Showing posts with label teenager. Show all posts
Showing posts with label teenager. Show all posts

Friday, 5 June 2015

Men are COMPLICATED


Semua orang pasti setuju kalo cewek adalah makhluk yang membingungkan. Katanya sih, kalo cewek ngomong iya, maksud sebenernya itu nggak ato mungkin beneran iya. Bingung ya? Aku sendiri yang cewek aja juga bingung. Intinya, cewek itu complicated banget. Bahkan sering kali cewek ga bisa memahami diri sendiri. Tapi, apa bener cuma cewek yang complicated? Gimana dengan cowok?

Menurut Internet dan beberapa sumber yang tidak bisa disebutkan, cowok itu sama sekali nggak rumit. Kalo lagi laper ya makan, kalo lagi marah sama gebetan ya langsung ngomong. Ga kayak cewek harus pake kode-kode yang belum tentu bisa dimengerti manusia. Emang ya cewek itu nyebelin banget, kenapa ga mau to the point kayak cowok aja? YAKALI SEMUA COWOK TO THE POINT.

Kalo cowok sesederhana itu, ga mungkin ada yang namanya cewek korban PHP. Kenapa cewek bisa kena PHP? Apa dia ke-geer-an? Bisa jadi. Tapi, kasus yang sering terjadi adalah cowoknya yang ngasih tanda-tanda ga jelas dan akhirnya di-salah-artikan oleh si cewek. Misalnya :

Joni tiap hari BBM-an sama Jeni. Ga cuma itu, Joni juga suka ngajak Jeni pulang bareng, bahkan sampe pergi berdua. Sayangnya, beberapa bulan kemudian Joni jadian sama cewek lain. Pas Jeni tanya, “Kenapa kamu PHP aku?” Jawab Joni, “Aku tuh ga PHP kamu. Kamu aja yang ge er.”

Cowok sejenis Joni ini pantesnya diikutin wajib militer seumur hidup di Korea Utara. Kalo cowok emang beneran sederhana, harusnya dia bisa bedain sikap buat temen biasa sama buat gebetan kan? Bukannya memperlakukan semua cewek sama, terus berharap cewek-cewek bisa baca isi hatimu dan tau kalo kamu cuma nganggep cewek itu sebagai temen.

Kalo cowok itu to the point, ga ada yang namanya cowok selingkuh. Daripada selingkuh, kenapa ga langsung bilang, “Sorry ya, aku udah nemu cewek yang lebih cantik dari kamu.” Itu baru namanya TO THE POINT. Emang sih ceweknya pasti tetep sakit hati, tapi kan ga sesakit kalo diselingkuhin.  Belum lagi cowok yang suka ngegantungin. Udah PDKT sejak zaman Mesozoikum, sampe sekarang ga ditembak-tembak. Udah gitu, kalo akhirnya si cewek jadian sama cowok lain, dibilang PHP. LHA MAUMU APA SEH?

Setelah baca contoh-contoh di atas, kalian sadar kan, sebenernya cowok juga sama rumitnya dengan cewek. Jadi, buat para cowok, jangan suka mengeluh kalo cewekmu suka pake kode-kode. Kalian harus nyadar, kalo cewek juga kebingungan setengah mati buat memahami sikap-sikapmu yang kadang nggak jelas itu. Setuju nggak?

Sunday, 12 April 2015

High School Memories

Memasuki pukul 20.40 Waktu Indonesia Baper.
H-1 UN? Masa bodo.

People say high school memories are the best.
I got lots of new friends, the real and the fake ones, the crazy and abnormal ones.
Maybe I've got some enemies, who cares?
I gained new knowledge, experience, and love.
I went through happy, beautiful, and even painful moments.
But all of them are unforgettable.

I was hurt, but there are just too many joyful times to cover the difficult one.
There are no bad memories, every of them is priceless.
Are they really the best?
I don't know yet, but it definitely is one of the best memories I've ever had in my life.
If only I can rewind the time, I'd be delighted to experience high school all over again.
Unfortunately the world is never fair.
Time flies too fast and even faster when we enjoy it.

But that's what memories are for, right?

Those happy memories are to be kept to encourage us when we are sad.
Am I happy knowing that high school will end soon?
Of course not, at the moment.
But one day I believe I'll be glad knowing that at least I have the memories.

I can never be ready to say goodbye, but I have to.
Goodbye high school life,
I'm thankful that I have the chance to experience one.

This is a picture of me and my classmates with our homeroom teacher, taken on the last day of school. I will definitely miss high school :")

Thursday, 9 October 2014

IPA vs IPS (dan Bahasa)


Kalian yang udah SMA pasti tahu kan permusuhan antara jurusan IPA dan IPS? Entah dari jaman kapan, yang pasti sampe sekarang yang namanya anak IPA dan IPS itu nggak pernah akur. Ada aja yang dijadin bahan ejekan. Anak IPS pasti bilang, “Kita ini anak IPS calon-calon bos. Kalo anak IPA cuma bisa jadi bawahan kita!” Kemudian anak IPA yang ga terima bales, “Anak IPS kalo ga ada anak IPA ga bisa apa-apa. Bayangin pabrik kalo ga ada teknisi, pasti tutup! Kalo anak IPA buka apotek sendiri juga bisa, ga butuh anak IPS!”

Anak Bahasa ke mana?
Di mana-mana yang terkenal itu persaingan antara IPA dan IPS. Ga ada yang pernah bilang permusuhan antara anak IPA dan Bahasa ato IPS dan Bahasa. Lalu selama ini anak Bahasa mendukung pihak yang mana? Berdasarkan penelitian yang aku lakukan (dalam mimpi), anak Bahasa seringnya jadi orang ketiga. Mereka adalah pihak netral, sekaligus penonton setia. Hal ini disebabkan karena dulu masih belum ada jurusan Bahasa. Waktu leluhur kita memulai persaingan antara jurusan IPA sama IPS, jurusan Bahasa masih belum diciptakan di Indonesia. Makanya, anak Bahasa biasanya ga ikut-ikutan persaingan ini. Tapi hal itu tidak bertahan lama. Entah karena anak IPS jiwa sosialnya tinggi ato mereka takut kalah jumlah sama anak IPA, mereka pun merekrut anak Bahasa ke dalam geng-nya. Jadilah di abad ke-20 ini, persaingan nggak lagi antara IPA dan IPS, tapi antara IPA melawan IPS dan Bahasa. Nggak adil? Biasa. Dunia ini memang tidak adil.

Siapa yang mulai duluan?
Sayangnya aku ga punya mesin waktu dan ga punya kemampuan time travel, jadi aku ga bisa nyari informasi ke masa lalu tentang siapa yang memulai persaingan sengit ini. Tapi berdasarkan pengamatanku selama ini, seringnya sih anak-anak IPS yang mulai. Aku sama sekali nggak bermaksud ngejelek-jelekin anak IPS. Mungkin ini cuma terjadi di sekolahku. Biasanya anak IPS yang mulai ngompor-ngomporin. Misalnya waktu anak IPA ngelawan anak IPS main basket pas ada class meeting. Kalo anak IPA ngelakuin pelanggaran dikit aja, pasti pendukung tim IPS bakal ngatain anak IPA habis-habisan. Sedangkan anak IPA? Anak IPS mau ngapain aja, mereka cuma bisa pasrah.
Emang sih, anak-anak IPS jauh lebih rame daripada anak IPA. Mungkin sifat itu yang bikin anak IPS suka mulai cari gara-gara duluan. Habisnya mereka kalo ada masalah pasti langsung diceritain ke semua orang. Sementara anak IPA yang lebih diem, pasti disimpen sendiri-sendiri. Cuma bisa ngomel-ngomel dalam hati.

Lalu siapa yang menang?
Sampe sekarang, masih belum bisa ditentuin pemenang lomba ini siapa. Anak IPA pasti bilangnya IPA menang lawan IPS dan Bahasa. Mereka ngerasa dengan jadi anak IPA berarti mereka secara umum lebih pinter. Kalo milih jurusan pas kuliah, anak IPA juga bisa masuk ke semua jurusan. Itu mungkin yang mendasari anak-anak IPA suka agak sombong. Begitu juga sebaliknya, anak IPS dan Bahasa pasti ngerasa kalo mereka menang ngelawan IPA. Bagi mereka, jiwa sosial adalah yang terpenting. Dalam dunia kerja, kemampuan sosial lebih penting daripada intelektual. Bener juga sih. Tapi tetep aja, dengan kemampuan intelektual pas-pasan, kalian ga akan bisa diterima di perusahaan besar.

Kesimpulannya, meskipun pertandingan ini telah terjadi selama berpuluh-puluh tahun, masih belum bisa ditentuin juga pemenangnya. Karena ternyata masing-masing jurusan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Anak IPA emang pinter, tapi kebanyakan dari mereka ga pinter ngomong. Sedangkan anak IPS dan Bahasa mungkin nggak sejago anak IPA dalam pelajaran eksak, tapi mereka jago banget ngomong dan super PD. Maka dari itu, pertandingan antara IPA vs IPS dan Bahasa diputuskan SERI!

So, buat kalian yang udah SMA, jurusan apapun kalian, jangan pernah ngejek-ngejek jurusan lain. Seperti manusia, jurusan pun tidak ada yang sempurna (cie). Semoga pertarungan antara IPA, IPS, dan Bahasa ini bisa cepet berakhir ya :”) 

Thursday, 12 June 2014

Jomblo


Sebelum kalian meneruskan membaca posting ini, aku harus memastikan pandangan kalian tentang manusia tipe ‘jomblo’. Apakah kamu termasuk orang yang berpikir bahwa ‘jomblo’ itu beda sama ‘single’? Kalo iya, lebih baik diubah dulu deh. Mungkin emang banyak yang bilang kalo jomblo itu nasib, tapi single itu pilihan. Mau tau faktanya? Itu semua cuma BULLSHIT. Single itu bahasa Inggris dari satu, sendiri. Sedangkan jomblo adalah bahasa gaul dari single. Itu aja bedanya. Jadi tolong jangan membeda-bedakan jomblo sama single lagi.

Posting ini aku dedikasikan buat kalian yang sering diejek karena gak punya pacar alias jomblo. Aku membela kaum jomblo bukan karena aku sendiri juga jomblo, tapi aneh aja melihat kenyataan bahwa kaum jomblo selalu didiskriminasikan dan menjadi bahan ejekan. Biasanya orang-orang jomblo disamakan dengan orang gak laku. Itu sepenuhnya salah! Bahkan anak yang dianggep freak sesekolah aja punya pacar… yang gak kalah freak-nya. Tapi tetep aja punya pacar kan? Maka dari itu, aku ingin meluruskan pandangan manusia yang merasa jomblo adalah suatu kesalahan.

Secara umum, jomblo dibagi menjadi 3 jenis :
1. Jomblo Sejati
Jomblo tipe ini adalah orang yang memang jomblo karena nasib. Biasanya gak ada yang mau ndeketin dia, ato mau ndeketin tapi takut. Orang-orang yang menjadi jomblo sejati biasanya dianggep freak oleh orang-orang sekitarnya, kuper, dan gak cantik/ganteng-ganteng amat. Semacam orang yang ‘invisible’ gitu lah. Gimana mau punya pacar kalo temen aja bisa dihitung pake jari?
2. Jomblo Modus
Orang-orang yang mendapat predikat jomblo modus biasanya adalah orang yang cantik/ganteng. Kok bisa? Soalnya mereka kebanyakan yang deketin, jadinya bingung mau milih yang mana. Bisa juga mereka udah bahagia dengan punya banyak fans makanya males pacaran. Diduga, orang-orang yang merupakan jomblo modus adalah para PHP. Mereka mendapat kepuasan tersendiri ketika banyak cowok/cewek yang jatuh cinta sama dia. Kalo pacaran, pasti gak ada lagi yang mau deketin, calon korban PHP pun berkurang. Lebih baik jomblo aja deh.
3. Jomblo Khusus
Orang yang menempati posisi ini adalah orang yang memilih untuk jomblo karena alasan tertentu. Sampai saat ini, ada 3 alasan paling umum kenapa seseorang memilih untuk jadi jomblo :
  • Pernah disakitin. Ceritanya orang ini pernah disakiti sama mantan pacar ato mantan gebetannya. Entah diselingkuhin ato di-PHP. Yang pasti, dia sakit hati banget sampe-sampe dia lebih memilih jomblo karena takut disakitin lagi. Kebanyakan orang yang jomblo karena alasan sakit hati masih belum bisa move on.
  • Gak boleh pacaran sama ortu. Mungkin bagi kalian ini cuma alesan untuk nolak secara halus, tapi pada beberapa kasus, hal ini beneran terjadi. Kalo kalian ditolak karena alasan ini, coba cek orang tuanya dia. Siapa tau dia punya orang tua polisi ato tentara yang galak banget, makanya dia takut pacaran. Ato mungkin juga gebetan kalian itu anak yang penurut banget sama orang tua. Jadi orang tuanya ngomong apa harus diturutin ato dia bakal jadi anak durhaka.
  • Jomblo HTS-an. HTS adalah hubungan tanpa status. Jalan ini dipilih oleh orang yang gak punya pendirian tetap dan belum dewasa. Ini merupakan cara yang paling tepat untuk jadi jomblo, tapi kayak gak jomblo. Hampir mirip kayak orang pacaran, bedanya kalo udah bosen boleh cari yang lain. Gak usah ribet mutusin segala. Kalian jangan pernah sekali-kali menjalani hubungan absurd ini. Bisa aja kalian cuma dijadiin cadangan kan?
Itulah jenis-jenis jomblo beserta penjelasannya. Sekarang kalian udah tau kan kalo jomblo itu gak selalu orang yang gak laku. Semoga dengan adanya posting ini, diskriminasi terhadap kaum jomblo bisa berkurang. Buat kalian yang jomblo, termasuk jomblo yang manakah kamu?

Why Girls Need Make Up and Boys Go to Gym

"Don't judge a book by its cover"

Kalian pasti udah sering denger pepatah itu, kan? Well, that's bull shit. Aku gak bermaksud menghancurkan keoptimisan kalian, tapi kenyataannya memang begitu. Memang sih, pepatah itu gak sepenuhnya salah, tapi bukan berarti kalian harus menghayati kutipan tersebut mentah-mentah kan? Untuk memahami arti sebenernya dari pepatah ini, kalian harus menggunakan logika dan iman kalian.

Pertama-tama, kita artikan pepatah tersebut secara harafiah, "Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya."
Bayangin di kehidupan nyata, emang ada orang yang mau beli buku dengan sampul seadanya? Misalnya, ada dua buah novel yang isinya sama, cuman yang satu cover-nya diedit super indah dan satunya cuma dijilid di tempat fotokopian pinggir jalan yang harganya 1500 rupiah sekali jilid. Mana yang kamu pilih? Pasti yang cover-nya bagus, kan? Bahkan dalam dunia buku, gak ada yang mau beli kamu kalo cover-mu gak menarik.

Sekarang kita aplikasikan pemahaman itu dalam dunia manusia. Sama aja, baik perempuan ato laki-laki, kamu bakal kesulitan cari jodoh dan temen kalo kamu gak bisa bikin "cover" kamu menarik. Bukan berarti kalian harus operasi plastik dan sedot lemak, paling nggak, kalian harus bisa bikin penampilan kamu enak diliat. Cuci muka tiap habis bangun, sisir rambut, pake baju yang layak, perhatiin bau badan dan bau mulut. Dan buat kalian yang merasa gendut, coba hitung dulu :

BB normal = tinggi badan (cm) - 100
BB ideal = tinggi badan (cm) - 100 - [10% x (tinggi badan - 100)]

Udah selesai ngitung? Kalo berat badan kalian masih normal, pertahankan! Mau diet ya gak masalah, tapi gak usah diet ekstrim. Cukup olah raga teratur dan makan normal pasti cepet kurus. Buat kalian yang berat badannya udah ideal ato bahkan kurang dari ideal, stop ngomong "aku gendut banget :(" , "harus diet mulai besok!" , dan kalimat-kalimat lain yang mengidentifikasikan kalo kalian itu kelebihan berat badan. That's pathetic! Kalian seharusnya bersyukur punya badan ideal, gak usah sok gemuk. Diet itu bukan tren.
Dan buat kalian yang beratnya lebih dari berat badan normal, start dieting! Jangan pernah pake kalimat "Don't judge a book by its cover" sebagai alesan! Untuk bisa tahu inner beauty kamu, seseorang harus kenal sama kamu dulu. You know what? Gak ada orang yang mau kenalan sama orang yang gak menarik! Cewek, ketika ketemu sama cowok overweight, kumal, dan bau, bakal langsung ill feel, walaupun sebenernya cowok itu baik banget. Sama juga dengan cowok, kalo liat cewek gendut, pakaiannya ketinggalan jaman, dan rambut acak-acakan, langsung kehilangan minat.

That's why girls need make up and boys go to the gym. Karena kenyataannya, nobody sees our inner beauty at the first sight! Kalo kita berpenampilan menarik, orang-orang bakal pingin kenalan sama kita, baru dari sana kita tahu siapa yang cocok sama kita dan yang nggak. Jadi, jangan sekali-kali menyepelekan penampilanmu. Penampilan itu penting untuk membuat orang lain pingin kenalan sama kita, sedangkan inner beauty juga penting untuk membuat orang yang udah kenal sama kita merasa nyaman. Gimana? Udah sadar? Aku tahu kenyataan memang pahit :') So, mulailah membuat dirimu lebih menarik. Good luck! :D

Thursday, 23 January 2014

Let Go

Have you ever experienced a situation when you can do nothing but giving up? When the person you really love has to go and you can do nothing but saying goodbye?

I am in that kind of situation right now and it really breaks my heart. I'm not talking about boyfriend or anything similar, it's my teacher. Maybe some of you wonder, why would I be sad just because of a teacher? She is not just a teacher. She teaches chemical and also my homeroom teacher. That might not seem very special to you, but she is special for me. Although I am not the closest student to her, but somehow she has a special place in my heart that even I don't know. So, why am I sad? Well, she has a cancer. Whenever I think about cancer, I just remembered my grandmother who passed away because of cancer. I don't want that to happen to my favorite teacher. However, though I've prayed every night, it seems that God has another plan. Her condition now is not well, not even better. And wishing her to get well soon sounds ridiculous. I'm not being pessimistic, I tried to be realistic. Because I know, high expectations cause so much pain. I have to accept the fact that she might not be able to teach us again. I never knew that she is so important to me, but she is. When I heard about her condition today, I cried. The only thing I can do is to let God do the rest.

Sometimes, things don't work as you plan and you have to accept that. Sometimes, the person you love the most has to leave your life. And what should you do? Begging for that person to stay? Praying to God day and night to bring them back? It's actually a very selfish action. You have to learn to let go. Remember that God have the best plan for us. We have to move on so that we can see other better opportunities waiting for us. Never cry over your ex-boyfriend. It's just the past and you should never try to go back. Once you say goodbye, it means you are ready for the next phase of your life. Why would you bring something that you've left behind along you? It just adds your burden. That's life. There's happiness and there's pain. There's a meeting and there's a goodbye. You just have to learn from the pain, say goodbye to it, move forward and never look back. I know that's hard, but the happiness you will get worth the pain. Just to ensure you, keep this quote in mind :

When you really love a person, set him free. If he returns, he will be yours forever. But if he doesn't, he never will.

Tuesday, 29 October 2013

Guilty

Apa kalian tahu arti 'guilty' dalam bahasa Indonesia? Masa nggak tahu? Buka kamus atau google translate deh.. Tapi, berhubung aku lagi baik hati, akan aku kasih tahu artinya. Guilty dalam bahasa Indonesia berarti 'bersalah'. Kurang baik apa aku ;) Oke, cukup ngelanturnya. Selain untuk menambah kosakata bahasa Inggris kalian, di posting ini aku juga (lagi-lagi) ingin curhat. Kalau kalian malas membaca curhatku, ya nggak apa-apa sih. Hitung-hitung hemat kuota internet (eh). Tapi tolong lah, dibaca aja, lumayan buat mengisi waktu yang diluang-luangkan.

Back to the topic, jadi sekarang aku lagi merasa bersalah. Bukan karena aku baru saja mencontek waktu ulangan atau membicarakan orang lain, tapi karena teman-temanku. Lho? Memang, aku merasa bersalah banget sama beberapa temanku, terutama teman-teman baik ku di SMP. Seperti di posting ku yang "In A Mess" , aku akhir-akhir ini males banget bersosialisasi. Bahkan untuk sekedar balas sms temen-temenku pun aku males kalau nggak penting-penting banget. Walaupun sebenernya sms sesingkat apapun seperti "lagi ngapain?" atau "aku kangen banget sama kamu" itu termasuk penting kalau yang mengirim adalah sahabatku, tapi aku jarang atau lebih tepatnya nggak pernah bales. Bukan berarti aku melupakan mereka, ini memang aku aja yang aneh. Aku akui itu. Mungkin kalian juga setuju, orang macam apa yang nggak membalas sms sahabatnya yang beda sekolah dan jarang banget ketemu? Kalau alasannya sibuk atau banyak ulangan sih nggak apa-apa, tapi ini alasannya nggak jelas. Aku memang aneh.

To the point aja, rasa bersalahku ini tertuju pada seorang YULI. Lagi-lagi Yuli. Sepenting apa sih anak yang bernama Yuli ini? Penting banget, bagiku. Tapi, berhubung aku ini aneh, si Yuli jadi sakit hati karena merasa telah dilupakan. Aku nggak nyangka kalau dia bakal se-ekstrim itu. Aku udah pernah cerita ke dia kalau keadaanku sekarang lagi kurang baik, tapi ternyata keadaanku-yang-lagi-kurang-baik itu malah bikin dia mikir yang nggak bener. Aku mengaku bahwa aku sangat bersalah. Aku sungguh-sungguh bersalah kepada Yuliana Kristanti, penggemar Lee Donghae yang setia dan sahabatku yang tercinta. Kamu harus tahu, Yul, aku nggak pernah dan nggak mungkin melupakanmu. Jadi, please, jangan jadi impulsif.

Buat Yuli, maaf kalau sebagai sahabat aku kerjaannya cuma bikin kamu sakit hati. Mungkin aku emang bukan sahabat yang terbaik bagi kamu, tapi kamu tetap sahabat yang terbaik buat aku :) Memang sekarang semuanya tidak berjalan seperti yang aku pikirkan dulu, kita susah banget buat ketemuan, bahkan sms-an aja susah. Tapi yang penting, kamu nggak akan mungkin terlupakan atau tergantikan. We're ELFish forever, right?

Tuesday, 15 October 2013

Be Grateful

Jujur, pada awalnya aku nulis posting ini karena gak ada kerjaan (lebih tepatnya banyak kerjaan tapi males). Posting ini murni untuk curcol semata, tapi entah kenapa otakku yang brilian ini memunculkan judul "Be Grateful". Bukan asal judul, memang inilah inti dari posting yang awalnya adalah curhatan seorang remaja SMA galau.

Ceritanya, akhir-akhir ini aku sering capek. Secara mental dan fisik. Semua ini karena satu hal. Lomba PBB. Yak. Lomba paling (gak) penting sedunia. Lomba PBB ato bahasa kerennya defile ini diadain di sekolahku buat memperingati hari raya apa gitu, pokoknya tiap taun selalu ada. Berhubung aku adalah murid baru di lingkungan sekolah ini, aku kaget. Tidak percaya. Tidak siap. Males. Karena yang namanya baris berbaris gak mungkin cuma 5 orang, berarti 1 kelas ikut. Benar sekali. Awalnya, kelasku keliatan nggak niat banget. Latian waktu jam olahraga, banyak yang gak niat. Disuruh jalan di tempat, kakinya gak 90 derajat, disuruh maju jalan, malah jalan santai. Ribet deh. Bikin emosi. Tapi entah kenapa, H-7 defile, si pemimpin menjadi bersemangat! Dia kemudian ngusulin buat 'mengeliminasi' anak yang memperlampat kemajuan alias anak yang gak niat. Jadinya, sekelas yang isinya 42, yang ikut defile cuma 32 aja. Sempet galau juga dengan keputusan ini. Ada yang bilang boleh sekelas ikut beberapa, ada yang bilang harus ikut semua, ada yang bilang harus ada surat keterangan sakit, dll, dsb. Ditambah lagi wali kelasku tercinta lagi sakit sehingga gak bisa mendampingi kita latian. Sampe kemarin, berhubung pas latian sekelas jadinya ancur, ada satu anak telpon wali kelas. Lucky! Wali kelasku ngijinin yang ikut cuma 32 (love you mam :*). Bau kemenangan pun tercium kembali (haha).

Lalu apa hubungannya dengan "Be Grateful"? Sekilas cerita tadi memang gak ada hubungannya sama sekali dengan judul posting. Tapi kalian semua SALAH! Tidakkah kalian memikirkan perasaan 10 anak yang tidak terpilih ikut defile itu? Memang ada yang dengan senang hati gak mau ikut, tapi ada juga yang niat ikut, tapi sayangnya gak kepilih. Mau gimana lagi. High school is rude. Kalo kamu gak akrab sama anak populer, jangan harap dipilih. Bukannya aku memihak, tapi emang itulah kenyataan. Untuk bisa survive di SMA, harus bisa dikenal sama anak populer. Paling nggak dikenal sama anak populer di kelas. Kalo kamu nggak rame, nggak alay, susah untuk dikenal. Kecuali kamu sangat cantik. Hidup memang kejam. Itu juga yang dialami oleh beberapa temenku. Sebelumnya, aku sama sekali nggak menyadari hal ini. Aku biasa-biasa aja karena kepilih ikut, tapi sisanya? Ternyata beberapa dari mereka juga sakit hati. Tiba-tiba aku jadi merasa sangat bersyukur karena terpilih. Aku nggak bisa membayangkan rasanya tidak dipilih seperti itu. Bukan berarti aku tidak pernah mengalami. Aku pernah. Dan itu cukup membuatku sakit hati sampe2 aku nangis di depan mama. Air mata pertama saat SMA (cie). Tidak dibutuhkan memang perasaan yang berusaha kita hindari. Semua orang ingin merasa dibutuhkan. Lalu aku sampai pada kesimpulan, 'be grateful' memang sesuatu yang harus kita lakukan. Terkadang kita merasa bahwa kita adalah orang paling sengsara, paling menyedihkan di dunia, tapi kenyataannya, ada yang sama atau bahkan lebih menderita dari kita. Tidak usah jauh-jauh sampai memikirkan rakyat Afrika, cukup lihat sekelilingmu. Bahkan sangat mungkin bahwa orang yang dekat denganmu memiliki perasaan kesepian dan tidak diinginkan. Jadi, buat semua murid-murid SMA di luar sana, berbahagialah kalau kamu termasuk dalam kategori 'orang yang dipilih'. Bagi yang tidak, berjuanglah! Jangan menunggu orang lain mendekatimu, perubahan harus dimulai dari dirimu. TETAP BERSEMANGAT!

NB : posting ini ditulis pada bulan Februari kemarin. Tapi karena banyak hal, baru bisa di-publish sekarang. Maaf ya :(

Monday, 14 October 2013

In A Mess

Pernah nggak kalian ngerasa bahwa hidup kalian lagi kacau banget? Nilai di sekolah jelek, tengkar sama pacar ato temen, dimarahi orang tua, dll yang bikin kalian pingin marah sambil nangis (nah). Situasi di mana kamu serasa tidak bisa mengendalikan hidupmu. Kalo kalian pernah ngerasain itu, kita senasib bung :') Kalian pasti tahu kekacauan dalam hidup kalian yang damai akan mengakibatkan perasaan sedih, pingin marah, pingin nangis, pokoknya emosional dan melankolis banget deh. Itu semua adalah hal yang sangat dihindari oleh semua orang, tapi sayangnya sulit dihindari.

Aku juga nggak ngerti gimana awalnya aku bisa ngerasa kacau banget, but this is life. Izinkan aku curhat ya :3 Akhir-akhir ini, entah sudah berapa lama, tapi aku ngerasa bahwa hidupku agak nggak terkendali. Nilai-nilaiku terombang-ambing, kehidupan sosialku buram, keadaan batinku juga rapuh. Bukannya aku nggak berusaha, tapi ada aja yang menghalangi aku untuk memperbaiki itu semua. Nilaiku yang turun misalnya, aku udah belajar sekuat tenaga, tetep aja hasilnya nggak bisa terlalu memuaskan. FYI, aku nggak suka dikalahin. No problem sih kalo orang yang ngalahin aku emang layak menurut seleksi yang aku bikin, tapi kalo yang bisa ngalahin aku adalah orang yang nggak masuk hitungan, pasti aku bakal sakit hati banget. Dalam hal ini adalah anak di kelasku. Waktu menerima laporan bulanan (rapor sisipan) kemarin, meskipun nilaiku gak bagus-bagus amat, tapi aku bisa ranking 1 di kelasku dan bagiku, itu harus dipertahankan. Anak yang bikin aku kesel dan sirik ini, dapet ranking 2 waktu itu padahal nilainya juga bagus. Tapi, bulan ini entah hanya perasaanku ato emang beneran, nilai-nilai dia menurutku jauh lebih bagus daripada aku. Tentu aku gak terima. Aku juga nggak yakin dengan alasannya, tapi dia emang gak masuk hitungan sebagai saingan beratku. Mungkin mulai saat ini aku harus memasukkannya dalam daftar itu. Begitulah, sebelumnya aku nggak pernah merasa se-terancam ini sama nilaiku di sekolah, makanya aku agak kalap. Khawatir dan takut dikalahkan.

Kehidupan sosialku juga sama, abu-abu. Emang dari dulu aku bukan termasuk anak populer ato anak ramah dan cerewet yang dicintai banyak orang. But, at least, I have those best friends whom I can talk to everyday. Dulu, bisa dibilang setiap hari aku sms-an sama sahabatku. Entah curhat ato cuma sekedar membahas masalah-masalah abstrak. Sekarang? Boro-boro sms, megang handphone aja jarang. Bukan berarti aku gak punya waktu, tapi aku males. Somehow, aku males banget sms-an, twitter-an, whatsapp-an, teleponan, line-an, dan apapun-an. Intinya, aku males bersosialisasi. Bukan berarti aku pingin jadi anak kuper, aku cuma males banget sok perhatian dan sok pingin curhat padahal kenyataannya aku nggak pingin cerita. Dari luar kelihatannya aku menjauh dari temen-temenku, tapi aku cuma capek dan malas. Aku punya banyak masalah, tapi aku nggak mau cerita atau mungkin nggak tahu harus cerita ato nggak. Sekilas emang aku sepertinya complicated banget. This is me. Aku cenderung menyimpan masalahku sendiri karena aku berpikir nggak ada orang lain yang bisa menyelesaikan masalahku. Aku berprinsip mandiri. Aku harus bisa menyelesaikan semuanya sendiri walaupun kenyataannya aku nggak kuat. Tapi aku terlalu keras kepala untuk mau berubah. Aku tetap menyimpan semuanya sendiri, bergumul sendiri, tanpa menyadari bahwa aku punya orang-orang yang siap untuk membantuku. Buat semua temenku, maaf kalo aku jadi nyebelin. Maaf kalo aku jarang bahkan gak pernah sms. Maaf banget.

Keadaan batinku yang lagi rapuh ini disponsori oleh keenggananku menceritakan masalah-masalahku sama orang lain. Seperti yang udah aku omongin di atas, aku emang tertutup. Aku tetep nggak mau orang lain tahu masalahku meskipun rasanya tiap hari aku pingin nangis. Di SMA ini, menurutku banyak banget orang munafik. Aku nggak bisa melihat hubungan yang tulus. Mungkin aku yang impulsif, tapi aku ngerasa kalo mereka berteman karena suatu hal duniawi, entah materi atau popularitas. Intinya, kalau kamu nggak bisa menyamakan diri dengan mereka, kamu bakal dikucilkan. Sebenarnya aku males kalau harus pura-pura ramah dan baik di depan temen-temenku, tapi kalau nggak gitu mungkin masa-masa SMA-ku bakal jadi sangat suram. Memang sih, nggak semuanya seperti itu, tapi tetap orang-orang mayoritas lebih berkuasa, that's why I'm always in a pressure. Seringkali aku ingin menghilang dari dunia ini (bukan berarti aku pingin mati). Aku cuma ingin hidup di dunia di mana aku nggak harus pura-pura baik, pura-pura ramah sama orang supaya bisa dilihat. Aku ingin bisa dianggap normal walaupun nggak pernah mau ngajak ngomong orang lain. Kadang-kadang aku miris kalo inget sama temen-temen baik ku waktu SMP. Mereka berusaha menghubungi aku, tapi aku nggak pernah nanggepin. Aku nggak mau mereka tahu kalo keadaanku sekarang lagi kacau.

As conclusion, I can say that my life is COMPLETELY IN A MESS. Aku nggak tahu berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk keluar dari kondisi ini, but I hope it's not for a long time. Aku harus bangkit dan bersiap-siap untuk masa depanku. Wish me lots of luck! Semoga aku bisa jadi lebih kuat dan melewati semuanya ini secepat mungkin. AMEN.

Friday, 9 August 2013

Everybody's Special

Semua orang itu punya kelebihan masing-masing, punya keunikan tersendiri yang bikin kita berbeda dari orang lain. Kalian pasti udah tau bahkan anak kembar identik pun sebenernya nggak bener-bener identik. Susunan DNA-nya aja beda atau gampangnya, sifatnya pasti beda. Mungkin yang satu kalem, sedangkan yang satunya brutal. Kalau anak kembar aja beda, apalagi yang gak kembar? Tapi, dunia ini aneh atau lebih tepatnya orang yang tinggal di dunia ini aneh. Mereka suka seenaknya sendiri mengembar-kembarkan seseorang. Nah. Maksudnya apa? Ini bukan kayak sinetron putri yang ditukar atau anakku bukan anakku, bukan. Ini hanya fakta yang cukup sering terjadi di sekitar kita tanpa kamu sadari.

Kalian pernah nggak, dibilang mirip sama seseorang? Dibilang kamu adiknya lah, kakaknya, sepupunya, mamanya, anaknya, dll, dsb. Pernah? Kalau nggak pernah bersyukurlah! Kalau pernah, kita senasib kawan :') Nggak ada orang di dunia ini yang mau dikembar-kembarin! Atau gampangnya, gak ada satu orang pun yang mau diduain. Pasti bener. Mulai dari yang sederhana, kalau kamu (terutama cewek) beli tas atau baju atau sepatu yang menurut kamu bagus banget terus waktu kamu pakai ke sekolah atau jalan-jalan tiba-tiba ada orang yang pake barang yang sama persis kayak kamu. Gimana perasaanmu? Mungkin kalau cuma waktu jalan-jalan sih oke ya, soalnya kemungkinan bisa ketemu lagi kan kecil, tapi kalau kejadiannya di sekolah ceritanya lain. Pasti dalam hati kalian berpikir "Sialan anak itu, kayak gak ada barang lain yang lebih bagus aja." Padahal belum tentu kamu beli duluan. Biasanya kalau anak-anak orang kaya, nemu "kembaran" kayak gini, mereka gak bakal mau pake barang itu lagi. "Males pake barang pasaran," katanya.

Itu tadi baru contoh pake barang. Gimana kalo sekarang mukamu yang dikembar-kembarin? Apa gak emosi? Misalnya gini, kamu lagi jalan bareng temen-temenmu ke kantin, tiba-tiba salah satu temenmu-yang-cuma-kenal-tapi-gak-deket ngomong dengan wajah excited, "Eh, kalo diliat-liat, kamu mirip ya sama si Z!" Dan kamu cuma bisa senyum-senyum canggung. Dalam hati, "MAKSUD LO??" Itu contoh kalo kamu dimirip-miripin sama temen sebaya. Kalo temenmu-yang-cuma-kenal-tapi-gak-deket ngomong (masih dengan wajah riang gembira), "Eh, ternyata kamu mirip banget ya sama guru Fisika! Jangan-jangan kamu anaknya ya? Wah, jangan-jangan kamu ketuker waktu di rumah sakit. Hahaha." Dan lagi-lagi kamu cuma bisa senyum terpaksa. Dalam hati, "WAT DE FAK?? LO KIRA INI SINETRON??"
Nggak ada orang yang suka dikembar-kembarin mukanya karena nggak ada orang yang suka dibilang mukanya muka pasaran. Yang pasti, nggak ada orang yang suka mukanya dikembar-kembarin sama guru, apalagi guru fisika! Pasti temen-temen-yang-gak-mikirin-perasaan-orang-lain itu bakal nyalahin murid-yang-mukanya-mirip-guru itu kalo misalnya si guru yang bersangkutan marah di kelas, ngasih soal ulangan yang menakjubkan, ato ngasih tugas gak kira-kira. Bayangin, anak yang orang tua kandungnya guru aja gak suka kalo diperlakukan kayak gitu, apalagi anak yang "dipaksa" punya orang tua guru!

Jadi, buat kalian para pelaku 'pengembaran' orang ini, BERTOBATLAH! Sebelum kalian melakukan hal ini, coba pikir perasaan korbanmu. Mungkin mereka emang cuma senyum-senyum, tapi apa mereka beneran senyum? Gimana kalo sebenernya mereka marah banget tapi gak berani marah ke kalian karena takut dianggap sensitif dan lebay? Aku bisa ngomong gini karena memang aku pernah mengalami. Tapi aku secara pribadi, sama sekali gak punya keinginan buat ngelakuin hal kayak gitu. Kasihan aja. Kalau dimirip-miripin sama artis yang beneran cantik atau ganteng sih mending. Tapi mana ada yang mau ngelakuin itu? Para pelaku kan pinginnya ngelawak, pingin bikin orang lain ketawa, bukan pingin bikin korban seneng. Emang dengan cara kayak gitu banyak yang ketawa, tapi korbannya? Mereka berpikir, "LO KIRA ITU LUCU??"
Pesan terakhir buat para pelaku, gak usah diterusin ato nanti aku doain kalian "dikembarin" sama pacar kalian! MUAHAHAHAHA!

Tuesday, 11 June 2013

Grow Up!

Seringkali aku sebel sama remaja-remaja zaman sekarang. Emang aku juga masih remaja, tapi aku remaja yang dewasa (bohong). Yang suka bikin aku sebel sama remaja-remaja masa kini adalah mereka sukanya berlebihan, overacting, lebay, alay, dan sebangsanya. Mereka kalau ngomong (atau lebih tepatnya nge-twit dan pasang status) itu sukanya gak mikir pake otak. Walaupun aku juga remaja yang masih beranjak dewasa, tapi aku merasa bahwa aku lebih realistis. Aku punya jiwa alay dalam diriku, tapi itu semua hanya untuk kesenangan, buat bercanda aja, nggak diterapkan di segala aspek kehidupan. Kalau remaja pada umumnya? ALAY MENDARAH DAGING. Coba liat deh status remaja-remaja di facebook, twitter, tumblr, BBM, line, kakaotalk, path, whatsapp, wechat, dan semua jejaring sosial, pasti kebanyakan status galau dan cinta-cintaan, misal:

"I will love you forever :* 12.12.13" (maksudnya tanggal jadian)
"You may leave me, but you'll never leave my heart" (biasanya habis putus)
"Rese, beraninya cuma di twitter. Ayo sini ketemuan kalo berani!" (biasanya dia pikir orang yang ngerasani dia itu pengecut, padahal dia sendiri juga... *eh)
"Baru liburan seminggu udah tambah gendut aja, gimana nihh :(" (padahal sebenernya dia udah kurus dan cuma naik 0.5 kilo)
...

Banyak banget contoh status galau dan gak penting yang mungkin akan terlalu panjang kalo ditulis semua di postingan ini. Yang mau aku bicarakan di sini adalah terutama yang terakhir. Aku paling sebel, kalo ada cewek yang posting foto di Instagram ato di manapun terus dipuji cantik, eh, mereka malah bilang "apanya cantik? aku keliatan gendut banget lo :(" Bodoh nggak? Udah dipuji orang, malah ngejek diri sendiri. Tanpa mereka sadari, sebenernya itu modus untuk dipuji lagi. Biasanya, orang yang masih punya belas kasihan bakal bilang, "Gak gendut ah, kamu cantik kok ;)". Sampai sekarang sih aku belum menemukan orang yang sangat jujur terus bilang kayak gini, "Hahaha, akhirnya nyadar juga kalo kamu itu gendut =D" ato "Nggak, kamu gak gendut kok. Cuma jelek aja, gak fotogenik." Yeah! Entah gimana perasaan orang yang foto itu. EGP.

Bukan itu aja yang bikin aku sebel. Aku sering banget liat, temenku yang menurutku dan emang kenyataannya kurus, cuma sedikit chubby ato bahkan nggak chubby sama sekali, bilang kalo dia itu gendut terus pingin diet. Dalam hati aku teriak, KAMU UDAH KURUS BEGO! Kalo aku yang ngomong sih terlihat lebih realistis, karena aku emang butuh untuk menurunkan berat badan. Tapi mereka? Udah punya lengan kecil, kaki langsing, muka tirus, MASIH PINGIN KURUS? Go to hell. Aku jadi ngerasa tersindir gitu. Masa mereka yang udah kurus masih pingin kurus, sementara aku yang gemuk dan pingin kurus aja gak kurus-kurus? Mungkin beberapa dari kalian pernah mengalami hal ini, kita senasib teman (tos).

Kedua, yang kadang bikin aku sebel juga adalah status kayak gini "ilysm,idwtlyf" Apa artinya? Aku sendiri juga gak tau. Mending kalo cuma "ily","imy","ty","hbd","Gbu" masih bisa ditebak lah. Tapi kalo kayak gini, "idhtoiwopqirjwofknlaiapofiufe" APA ARTINYAA? Menurutku, kalo kita pasang status ato nge-twit, tujuan kita adalah biar temen-temen kita tau apa perasaan kita, apa yang mau kita sampaikan. Tapi kalo status/twit-nya kayak gitu, sapa yang ngerti? Bahkan Albert Einstein pun gak akan ngerti! Jadi ngapain kamu bikin status/twit tapi gak ada yang ngerti? ST*P*D.

Itu adalah beberapa contoh sikap remaja yang gak logis dan kekanak-kanakan. Kalo kamu termasuk salah satu di antara itu, aku mau bilang, GROW UP! Being a teenager isn't the reason to be a complete retard. Kamu gak boleh melakukan kesalahan dan bilang "Maklum lah, aku kan masih remaja.." Hell to the NO. Kita emang masih remaja, tapi kita gak selamanya remaja. Belajar sedikit lebih dewasa. Kalo gak dimulai dari sekarang, selamanya kamu akan bertingkah laku konyol seperti remaja. Mulai gunakan otakmu sebelum melakukan apapun. Coba sekali-kali diam dan berpikir, apa hal ini pantas dilakukan? Apa reaksi teman-temanku kalo aku melakukan ini? For all the teenagers out there, remember, you have to GROW UP! Be MATURE!