilai sesuai harapan. Jangan lupa pikirkan liburan yang telah menanti! God bless you :D

Tuesday, 29 October 2013

Guilty

Apa kalian tahu arti 'guilty' dalam bahasa Indonesia? Masa nggak tahu? Buka kamus atau google translate deh.. Tapi, berhubung aku lagi baik hati, akan aku kasih tahu artinya. Guilty dalam bahasa Indonesia berarti 'bersalah'. Kurang baik apa aku ;) Oke, cukup ngelanturnya. Selain untuk menambah kosakata bahasa Inggris kalian, di posting ini aku juga (lagi-lagi) ingin curhat. Kalau kalian malas membaca curhatku, ya nggak apa-apa sih. Hitung-hitung hemat kuota internet (eh). Tapi tolong lah, dibaca aja, lumayan buat mengisi waktu yang diluang-luangkan.

Back to the topic, jadi sekarang aku lagi merasa bersalah. Bukan karena aku baru saja mencontek waktu ulangan atau membicarakan orang lain, tapi karena teman-temanku. Lho? Memang, aku merasa bersalah banget sama beberapa temanku, terutama teman-teman baik ku di SMP. Seperti di posting ku yang "In A Mess" , aku akhir-akhir ini males banget bersosialisasi. Bahkan untuk sekedar balas sms temen-temenku pun aku males kalau nggak penting-penting banget. Walaupun sebenernya sms sesingkat apapun seperti "lagi ngapain?" atau "aku kangen banget sama kamu" itu termasuk penting kalau yang mengirim adalah sahabatku, tapi aku jarang atau lebih tepatnya nggak pernah bales. Bukan berarti aku melupakan mereka, ini memang aku aja yang aneh. Aku akui itu. Mungkin kalian juga setuju, orang macam apa yang nggak membalas sms sahabatnya yang beda sekolah dan jarang banget ketemu? Kalau alasannya sibuk atau banyak ulangan sih nggak apa-apa, tapi ini alasannya nggak jelas. Aku memang aneh.

To the point aja, rasa bersalahku ini tertuju pada seorang YULI. Lagi-lagi Yuli. Sepenting apa sih anak yang bernama Yuli ini? Penting banget, bagiku. Tapi, berhubung aku ini aneh, si Yuli jadi sakit hati karena merasa telah dilupakan. Aku nggak nyangka kalau dia bakal se-ekstrim itu. Aku udah pernah cerita ke dia kalau keadaanku sekarang lagi kurang baik, tapi ternyata keadaanku-yang-lagi-kurang-baik itu malah bikin dia mikir yang nggak bener. Aku mengaku bahwa aku sangat bersalah. Aku sungguh-sungguh bersalah kepada Yuliana Kristanti, penggemar Lee Donghae yang setia dan sahabatku yang tercinta. Kamu harus tahu, Yul, aku nggak pernah dan nggak mungkin melupakanmu. Jadi, please, jangan jadi impulsif.

Buat Yuli, maaf kalau sebagai sahabat aku kerjaannya cuma bikin kamu sakit hati. Mungkin aku emang bukan sahabat yang terbaik bagi kamu, tapi kamu tetap sahabat yang terbaik buat aku :) Memang sekarang semuanya tidak berjalan seperti yang aku pikirkan dulu, kita susah banget buat ketemuan, bahkan sms-an aja susah. Tapi yang penting, kamu nggak akan mungkin terlupakan atau tergantikan. We're ELFish forever, right?

Tuesday, 15 October 2013

Be Grateful

Jujur, pada awalnya aku nulis posting ini karena gak ada kerjaan (lebih tepatnya banyak kerjaan tapi males). Posting ini murni untuk curcol semata, tapi entah kenapa otakku yang brilian ini memunculkan judul "Be Grateful". Bukan asal judul, memang inilah inti dari posting yang awalnya adalah curhatan seorang remaja SMA galau.

Ceritanya, akhir-akhir ini aku sering capek. Secara mental dan fisik. Semua ini karena satu hal. Lomba PBB. Yak. Lomba paling (gak) penting sedunia. Lomba PBB ato bahasa kerennya defile ini diadain di sekolahku buat memperingati hari raya apa gitu, pokoknya tiap taun selalu ada. Berhubung aku adalah murid baru di lingkungan sekolah ini, aku kaget. Tidak percaya. Tidak siap. Males. Karena yang namanya baris berbaris gak mungkin cuma 5 orang, berarti 1 kelas ikut. Benar sekali. Awalnya, kelasku keliatan nggak niat banget. Latian waktu jam olahraga, banyak yang gak niat. Disuruh jalan di tempat, kakinya gak 90 derajat, disuruh maju jalan, malah jalan santai. Ribet deh. Bikin emosi. Tapi entah kenapa, H-7 defile, si pemimpin menjadi bersemangat! Dia kemudian ngusulin buat 'mengeliminasi' anak yang memperlampat kemajuan alias anak yang gak niat. Jadinya, sekelas yang isinya 42, yang ikut defile cuma 32 aja. Sempet galau juga dengan keputusan ini. Ada yang bilang boleh sekelas ikut beberapa, ada yang bilang harus ikut semua, ada yang bilang harus ada surat keterangan sakit, dll, dsb. Ditambah lagi wali kelasku tercinta lagi sakit sehingga gak bisa mendampingi kita latian. Sampe kemarin, berhubung pas latian sekelas jadinya ancur, ada satu anak telpon wali kelas. Lucky! Wali kelasku ngijinin yang ikut cuma 32 (love you mam :*). Bau kemenangan pun tercium kembali (haha).

Lalu apa hubungannya dengan "Be Grateful"? Sekilas cerita tadi memang gak ada hubungannya sama sekali dengan judul posting. Tapi kalian semua SALAH! Tidakkah kalian memikirkan perasaan 10 anak yang tidak terpilih ikut defile itu? Memang ada yang dengan senang hati gak mau ikut, tapi ada juga yang niat ikut, tapi sayangnya gak kepilih. Mau gimana lagi. High school is rude. Kalo kamu gak akrab sama anak populer, jangan harap dipilih. Bukannya aku memihak, tapi emang itulah kenyataan. Untuk bisa survive di SMA, harus bisa dikenal sama anak populer. Paling nggak dikenal sama anak populer di kelas. Kalo kamu nggak rame, nggak alay, susah untuk dikenal. Kecuali kamu sangat cantik. Hidup memang kejam. Itu juga yang dialami oleh beberapa temenku. Sebelumnya, aku sama sekali nggak menyadari hal ini. Aku biasa-biasa aja karena kepilih ikut, tapi sisanya? Ternyata beberapa dari mereka juga sakit hati. Tiba-tiba aku jadi merasa sangat bersyukur karena terpilih. Aku nggak bisa membayangkan rasanya tidak dipilih seperti itu. Bukan berarti aku tidak pernah mengalami. Aku pernah. Dan itu cukup membuatku sakit hati sampe2 aku nangis di depan mama. Air mata pertama saat SMA (cie). Tidak dibutuhkan memang perasaan yang berusaha kita hindari. Semua orang ingin merasa dibutuhkan. Lalu aku sampai pada kesimpulan, 'be grateful' memang sesuatu yang harus kita lakukan. Terkadang kita merasa bahwa kita adalah orang paling sengsara, paling menyedihkan di dunia, tapi kenyataannya, ada yang sama atau bahkan lebih menderita dari kita. Tidak usah jauh-jauh sampai memikirkan rakyat Afrika, cukup lihat sekelilingmu. Bahkan sangat mungkin bahwa orang yang dekat denganmu memiliki perasaan kesepian dan tidak diinginkan. Jadi, buat semua murid-murid SMA di luar sana, berbahagialah kalau kamu termasuk dalam kategori 'orang yang dipilih'. Bagi yang tidak, berjuanglah! Jangan menunggu orang lain mendekatimu, perubahan harus dimulai dari dirimu. TETAP BERSEMANGAT!

NB : posting ini ditulis pada bulan Februari kemarin. Tapi karena banyak hal, baru bisa di-publish sekarang. Maaf ya :(

Monday, 14 October 2013

In A Mess

Pernah nggak kalian ngerasa bahwa hidup kalian lagi kacau banget? Nilai di sekolah jelek, tengkar sama pacar ato temen, dimarahi orang tua, dll yang bikin kalian pingin marah sambil nangis (nah). Situasi di mana kamu serasa tidak bisa mengendalikan hidupmu. Kalo kalian pernah ngerasain itu, kita senasib bung :') Kalian pasti tahu kekacauan dalam hidup kalian yang damai akan mengakibatkan perasaan sedih, pingin marah, pingin nangis, pokoknya emosional dan melankolis banget deh. Itu semua adalah hal yang sangat dihindari oleh semua orang, tapi sayangnya sulit dihindari.

Aku juga nggak ngerti gimana awalnya aku bisa ngerasa kacau banget, but this is life. Izinkan aku curhat ya :3 Akhir-akhir ini, entah sudah berapa lama, tapi aku ngerasa bahwa hidupku agak nggak terkendali. Nilai-nilaiku terombang-ambing, kehidupan sosialku buram, keadaan batinku juga rapuh. Bukannya aku nggak berusaha, tapi ada aja yang menghalangi aku untuk memperbaiki itu semua. Nilaiku yang turun misalnya, aku udah belajar sekuat tenaga, tetep aja hasilnya nggak bisa terlalu memuaskan. FYI, aku nggak suka dikalahin. No problem sih kalo orang yang ngalahin aku emang layak menurut seleksi yang aku bikin, tapi kalo yang bisa ngalahin aku adalah orang yang nggak masuk hitungan, pasti aku bakal sakit hati banget. Dalam hal ini adalah anak di kelasku. Waktu menerima laporan bulanan (rapor sisipan) kemarin, meskipun nilaiku gak bagus-bagus amat, tapi aku bisa ranking 1 di kelasku dan bagiku, itu harus dipertahankan. Anak yang bikin aku kesel dan sirik ini, dapet ranking 2 waktu itu padahal nilainya juga bagus. Tapi, bulan ini entah hanya perasaanku ato emang beneran, nilai-nilai dia menurutku jauh lebih bagus daripada aku. Tentu aku gak terima. Aku juga nggak yakin dengan alasannya, tapi dia emang gak masuk hitungan sebagai saingan beratku. Mungkin mulai saat ini aku harus memasukkannya dalam daftar itu. Begitulah, sebelumnya aku nggak pernah merasa se-terancam ini sama nilaiku di sekolah, makanya aku agak kalap. Khawatir dan takut dikalahkan.

Kehidupan sosialku juga sama, abu-abu. Emang dari dulu aku bukan termasuk anak populer ato anak ramah dan cerewet yang dicintai banyak orang. But, at least, I have those best friends whom I can talk to everyday. Dulu, bisa dibilang setiap hari aku sms-an sama sahabatku. Entah curhat ato cuma sekedar membahas masalah-masalah abstrak. Sekarang? Boro-boro sms, megang handphone aja jarang. Bukan berarti aku gak punya waktu, tapi aku males. Somehow, aku males banget sms-an, twitter-an, whatsapp-an, teleponan, line-an, dan apapun-an. Intinya, aku males bersosialisasi. Bukan berarti aku pingin jadi anak kuper, aku cuma males banget sok perhatian dan sok pingin curhat padahal kenyataannya aku nggak pingin cerita. Dari luar kelihatannya aku menjauh dari temen-temenku, tapi aku cuma capek dan malas. Aku punya banyak masalah, tapi aku nggak mau cerita atau mungkin nggak tahu harus cerita ato nggak. Sekilas emang aku sepertinya complicated banget. This is me. Aku cenderung menyimpan masalahku sendiri karena aku berpikir nggak ada orang lain yang bisa menyelesaikan masalahku. Aku berprinsip mandiri. Aku harus bisa menyelesaikan semuanya sendiri walaupun kenyataannya aku nggak kuat. Tapi aku terlalu keras kepala untuk mau berubah. Aku tetap menyimpan semuanya sendiri, bergumul sendiri, tanpa menyadari bahwa aku punya orang-orang yang siap untuk membantuku. Buat semua temenku, maaf kalo aku jadi nyebelin. Maaf kalo aku jarang bahkan gak pernah sms. Maaf banget.

Keadaan batinku yang lagi rapuh ini disponsori oleh keenggananku menceritakan masalah-masalahku sama orang lain. Seperti yang udah aku omongin di atas, aku emang tertutup. Aku tetep nggak mau orang lain tahu masalahku meskipun rasanya tiap hari aku pingin nangis. Di SMA ini, menurutku banyak banget orang munafik. Aku nggak bisa melihat hubungan yang tulus. Mungkin aku yang impulsif, tapi aku ngerasa kalo mereka berteman karena suatu hal duniawi, entah materi atau popularitas. Intinya, kalau kamu nggak bisa menyamakan diri dengan mereka, kamu bakal dikucilkan. Sebenarnya aku males kalau harus pura-pura ramah dan baik di depan temen-temenku, tapi kalau nggak gitu mungkin masa-masa SMA-ku bakal jadi sangat suram. Memang sih, nggak semuanya seperti itu, tapi tetap orang-orang mayoritas lebih berkuasa, that's why I'm always in a pressure. Seringkali aku ingin menghilang dari dunia ini (bukan berarti aku pingin mati). Aku cuma ingin hidup di dunia di mana aku nggak harus pura-pura baik, pura-pura ramah sama orang supaya bisa dilihat. Aku ingin bisa dianggap normal walaupun nggak pernah mau ngajak ngomong orang lain. Kadang-kadang aku miris kalo inget sama temen-temen baik ku waktu SMP. Mereka berusaha menghubungi aku, tapi aku nggak pernah nanggepin. Aku nggak mau mereka tahu kalo keadaanku sekarang lagi kacau.

As conclusion, I can say that my life is COMPLETELY IN A MESS. Aku nggak tahu berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk keluar dari kondisi ini, but I hope it's not for a long time. Aku harus bangkit dan bersiap-siap untuk masa depanku. Wish me lots of luck! Semoga aku bisa jadi lebih kuat dan melewati semuanya ini secepat mungkin. AMEN.

Feeling of The Month

"Maybe I have been acting like I am strong a little too often, a little too much."

Friday, 9 August 2013

Everybody's Special

Semua orang itu punya kelebihan masing-masing, punya keunikan tersendiri yang bikin kita berbeda dari orang lain. Kalian pasti udah tau bahkan anak kembar identik pun sebenernya nggak bener-bener identik. Susunan DNA-nya aja beda atau gampangnya, sifatnya pasti beda. Mungkin yang satu kalem, sedangkan yang satunya brutal. Kalau anak kembar aja beda, apalagi yang gak kembar? Tapi, dunia ini aneh atau lebih tepatnya orang yang tinggal di dunia ini aneh. Mereka suka seenaknya sendiri mengembar-kembarkan seseorang. Nah. Maksudnya apa? Ini bukan kayak sinetron putri yang ditukar atau anakku bukan anakku, bukan. Ini hanya fakta yang cukup sering terjadi di sekitar kita tanpa kamu sadari.

Kalian pernah nggak, dibilang mirip sama seseorang? Dibilang kamu adiknya lah, kakaknya, sepupunya, mamanya, anaknya, dll, dsb. Pernah? Kalau nggak pernah bersyukurlah! Kalau pernah, kita senasib kawan :') Nggak ada orang di dunia ini yang mau dikembar-kembarin! Atau gampangnya, gak ada satu orang pun yang mau diduain. Pasti bener. Mulai dari yang sederhana, kalau kamu (terutama cewek) beli tas atau baju atau sepatu yang menurut kamu bagus banget terus waktu kamu pakai ke sekolah atau jalan-jalan tiba-tiba ada orang yang pake barang yang sama persis kayak kamu. Gimana perasaanmu? Mungkin kalau cuma waktu jalan-jalan sih oke ya, soalnya kemungkinan bisa ketemu lagi kan kecil, tapi kalau kejadiannya di sekolah ceritanya lain. Pasti dalam hati kalian berpikir "Sialan anak itu, kayak gak ada barang lain yang lebih bagus aja." Padahal belum tentu kamu beli duluan. Biasanya kalau anak-anak orang kaya, nemu "kembaran" kayak gini, mereka gak bakal mau pake barang itu lagi. "Males pake barang pasaran," katanya.

Itu tadi baru contoh pake barang. Gimana kalo sekarang mukamu yang dikembar-kembarin? Apa gak emosi? Misalnya gini, kamu lagi jalan bareng temen-temenmu ke kantin, tiba-tiba salah satu temenmu-yang-cuma-kenal-tapi-gak-deket ngomong dengan wajah excited, "Eh, kalo diliat-liat, kamu mirip ya sama si Z!" Dan kamu cuma bisa senyum-senyum canggung. Dalam hati, "MAKSUD LO??" Itu contoh kalo kamu dimirip-miripin sama temen sebaya. Kalo temenmu-yang-cuma-kenal-tapi-gak-deket ngomong (masih dengan wajah riang gembira), "Eh, ternyata kamu mirip banget ya sama guru Fisika! Jangan-jangan kamu anaknya ya? Wah, jangan-jangan kamu ketuker waktu di rumah sakit. Hahaha." Dan lagi-lagi kamu cuma bisa senyum terpaksa. Dalam hati, "WAT DE FAK?? LO KIRA INI SINETRON??"
Nggak ada orang yang suka dikembar-kembarin mukanya karena nggak ada orang yang suka dibilang mukanya muka pasaran. Yang pasti, nggak ada orang yang suka mukanya dikembar-kembarin sama guru, apalagi guru fisika! Pasti temen-temen-yang-gak-mikirin-perasaan-orang-lain itu bakal nyalahin murid-yang-mukanya-mirip-guru itu kalo misalnya si guru yang bersangkutan marah di kelas, ngasih soal ulangan yang menakjubkan, ato ngasih tugas gak kira-kira. Bayangin, anak yang orang tua kandungnya guru aja gak suka kalo diperlakukan kayak gitu, apalagi anak yang "dipaksa" punya orang tua guru!

Jadi, buat kalian para pelaku 'pengembaran' orang ini, BERTOBATLAH! Sebelum kalian melakukan hal ini, coba pikir perasaan korbanmu. Mungkin mereka emang cuma senyum-senyum, tapi apa mereka beneran senyum? Gimana kalo sebenernya mereka marah banget tapi gak berani marah ke kalian karena takut dianggap sensitif dan lebay? Aku bisa ngomong gini karena memang aku pernah mengalami. Tapi aku secara pribadi, sama sekali gak punya keinginan buat ngelakuin hal kayak gitu. Kasihan aja. Kalau dimirip-miripin sama artis yang beneran cantik atau ganteng sih mending. Tapi mana ada yang mau ngelakuin itu? Para pelaku kan pinginnya ngelawak, pingin bikin orang lain ketawa, bukan pingin bikin korban seneng. Emang dengan cara kayak gitu banyak yang ketawa, tapi korbannya? Mereka berpikir, "LO KIRA ITU LUCU??"
Pesan terakhir buat para pelaku, gak usah diterusin ato nanti aku doain kalian "dikembarin" sama pacar kalian! MUAHAHAHAHA!

Tuesday, 11 June 2013

Grow Up!

Seringkali aku sebel sama remaja-remaja zaman sekarang. Emang aku juga masih remaja, tapi aku remaja yang dewasa (bohong). Yang suka bikin aku sebel sama remaja-remaja masa kini adalah mereka sukanya berlebihan, overacting, lebay, alay, dan sebangsanya. Mereka kalau ngomong (atau lebih tepatnya nge-twit dan pasang status) itu sukanya gak mikir pake otak. Walaupun aku juga remaja yang masih beranjak dewasa, tapi aku merasa bahwa aku lebih realistis. Aku punya jiwa alay dalam diriku, tapi itu semua hanya untuk kesenangan, buat bercanda aja, nggak diterapkan di segala aspek kehidupan. Kalau remaja pada umumnya? ALAY MENDARAH DAGING. Coba liat deh status remaja-remaja di facebook, twitter, tumblr, BBM, line, kakaotalk, path, whatsapp, wechat, dan semua jejaring sosial, pasti kebanyakan status galau dan cinta-cintaan, misal:

"I will love you forever :* 12.12.13" (maksudnya tanggal jadian)
"You may leave me, but you'll never leave my heart" (biasanya habis putus)
"Rese, beraninya cuma di twitter. Ayo sini ketemuan kalo berani!" (biasanya dia pikir orang yang ngerasani dia itu pengecut, padahal dia sendiri juga... *eh)
"Baru liburan seminggu udah tambah gendut aja, gimana nihh :(" (padahal sebenernya dia udah kurus dan cuma naik 0.5 kilo)
...

Banyak banget contoh status galau dan gak penting yang mungkin akan terlalu panjang kalo ditulis semua di postingan ini. Yang mau aku bicarakan di sini adalah terutama yang terakhir. Aku paling sebel, kalo ada cewek yang posting foto di Instagram ato di manapun terus dipuji cantik, eh, mereka malah bilang "apanya cantik? aku keliatan gendut banget lo :(" Bodoh nggak? Udah dipuji orang, malah ngejek diri sendiri. Tanpa mereka sadari, sebenernya itu modus untuk dipuji lagi. Biasanya, orang yang masih punya belas kasihan bakal bilang, "Gak gendut ah, kamu cantik kok ;)". Sampai sekarang sih aku belum menemukan orang yang sangat jujur terus bilang kayak gini, "Hahaha, akhirnya nyadar juga kalo kamu itu gendut =D" ato "Nggak, kamu gak gendut kok. Cuma jelek aja, gak fotogenik." Yeah! Entah gimana perasaan orang yang foto itu. EGP.

Bukan itu aja yang bikin aku sebel. Aku sering banget liat, temenku yang menurutku dan emang kenyataannya kurus, cuma sedikit chubby ato bahkan nggak chubby sama sekali, bilang kalo dia itu gendut terus pingin diet. Dalam hati aku teriak, KAMU UDAH KURUS BEGO! Kalo aku yang ngomong sih terlihat lebih realistis, karena aku emang butuh untuk menurunkan berat badan. Tapi mereka? Udah punya lengan kecil, kaki langsing, muka tirus, MASIH PINGIN KURUS? Go to hell. Aku jadi ngerasa tersindir gitu. Masa mereka yang udah kurus masih pingin kurus, sementara aku yang gemuk dan pingin kurus aja gak kurus-kurus? Mungkin beberapa dari kalian pernah mengalami hal ini, kita senasib teman (tos).

Kedua, yang kadang bikin aku sebel juga adalah status kayak gini "ilysm,idwtlyf" Apa artinya? Aku sendiri juga gak tau. Mending kalo cuma "ily","imy","ty","hbd","Gbu" masih bisa ditebak lah. Tapi kalo kayak gini, "idhtoiwopqirjwofknlaiapofiufe" APA ARTINYAA? Menurutku, kalo kita pasang status ato nge-twit, tujuan kita adalah biar temen-temen kita tau apa perasaan kita, apa yang mau kita sampaikan. Tapi kalo status/twit-nya kayak gitu, sapa yang ngerti? Bahkan Albert Einstein pun gak akan ngerti! Jadi ngapain kamu bikin status/twit tapi gak ada yang ngerti? ST*P*D.

Itu adalah beberapa contoh sikap remaja yang gak logis dan kekanak-kanakan. Kalo kamu termasuk salah satu di antara itu, aku mau bilang, GROW UP! Being a teenager isn't the reason to be a complete retard. Kamu gak boleh melakukan kesalahan dan bilang "Maklum lah, aku kan masih remaja.." Hell to the NO. Kita emang masih remaja, tapi kita gak selamanya remaja. Belajar sedikit lebih dewasa. Kalo gak dimulai dari sekarang, selamanya kamu akan bertingkah laku konyol seperti remaja. Mulai gunakan otakmu sebelum melakukan apapun. Coba sekali-kali diam dan berpikir, apa hal ini pantas dilakukan? Apa reaksi teman-temanku kalo aku melakukan ini? For all the teenagers out there, remember, you have to GROW UP! Be MATURE!

Friday, 31 May 2013

Moving On

Para remaja galau pasti sering denger kata" ini. Entah dari temen-temen ato keinginan diri sendiri. Tapi rata-rata semua remaja gaul pasti tau kata-kata 'move on', termasuk aku (iya, aku emang remaja gaul). Pertama kali denger kata 'move on' yang tiba-tiba aja nge-trend, perasaanku adalah "Oh, move on. Ya terus kenapa?" Berhubung aku bukan remaja galau, maka itulah satu-satunya responku. Nggak seru? Don't judge me if you don't know me! (hahaha) Aku beranggapan kalo move on itu adalah proses beranjaknya seseorang dari kisah cinta yang lama menuju kisah cinta baru (ea). Murni kisah cinta. Bagiku waktu itu, move on berarti kita melupakan cinta dan rasa sayang kita terhadap mantan dan bersiap menyambut pujaan hati baru. Dan aku merasa sangat bangga karena aku sama sekali tidak memiliki gen susah move on. Artinya, aku move on dengan sukses dan selamat. Kadang aku suka heran, pegel, dan sebel sekaligus bangga dan pingin ketawa kalo liat temen-temenku yang suka galau karena gagal move on. Menurutku mereka itu payah. Masih remaja kok ngurusi masalah cinta. Masih muda kok ngomongnya cinta-cintaan. Payah. Lemah.
Tapi sudahlah, di posting ini aku nggak bermaksud untuk menggurui remaja galau gagal move on. Aku nggak mau menghina mereka. Aku hanya ingin membahas masalah move on. Maaf ya para pembaca kalo udah terlanjur tersinggung, di-undo dulu deh rasa tersinggungnya ;) Okay, back to the point. Move on itu sebenernya apa? Soalnya pas aku nyari di Google, keluarnya move on adalah proyek untuk mengasah potensi orang dewasa (sumpah gak nyambung). Memang dulu aku berpikir kalo move on itu adalah istilah yang digunakan dalam kehidupan cinta, tapi baru-baru ini aku sadar kalo itu semua salah. Move on nggak harus berhubungan dengan cinta. Namanya aja move on. Bukan love on (?) Then I came up to this decision, move on adalah suatu proses di mana kita bisa menerima keadaan kita yang sekarang dan berhenti mengeluh tentang betapa indahnya masa lalu. Kalo gitu aku gagal move on dong :(
Kalo move on dalam arti percintaan, nggak usah ditanya, aku bisa move on dengan mudah. Mau tau tips-nya? Tunggu posting lainnya ya ;;) Tapi kalo move on secara umum, kayaknya aku masih belum bisa. Masalahnya, sampai sekarang pun, kadang-kadang aku masih sangat merindukan kehidupan SMP-ku. Meskipun sekarang aku udah merasa bahwa keputusanku milih untuk sekolah di SMA-ku yang sekarang itu sangat tepat. Meskipun aku ketemu banyak banget temen baru yang gak kalah seru bahkan lebih seru daripada temen SMP. Meskipun aku lebih bisa beradaptasi dan lebih rame. Aku tetep sangat merindukan kehidupan SMP. Kadang aku tetep ngerasa, I don't belong here. Aku masih ngerasa asing dan nggak diterima. That's suck. Sampai sekarang pun aku tetap terus merindukan kehidupan SMP-ku terutama waktu kelas 8. That was the best year ever. Meskipun waktu itu temenku masih belum sebanyak sekarang. Meskipun waktu itu aku masih agak pendiem dan jaim. But I felt like I was belong there. Apa kalian pernah merasakannya?
Kadang aku ngerasa udah berbuat nggak adil sama temen-temenku di kelas 10 ini. Padahal mereka semua baik banget, tapi aku masih aja ngebandingin mereka sama temen-temen SMP. Tapi entah kenapa aku nggak bisa ngelupain kehidupan SMP-ku. Semua kegilaan itu, semua kejadian memalukan, semua candaan yang jayus tapi lucu, semua kesedihan, semua kebahagiaan, semuanya masih dapat kuingat dengan jelas. Aku nggak tahu kenapa tapi aku merasa kalo kelas 8 adalah saat-saat yang paling bahagia. Bertemu dengan temen yang super gila, melakukan banyak hal gila bersama. Waktu itu rasanya aku nggak terlalu banyak berpikir seperti sekarang. Kalo sekarang, rasanya kayak orang tua aja. Banyak pikiran, sering pusing, otak sering overload.
Mungkin move on memang tidak segampang itu. Memang sulit menerima keadaan kita sekarang jika kita terus melihat masa lalu. Tapi bagaimana kalau masa lalu itu terus muncul di pikiran kita? Bagiku, sukses atau tidaknya move on tergantung dari kita. Kalau kita memang bener-bener niat untuk maju, kita harus bisa melupakan masa lalu. Kalau kita ragu, ya udah, gak usah move on. Kadang mulut kita selalu bilang "Aku harus move on. Aku mau move on." kenyataannya? Kita masih nggak rela melepaskan masa lalu itu. Terus-terusan mengingat betapa bahagianya kita dulu. Itu juga terjadi padaku. Dulu aku selalu berniat move on, tapi pada kenyataannya, aku terus-terusan membandingkan kehidupan SMA dengan kehidupan SMP. Kapan berhasil move on? Never. Maka aku sampai pada kesimpulan bahwa aku memang nggak niat move on. Bagiku, masa lalu itu lebih baik terus aku ingat sebagai memori yang indah. Biar aku terus dibayang-bayangi oleh kenangan yang baik itu, selama aku tidak ikut ditarik mundur. Biarlah aku terus membandingkan kehidupanku, selama di masa depan aku menjanjikan kehidupan yang lebih baik untuk diriku sendiri. Biar aku gagal move on, selama hal itu pantas untuk diingat. Yang penting aku tidak rugi.

Friday, 5 April 2013

Dear Yuli


Aku menatap layar laptop yang menampilkan foto-foto seorang cowok dalam berbagai pose sambil tersenyum. Tanpa sadar, sesekali aku menggumam, “Kenapa ada cowok seganteng ini ya?” Cowok itu memang ganteng sekali. Terlalu ganteng hingga tak ada kata-kata yang tepat untuk menjelaskan ketampanannya. Entah kenapa, tapi wajahnya dalam berbagai mimik dan segala tingkah lakunya begitu membuatku terpesona. Hanya melihat senyumnya mampu membuatku ikut tersenyum. He’s the first guy to make me smile with no reason.

Lee Donghae. Itulah nama cowok, atau lebih tepat disebut artis, yang berhasil membuatku gila seperti orang jatuh cinta. Dia tidak pernah berbuat baik padaku, dia juga tidak pernah tersenyum padaku, bahkan aku tidak pernah bertemu dengannya! Tapi entah kenapa, aku tetap memujanya. Sejak pertama kali aku melihat wajahnya di sebuah majalah, aku langsung menyukainya. Semakin lama, bukannya melupakan, aku malah semakin tergila-gila. Aneh memang. Mungkin ada yang berpikir hal ini menyeramkan, aku terkesan seperti seorang stalker yang psikopat. Tapi tentu saja aku bukan orang seperti itu. Aku hanyalah seorang gadis remaja normal yang baru saja menemukan idolanya.

Aku masih saja memandangi foto-fotonya tanpa merasa bosan sedikit pun. Tiba-tiba saja aku teringat akan seseorang. Orang yang membuatku semakin tergila-gila padanya. Orang yang menjadi tempatku berbagi informasi dan cerita tentangnya. Orang yang akhirnya menjadi bagian penting dalam hidupku. Orang yang akhirnya juga menjadi tempat aku menceritakan segala suka cita dan keluh kesahku. Sahabatku.

Jujur saja, aku sudah lupa bagaimana kita bisa menjadi sedekat ini. Sejak awal kelas 9 aku sudah tahu kalau dia memiliki idola yang sama denganku, tapi hal itu tidak membuat kami langsung akrab. Namun aku masih mengingat saat-saat kita mulai dekat dengan jelas. Saat-saat yang tidak mungkin aku lupakan. Keberadaannya ketika itu sungguh berdampak besar bagiku. Selain tentu saja, stress saat ujian berkurang, saat itu juga yang membuat dia menjadi sahabatku sekarang.

Satu tahun yang lalu, bulan April tahun 2012, memasuki musim ujian.
Entah kenapa kita menjadi dekat. Tiba-tiba saja kita sering menghabiskan waktu bersama-sama. Pergi ke manapun bersama. Bercanda bersama, bergosip bersama, yah, intinya selalu bersama. Banyak hal yang dibicarakan, mulai dari teman-teman, ujian, sampai idola. Sejak saat itu pula, dia banyak menceritakan kepadaku tentang Donghae. Dan aku, perlahan-lahan mulai berani mengungkapkan kecintaanku terhadap artis tampan tersebut. Aku menjadi berani mengakui bahwa aku adalah fansnya. Itu semua berkat dia, sahabatku. Itu semua berkat seseorang yang bernama Yuli.

Mengingat peristiwa itu membuatku tersenyum, heran. Bagaimana mungkin dalam waktu sesingkat itu dia bisa langsung menjadi sahabatku? Bahkan sampai sekarang ketika kita sudah masuk di sekolah berbeda. Mungkin inilah yang dinamakan takdir. Tuhan yang merencanakan seorang Yuli untuk menjadi sahabatku. Entah sudah berapa banyak SMS yang aku kirimkan kepadanya, baik sekedar menceritakan betapa kerennya Donghae, sampai betapa aku sangat merindukan kehadirannya. Entahlah. Semua ini berjalan terlalu cepat. Untunglah hal itu tidak merusak persahabatan kami.

Terkadang aku menyesal. Mengapa baru mengenal dia menjelang kelulusan? Mengapa tidak berteman dengannya sejak awal? Memang terkadang rencana Tuhan sungguh tidak bisa ditebak. Tapi aku tahu pasti, bahwa Dia sungguh tahu apa yang terbaik bagiku. Dia telah memberikanku seorang sahabat baru yang bisa diandalkan. Tak bisa kuungkapkan betapa aku berterima kasih pada Tuhan, juga pada Lee Donghae yang telah mempersatukan kami. Lalu, jika aku tidak mengidolakan seorang Lee Donghae, apakah aku tetap bisa bersahabat dengan seorang Yuli? Ataukah aku akan menemukan Yuli lainnya? Mungkin pertanyaan itu tidak seharusnya terjawab. Cukup mengetahui sekarang aku memiliki Yuli sebagai seorang sahabat, tak peduli mengapa dan bagaimana.

P.S. : (for Yuli, if you read this) Aku memang bukan tipe orang yang bisa mengungkapkan semua yang aku rasakan dengan mudah, malah aku cenderung menutupinya. Aku harap dengan tulisanku ini kamu mengerti kalau kamu berharga bagi aku. You can always count on me :) ELFish forever, ok? ({})