Showing posts with label motivation. Show all posts
Showing posts with label motivation. Show all posts

Sunday, 20 September 2015

Bebas Galau

Kalian pasti sudah nggak asing lagi kan dengan kata "galau"? Kalau masih asing, sudah berapa lama anda tinggal di gua? Akhir-akhir ini banyak banget orang, terutama remaja, yang suka pakai kata ini. Dikit-dikit galau, gak bawa tugas galau, laper galau, gak punya uang galau, ditinggal pacar galau, ditinggal temen galau, ditinggal anjingnya galau, 10 tahun gak makan? Mati lah.

...

Oke, kembali ke topik utama. Aku heran, kenapa mereka bisa dengan mudahnya mengucapkan kata galau? Aku beranggapan bahwa mereka nggak mengerti arti kata "galau" yang sebenernya. Kalo menurut KBBI, galau adalah sibuk beramai-ramai ; ramai sekali ; kacau tidak keruan (pikiran). Dalam arti lain, galau adalah gabungan antara perasaan resah, senewen, terombang-ambing, kalut, dan pikiran keruh. Parah kan? Mungkin ini bisa jadi pencerahan untuk kalian, jangan sedikit-sedikit pakai kata "galau" kalo nggak tau arti sebenernya.
Tapi bukan itu yang mau kubahas kali ini. Dalam posting ini aku bermaksud untuk membahas mengapa remaja sekarang ini mudah 'galau'. Kebanyakan pasti alesannya adalah cinta. Yak, aku akan khusus menjawab pertanyaan "Mengapa remaja suka galau karena cinta?"

Jawabannya adalah karena mereka masih kecil. Coba dipikir deh, emang ada orang dewasa yang galau karena cinta? Pernah kamu denger orang tua kamu galau? Nggak kan. Itu karena mereka udah dewasa, udah punya banyak pengalaman, udah bisa mikir yang bener pake otak. Kalau remaja-remaja itu kebanyakan gak mau mikir lama-lama, langsung ngambil keputusan, makanya jadi galau. Ini ada hubungannya sama sifat remaja yang berjiwa (sok) petualang, (sok) ilmuwan, (sok) politisi, dan (sok) (sok) lainnya. Biasanya remaja itu suka banget nyoba hal-hal menantang, tapi mereka gak siap sama resiko yang bakal didapat. Remaja juga kepo banget, pingin tahu segala hal, tapi setelah rasa ingin tahunya terpuaskan, gak tahu informasi yang baru didapat itu harus diapain. Gak ketinggalan, remaja juga pinter banget ngomong, tapi yang diomongin seringnya gak mutu. Semua sifat-sifat (sok) dari remaja inilah yang membuat mereka galau.

Dalam urusan cinta, para remaja awalnya pingin merasakan cinta meskipun udah dilarang sama orang tua. Bahkan setelah mendengar cerita kegagalan cinta temennya, bukan tambah kapok malah nantang. Jadilah mereka PDKT (buat mencari cinta maksudnya). Gak cukup PDKT, karena mereka pingin tahu banget rasanya pacaran, akhirnya pacaran deh. Pas pacaran pinter banget ngerayu pasangannya, juga pinter banget ngeles kalo ketahuan selingkuh. Nah. Lanjutannya kalian pasti udah ngerti lah ya. Bisa dibuktikan bahwa sifat-sifat kurang dewasa dari remajalah yang menyebabkan galau.

Alasan kedua, remaja itu lemah. Bukan lemah secara fisik, tapi secara mental. Pasti banyak remaja-remaja, cowok terutama, yang mukanya sangar kayak mafia, badannya berotot kayak Ade Rai, tapi suka galau. Cucok banget. Dan alasan mereka galau adalah... lagi-lagi, CINTA. Bayangin, badan seperkasa itu bisa ditumbangkan dengan mudah oleh cinta. Ini membuktikan bahwa cinta membuat kita lemah, juga memberi pencerahan kepada para cewek, jangan pacaran sama Ade Rai (?) Emang bener sih, cinta bisa membuat kita lemah, tapi berhubung para remaja masih labil, maka cinta akan membawanya terbang tinggi ke langit ketujuh dan kemudian menghempaskannya ke bumi tanpa ampun! Sakit kan? Para remaja kadang nggak berpikir panjang dan logis, jadi mereka hanya mikir cinta, cinta, cinta. Asal ada pacar, temen bisa diduain, pelajaran diduain, sodara diduain, guru diduain, cuma orang tua yang gak diduain soalnya orang tua adalah sumber asupan dana #truestory. Karena remaja suka terlalu bergantung sama cinta, mereka jadi makin lemah. Kenapa remaja lemah? Pertama, mereka suka nyoba-nyoba hal baru yang secara tidak langsung menggerogoti kekayaan orang tua. Kedua, kurang tanggung jawab. Biasanya remaja itu suka keluyuran, biar keren katanya. Tapi, pelajaran terlantar. Ketiga, mereka sangat mementingkan cinta dan pacar. Bagi kebanyakan remaja, jomblo itu ngenes. Apalagi jomblo yang gak pernah merasakan cinta, jomblo sengsara. Mindset ini yang bikin mereka lemah karena mereka gak tahu kalo cinta itu kayak kripton buat superman. Karena cinta, para remaja galau. Karena cinta, para remaja patah hati.

Jadi, sebaiknya kalian mikir-mikir dulu sebelum memutuskan untuk menjalin cinta. Jatuh cinta sih boleh-boleh aja, toh gak bisa dihindari. Tapi, jangan jatuh terlalu dalam, susah keluarnya. Ada satu hal yang harus selalu kalian inget, "sakit hati disebabkan oleh terlalu berharap." 100% pasti bener. Udah terbukti. So, kalo kalian gamau sakit hati, jangan terlalu banyak berharap. Entah sama gebetan, bahkan sama pacar sendiri pun ga usah terlalu berharap kecuali kalian udah siap disakitin. Sekarang gimana? Apa kalian pingin bebas galau? Ato lebih pingin sakit hati?

Tuesday, 30 December 2014

Start Living

#prayforairasiaQZ8501

Hashtag itu pasti jadi trending topic di berbagai media, terutama di Indonesia. Semua channel TV terus memberitakan tentang hilangnya pesawat Air Asia QZ 8501. I feel really sorry for all the passengers and their families, tapi satu hal yang bikin aku makin sedih adalah peristiwa ini begitu dekat dengan aku. Beberapa penumpang pesawat itu adalah temenku dan ada juga kenalan orang tuaku. Aneh rasanya, tiba-tiba mendengar orang yang kamu kenal terkena kecelakaan dan disiarkan di semua channel TV nasional, bahkan sampe masuk berita internasional. Aku merasa seperti kematian semakin dekat.

Karena peristiwa itu, aku jadi mulai berpikir, gimana kalo aku yang jadi penumpang pesawat itu? Apa aku udah siap untuk meninggalkan dunia ini? Apa yang selama ini udah aku lakukan sewaktu hidup? Then I realize, I've done nothing. Selama ini aku hanya menjalani kehidupan yang normal. Sekolah, jalan sama temen, makan, tidur, males-malesan. That's it. Ngebanggain orang tua? Aku rasa nilai bagus di sekolah aja ga cukup buat ngebanggain orang tua. Yang paling penting, aku belum pernah melakukan sesuatu yang membuat diriku sendiri bangga.

Waktu aku lagi di toko buku, aku ngeliat sebuah buku yang berjudul Who Will Cry When You Die? Sewaktu baca judul buku ini, aku sempet mikir juga, iya ya, emang kalo aku mati siapa yang bakal nangis? Berapa orang yang bakal bener-bener kehilangan aku?
Di dalam buku itu dijelasin, bahwa dalam hidup, kamu jangan cuma mikirin seneng-seneng, jadi orang kaya dan terkenal, tapi yang lebih penting adalah membangun relasi. Jangan cuma berteman biar bisa gaul dan terkenal, tapi carilah sahabat. Bertemanlah yang tulus, supaya nanti waktu kalian udah nggak di dunia ini lagi, kalian bener-bener merasa lega dan bahagia. Buatlah hidupmu bermakna, sehingga nggak ada lagi penyesalan ketika waktumu sudah habis. Quote ini mungkin bisa dijadikan motivasi dalam hidupmu :

"When you were born, you cried while the world rejoiced. Live your life in such a way that when you die the world cries while you rejoice."

So, what are you waiting for? Stop existing, start living! ;)

Sunday, 17 August 2014

Happy Independence Day, INDONESIA!


Nggak kerasa, udah 69 tahun berlalu sejak Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Nggak kerasa juga, udah 7 kali aku ikut upacara 17-an. Sangat tidak menakjubkan, bukan? Mungkin aku bisa dibilang beruntung bisa hidup selama 17 tahun di Indonesia tanpa pernah merasakan penjajahan. Tapi, kadang aku juga mikir, apa setelah merdeka Indonesia bener-bener bahagia? Meskipun udah nggak ada lagi tentara-tentara asing yang jalan-jalan sambil bawa senapan, apakah Indonesia udah bener-bener merdeka?

Semua orang juga tahu kalo Indonesia punya banyak banget masalah yang belum ditemukan jalan keluarnya. Mulai dari kemiskinan, bencana alam, sampe pemerintah yang gak bosen-bosen korupsi. Apa 69 tahun dan 6 presiden kurang? Pendapatku mungkin gila dan sotoy, tapi aku rasa lebih baik Indonesia dijajah lagi aja. Buktinya, waktu dijajah sama Inggris, rakyat Indonesia nggak sengsara-sengsara banget kan? Malah tambah maju. Emang semua orang pasti menginginkan kemerdekaan, tapi apa salahnya dijajah jika itu demi kebahagiaan Indonesia?

Itu semua cuma opiniku, aku nggak maksa kalian untuk menerima. Lagian, bukan itu yang pingin aku bahas di posting kali ini :p Sebenernya, aku menulis posting ini untuk memotivasi kalian (cie). Indonesia udah merdeka, walaupun kenyataannya masih "dijajah" oleh rakyatnya sendiri. Gimana dengan kalian? Apa kalian udah lepas dari penjajahan mantan? Kalo kalian males ato susah lepas, mungkin momen perayaan kemerdekaan ini bisa kalian gunakan sebagai momen kemerdekaan diri kalian. Bukan berarti kalian harus memberontak, keluar dari rumah, dan jadi backpacker gitu. Paling nggak, kalian udah bisa mandiri. Harus bisa mikir, kalian itu sekolah, mau gak mau harus belajar. Jangan main terus, pacaran terus. Kalian juga nggak usah galau-galauan lagi. Apalagi kalo galaunya sampe bikin kalian males ngapa-ngapain. Inget juga, masa depan Indonesia tergantung pada generasi mudanya. Kalo sekarang aja kalian nggak bisa "merdeka", gimana kalian bisa membuat Indonesia bener-bener merdeka?

Untuk mengakhiri posting yang sedikit ambigu ini, sekali lagi aku ucapkan, HAPPY INDEPENDENCE DAY, MY BELOVED COUNTRY, INDONESIA! I LOVE YOU SO MUCH!!
Dan buat kalian-kalian yang baca posting ini, BE INDEPENDENT! ;)

Thursday, 12 June 2014

Why Girls Need Make Up and Boys Go to Gym

"Don't judge a book by its cover"

Kalian pasti udah sering denger pepatah itu, kan? Well, that's bull shit. Aku gak bermaksud menghancurkan keoptimisan kalian, tapi kenyataannya memang begitu. Memang sih, pepatah itu gak sepenuhnya salah, tapi bukan berarti kalian harus menghayati kutipan tersebut mentah-mentah kan? Untuk memahami arti sebenernya dari pepatah ini, kalian harus menggunakan logika dan iman kalian.

Pertama-tama, kita artikan pepatah tersebut secara harafiah, "Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya."
Bayangin di kehidupan nyata, emang ada orang yang mau beli buku dengan sampul seadanya? Misalnya, ada dua buah novel yang isinya sama, cuman yang satu cover-nya diedit super indah dan satunya cuma dijilid di tempat fotokopian pinggir jalan yang harganya 1500 rupiah sekali jilid. Mana yang kamu pilih? Pasti yang cover-nya bagus, kan? Bahkan dalam dunia buku, gak ada yang mau beli kamu kalo cover-mu gak menarik.

Sekarang kita aplikasikan pemahaman itu dalam dunia manusia. Sama aja, baik perempuan ato laki-laki, kamu bakal kesulitan cari jodoh dan temen kalo kamu gak bisa bikin "cover" kamu menarik. Bukan berarti kalian harus operasi plastik dan sedot lemak, paling nggak, kalian harus bisa bikin penampilan kamu enak diliat. Cuci muka tiap habis bangun, sisir rambut, pake baju yang layak, perhatiin bau badan dan bau mulut. Dan buat kalian yang merasa gendut, coba hitung dulu :

BB normal = tinggi badan (cm) - 100
BB ideal = tinggi badan (cm) - 100 - [10% x (tinggi badan - 100)]

Udah selesai ngitung? Kalo berat badan kalian masih normal, pertahankan! Mau diet ya gak masalah, tapi gak usah diet ekstrim. Cukup olah raga teratur dan makan normal pasti cepet kurus. Buat kalian yang berat badannya udah ideal ato bahkan kurang dari ideal, stop ngomong "aku gendut banget :(" , "harus diet mulai besok!" , dan kalimat-kalimat lain yang mengidentifikasikan kalo kalian itu kelebihan berat badan. That's pathetic! Kalian seharusnya bersyukur punya badan ideal, gak usah sok gemuk. Diet itu bukan tren.
Dan buat kalian yang beratnya lebih dari berat badan normal, start dieting! Jangan pernah pake kalimat "Don't judge a book by its cover" sebagai alesan! Untuk bisa tahu inner beauty kamu, seseorang harus kenal sama kamu dulu. You know what? Gak ada orang yang mau kenalan sama orang yang gak menarik! Cewek, ketika ketemu sama cowok overweight, kumal, dan bau, bakal langsung ill feel, walaupun sebenernya cowok itu baik banget. Sama juga dengan cowok, kalo liat cewek gendut, pakaiannya ketinggalan jaman, dan rambut acak-acakan, langsung kehilangan minat.

That's why girls need make up and boys go to the gym. Karena kenyataannya, nobody sees our inner beauty at the first sight! Kalo kita berpenampilan menarik, orang-orang bakal pingin kenalan sama kita, baru dari sana kita tahu siapa yang cocok sama kita dan yang nggak. Jadi, jangan sekali-kali menyepelekan penampilanmu. Penampilan itu penting untuk membuat orang lain pingin kenalan sama kita, sedangkan inner beauty juga penting untuk membuat orang yang udah kenal sama kita merasa nyaman. Gimana? Udah sadar? Aku tahu kenyataan memang pahit :') So, mulailah membuat dirimu lebih menarik. Good luck! :D

Thursday, 23 January 2014

Let Go

Have you ever experienced a situation when you can do nothing but giving up? When the person you really love has to go and you can do nothing but saying goodbye?

I am in that kind of situation right now and it really breaks my heart. I'm not talking about boyfriend or anything similar, it's my teacher. Maybe some of you wonder, why would I be sad just because of a teacher? She is not just a teacher. She teaches chemical and also my homeroom teacher. That might not seem very special to you, but she is special for me. Although I am not the closest student to her, but somehow she has a special place in my heart that even I don't know. So, why am I sad? Well, she has a cancer. Whenever I think about cancer, I just remembered my grandmother who passed away because of cancer. I don't want that to happen to my favorite teacher. However, though I've prayed every night, it seems that God has another plan. Her condition now is not well, not even better. And wishing her to get well soon sounds ridiculous. I'm not being pessimistic, I tried to be realistic. Because I know, high expectations cause so much pain. I have to accept the fact that she might not be able to teach us again. I never knew that she is so important to me, but she is. When I heard about her condition today, I cried. The only thing I can do is to let God do the rest.

Sometimes, things don't work as you plan and you have to accept that. Sometimes, the person you love the most has to leave your life. And what should you do? Begging for that person to stay? Praying to God day and night to bring them back? It's actually a very selfish action. You have to learn to let go. Remember that God have the best plan for us. We have to move on so that we can see other better opportunities waiting for us. Never cry over your ex-boyfriend. It's just the past and you should never try to go back. Once you say goodbye, it means you are ready for the next phase of your life. Why would you bring something that you've left behind along you? It just adds your burden. That's life. There's happiness and there's pain. There's a meeting and there's a goodbye. You just have to learn from the pain, say goodbye to it, move forward and never look back. I know that's hard, but the happiness you will get worth the pain. Just to ensure you, keep this quote in mind :

When you really love a person, set him free. If he returns, he will be yours forever. But if he doesn't, he never will.

Wednesday, 1 January 2014

Another New Year Resolution

Happy New Year!


Gak kerasa, tiba-tiba udah 2014. Dan seperti kebanyakan orang, ini adalah saatnya untuk membuat resolusi tahun baru yang biasanya dilupakan dan diingat kembali di tahun baru berikutnya. Tahun lalu aku juga bikin resolusi untuk 2013 yang untungnya sedikit aku ingat tapi tetap banyak yang gak dilakukan. Okay, mungkin aku akan sedikit evaluasi resolusiku tahun lalu. Ada beberapa point yang udah berhasil aku capai, antara lain :
- Lebih rajin posting di blog
- Lebih banyak temen
.
.
.
Udah itu aja.

Kalo dilihat-lihat emang gak terlalu banyak yang berubah dari aku. Atau mungkin emang cukup banyak yang berubah, tapi jadi lebih buruk (eh). Emang kalo dipikir-pikir hidupku dari tahun ke tahun nggak tambah baik, malah sebaliknya. Temenku memang lebih banyak daripada waktu SMP, jauh lebih banyak malah. Tapi entah kenapa aku malah ngerasa nggak punya temen. Maka dari itu, resolusiku untuk tahun 2014 adalah :

PERCAYA DIRI ++

Hampir sama dengan tahun lalu sih. Dan memang itu yang paling sulit aku ubah. Aku mungkin terlihat cukup percaya diri di hadapan temen-temenku, tapi sebenernya aku adalah orang yang sangat rendah diri. Aku ngerasa kalo aku nggak cukup cantik dan gaul sehingga aku cenderung agak minder di sekitar temen-temenku. Semoga tahun ini aku berhasil mencari jalan untuk keluar dari segala perasaan rendah diri itu :)

Cuma satu aja resolusinya? Ya, aku kira satu aja udah cukup, jangan rakus! Satu aja belum tentu tercapai kok mau minta banyak. Namanya resolusi itu bukan to-do-list. Resolusi itu sesuatu yang ingin kita capai demi hidup yang lebih baik (ea). Jadi buat kalian yang pingin ikut-ikutan keren bikin resolusi tahun baru, gak usah banyak-banyakan resolusi! Tapi kalian harus banyak-banyakan resolusi yang tercapai tahun depan. So, once again, Happy New Year 2014! Be Better!


Wednesday, 4 December 2013

Hello December!



Maybe it's a little bit too late, but better late than never, right?

Gak kerasa, tiba-tiba udah Desember lagi. Rasanya baru bulan lalu aku naik kelas, eh sekarang udah mau semester 2. Waktu emang gak pernah mau nunggu.
Anyway, bukan itu yang mau aku bahas. Di posting ini aku mau tanya, apa makna bulan Desember bagi kalian? Bagi sebagian orang, bulan Desember adalah bulan yang paling membahagiakan. Bulan liburan. Atau bagi orang religius, bulan Desember adalah bulan kelahiran Tuhan Yesus, bulan yang suci. Bagi orang-orang optimis, bulan Desember merupakan akhir dari sebuah tahun. Sebuah titik (bulan) di mana kita memikirkan apa yang harus kita perbaiki di tahun yang akan datang. Sebuah kesempatan baru. Dan yang gak kalah penting, bagi para pelajar, bulan Desember adalah... BULAN UJIAN. Yak.

Memang kalo di film-film Natal, kesannya bulan Desember itu ceria banget. Tapi kalian tidak paham perasaan pelajar Indonesia dan pelajar-pelajar lain yang menghadapi ujian akhir! Di saat orang lain dengan bersemangat menyiapkan parsel atau hiasan Natal, para pelajar bergumul dengan setumpuk buku dan berlembar-lembar latihan soal. Ketika kebanyakan orang memikirkan kegiatan yang akan dilakukan saat Natal, kami para pelajar memikirkan sulitnya soal ujian besok. Waktu orang-orang menghitung berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk perayaan Natal, golongan pelajar menghitung berapa jam waktu tidur yang bisa didapat. Miris sekali bukan?

Cukup berkeluh kesah. Sekarang waktunya berpikir positif! Memang sih, kita para pelajar, cenderung menderita pada awal sampai pertengahan Desember. Entah karena otak yang overload kebanyakan belajar, atau deg-degan mikirin nilai rapor. Tapi, itu semua ada hikmahnya. Lihat liburan selama kurang lebih dua minggu yang telah menanti di depan mata! Menyenangkan bukan?

Buat para pelajar yang sedang menghadapi ujian, aku ucapkan selamat begadang! Semoga dapat nilai sesuai harapan. Jangan lupa pikirkan liburan yang telah menanti! God bless you :D

Saturday, 23 November 2013

Roket Air

Seperti yang kalian tahu, atau mungkin tidak tahu tapi akan tahu, aku adalah seorang siswa SMA kelas 11 IPA (sama sekali nggak bermaksud pamer). Sebagai anak IPA, tentunya aku harus belajar Fisika. Beberapa saat yang lalu aku mendapat tugas untuk membuat roket air. Cara membuatnya sih nggak terlalu sulit, tapi bukan itu yang mau aku bicarain di sini. Tanpa kalian sadari, sebenarnya di balik peluncuran sebuah roket air sederhana, terdapat pelajaran hidup yang sangat berharga! Kaget? Nggak usah alay. Jadi jangan sekali-sekali meremehkan anak IPA. Anak IPA itu kerjaannya nggak cuma ngitung pake rumus atau ngafalin bahasa-bahasa latin dan unsur-unsur yang seabrek, tapi anak IPA juga bisa jadi filosof yang baik kalau mereka bisa menangkap arti sesungguhnya dari tiap perjuangan yang telah dilalui.

Oke, jadi apa hubungannya roket air sama nilai-nilai kehidupan? Sedikit penjelasan, roket air sederhana bisa dibuat hanya dengan botol plastik dan pipa paralon. Untuk meluncurkan roket air, udara dipompa masuk ke dalam botol sehingga tekanan dalam botol bertambah. Setelah tekanan dirasa cukup, pengunci roket air dilepaskan dan sang roket pun akan terbang membumbung tinggi ke angkasa raya. Hebat kan? Lalu apa hubungannya dengan hidup?

Sekarang coba ibaratkan manusia sebagai roket air. Setiap hari kita mendapat berbagai masalah dan cobaan dari berbagai pihak. Bahkan terkadang kita merasa bahwa hidup kita hanya berisi masalah saja. Kita tertekan secara mental maupun fisik, tapi kita tidak bisa menyerah karena perjalanan kita masih panjang. Seperti roket air, semakin banyak tekanan yang diberikan, semakin tinggi juga ia meluncur. Begitu juga dengan manusia, semakin sering seseorang menghadapi masalah, ia akan menjadi semakin dewasa dan sukses. Jika baru diberi sedikit tekanan saja kita sudah menyerah, maka kita tidak bisa terbang tinggi. Tapi jangan lupa juga, botol plastik pun bisa hancur. Bila roket air diberi tekanan terlalu besar, roket akan pecah. Dalam hal ini, kita harus tahu batasan kemampuan kita. Kita tidak boleh memaksakan kemampuan kita. Ketika kita merasa depresi, bahkan kesehatan kita juga menurun, itulah saatnya mengambil istirahat. Menjauh dari masalah untuk sementara dan menenangkan pikiran. Jika kita terus memforsir tubuh kita, suatu saat kita bisa 'pecah' juga. Mulai dari kesehatan memburuk, sampai pekerjaan tidak selesai-selesai.

Jadi, mana yang kamu pilih? Menderita untuk sementara karena tekanan tapi sukses, mendapat sedikit tekanan dan sedikit sukses, atau malah tidak mau diberi tekanan sama sekali?

Thursday, 21 November 2013

Who is The Best?

Semua orang pasti pingin jadi yang terbaik. Entah itu terkaya, terpintar, tercantik/terganteng, terlucu, dll, dsb. Tapi seringkali itu semua hanya mimpi belaka. Kalau orang yang pantang menyerah, pasti mereka bakal terus berusaha biar hal-hal itu nggak hanya mimpi. Sedangkan yang lain mungkin memilih untuk menyerah, cukup puas dengan hanya menjadi biasa-biasa saja. Keinginan seseorang untuk menjadi yang ter-... (isi titik-titik sesuai keinginanmu) itu bukan tidak mungkin, tapi mustahil (apa bedanya). Kok gitu?

Memang 'nothing is impossible', tapi untuk hal yang satu ini memang mustahil. Why? Karena di atas langit masih ada langit (nggak usah dipikir pake logika). Artinya, meskipun kita merasa kita udah jadi yang terbaik, kenyataannya masih ada yang lebih baik dari kita. Gimana dengan orang terkaya sedunia? Kan masih sedunia, belum sejagad raya (becanda). Orang terkaya sedunia pun nggak akan selamanya kaya. Dalam kurun waktu beberapa tahun atau bahkan beberapa menit, peringkat itu bisa ganti. Nggak akan ada orang yang terus-terusan jadi orang terkaya di dunia. Sama dengan orang-orang yang namanya tercantum di Guinness Book of World Record. Nama-nama di buku itu akan terus berganti seiring dengan berjalannya waktu. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Apa yang harus jadi target kita?

Jangan pernah memiliki target untuk jadi yang terbaik, apalagi jadi yang terbaik bagi diri kita sendiri. IT'S A BIG NO! Kalau kamu memiliki target untuk jadi yang terbaik bagi diri sendiri, kamu akan cenderung membatasi diri kamu sendiri. Capek sedikit, kamu bakal bilang, 'nggak apa-apa deh, kan aku udah melakukan yang terbaik buat diriku'. Nah. Justru dengan target seperti itu kamu malah nggak akan maju-maju. Sedangkan kalau kamu punya target untuk jadi yang terbaik sedunia, kemungkinan besar kamu bakal jadi gila. Berhubung terus ada orang yang lebih baik dari kita, kita bakal terus berusaha dan bahkan menggunakan cara apapun untuk ngalahin orang itu. Jadi, secara tidak langsung hidup kita bakal suram dan bikin kena stroke. Bayangin, tiap hari kerjaannya mikirin strategi buat ngalahin pesaing. Belum lagi kalau gagal atau ada yang berkhianat, terus muncul seseorang yang ngaku-ngaku sebagai anak di luar nikah (semacam sinetron). Dijamin penderita anemia pun bisa kena darah tinggi.

Mulai sekarang, bikin target untuk jadi 'lebih baik'. Kamu harus bisa lebih baik dari sekarang. Berhubung manusia nggak pernah puas, kalau kamu memang manusia, kamu nggak boleh puas. Jadi, kalau kamu udah dapet nilai 100 di ulangan sejarah, jangan puas sebelum kamu bisa dapet 200.
Kamu memang gak bisa jadi yang terbaik, tapi kamu selalu bisa jadi lebih baik. Tunggu apa lagi? Be Better!


Thursday, 24 October 2013

Life

Life is kind of like a party.
You invite a lot of people,
some leave early,
some stay all night,

some laugh with you,
some laugh at you,
and some show up really late.

But in the end,
after the fun,
there are few who stay to help you clean up the mess.

And most of the time,
they aren't even the ones who made the mess.
These people are your true friends in life.
They are the only ones who matter.

No matter how many mistakes you make
or how slow you progress,
you are still way ahead of everyone who isn't trying.

We are all weird.
And life is weird.
And when we find someone whose weirdness is compatible with ours,
we call it LOVE.

Tuesday, 15 October 2013

Be Grateful

Jujur, pada awalnya aku nulis posting ini karena gak ada kerjaan (lebih tepatnya banyak kerjaan tapi males). Posting ini murni untuk curcol semata, tapi entah kenapa otakku yang brilian ini memunculkan judul "Be Grateful". Bukan asal judul, memang inilah inti dari posting yang awalnya adalah curhatan seorang remaja SMA galau.

Ceritanya, akhir-akhir ini aku sering capek. Secara mental dan fisik. Semua ini karena satu hal. Lomba PBB. Yak. Lomba paling (gak) penting sedunia. Lomba PBB ato bahasa kerennya defile ini diadain di sekolahku buat memperingati hari raya apa gitu, pokoknya tiap taun selalu ada. Berhubung aku adalah murid baru di lingkungan sekolah ini, aku kaget. Tidak percaya. Tidak siap. Males. Karena yang namanya baris berbaris gak mungkin cuma 5 orang, berarti 1 kelas ikut. Benar sekali. Awalnya, kelasku keliatan nggak niat banget. Latian waktu jam olahraga, banyak yang gak niat. Disuruh jalan di tempat, kakinya gak 90 derajat, disuruh maju jalan, malah jalan santai. Ribet deh. Bikin emosi. Tapi entah kenapa, H-7 defile, si pemimpin menjadi bersemangat! Dia kemudian ngusulin buat 'mengeliminasi' anak yang memperlampat kemajuan alias anak yang gak niat. Jadinya, sekelas yang isinya 42, yang ikut defile cuma 32 aja. Sempet galau juga dengan keputusan ini. Ada yang bilang boleh sekelas ikut beberapa, ada yang bilang harus ikut semua, ada yang bilang harus ada surat keterangan sakit, dll, dsb. Ditambah lagi wali kelasku tercinta lagi sakit sehingga gak bisa mendampingi kita latian. Sampe kemarin, berhubung pas latian sekelas jadinya ancur, ada satu anak telpon wali kelas. Lucky! Wali kelasku ngijinin yang ikut cuma 32 (love you mam :*). Bau kemenangan pun tercium kembali (haha).

Lalu apa hubungannya dengan "Be Grateful"? Sekilas cerita tadi memang gak ada hubungannya sama sekali dengan judul posting. Tapi kalian semua SALAH! Tidakkah kalian memikirkan perasaan 10 anak yang tidak terpilih ikut defile itu? Memang ada yang dengan senang hati gak mau ikut, tapi ada juga yang niat ikut, tapi sayangnya gak kepilih. Mau gimana lagi. High school is rude. Kalo kamu gak akrab sama anak populer, jangan harap dipilih. Bukannya aku memihak, tapi emang itulah kenyataan. Untuk bisa survive di SMA, harus bisa dikenal sama anak populer. Paling nggak dikenal sama anak populer di kelas. Kalo kamu nggak rame, nggak alay, susah untuk dikenal. Kecuali kamu sangat cantik. Hidup memang kejam. Itu juga yang dialami oleh beberapa temenku. Sebelumnya, aku sama sekali nggak menyadari hal ini. Aku biasa-biasa aja karena kepilih ikut, tapi sisanya? Ternyata beberapa dari mereka juga sakit hati. Tiba-tiba aku jadi merasa sangat bersyukur karena terpilih. Aku nggak bisa membayangkan rasanya tidak dipilih seperti itu. Bukan berarti aku tidak pernah mengalami. Aku pernah. Dan itu cukup membuatku sakit hati sampe2 aku nangis di depan mama. Air mata pertama saat SMA (cie). Tidak dibutuhkan memang perasaan yang berusaha kita hindari. Semua orang ingin merasa dibutuhkan. Lalu aku sampai pada kesimpulan, 'be grateful' memang sesuatu yang harus kita lakukan. Terkadang kita merasa bahwa kita adalah orang paling sengsara, paling menyedihkan di dunia, tapi kenyataannya, ada yang sama atau bahkan lebih menderita dari kita. Tidak usah jauh-jauh sampai memikirkan rakyat Afrika, cukup lihat sekelilingmu. Bahkan sangat mungkin bahwa orang yang dekat denganmu memiliki perasaan kesepian dan tidak diinginkan. Jadi, buat semua murid-murid SMA di luar sana, berbahagialah kalau kamu termasuk dalam kategori 'orang yang dipilih'. Bagi yang tidak, berjuanglah! Jangan menunggu orang lain mendekatimu, perubahan harus dimulai dari dirimu. TETAP BERSEMANGAT!

NB : posting ini ditulis pada bulan Februari kemarin. Tapi karena banyak hal, baru bisa di-publish sekarang. Maaf ya :(

Today's Quote

"Nothing in life is promised except DEATH" - Kanye West


Saturday, 19 January 2013

Break The Wall!

Bertemu lagi dengan saya, blogger yang nggak niat. Sesuai dengan resolusi tahun baru, aku pingin bisa menulis di blog dengan lebih aktif. Tapi, sepertinya resolusi itu agak gagal (agak lo, bukan gagal total). Aku nggak nyangka kalo di tahun ini aku bakal beneran sibuk. Kalian tahu kan kalau aku ikut OSIS (yang nggak tahu baca post sebelumnya!), kalian juga tahu kalau aku nggak terlalu aktif di OSIS, makanya aku pikir kerjaanku bakal santai-santai aja. Dan seperti biasanya, aku SALAH. Ternyata walau aku nggak terlalu aktif, tetep aja sibuk. Bayangin gimana sibuknya pengurus OSIS yang aktif. Sudahlah, aku nggak akan berkeluh kesah di posting ini. WHY? Karena tujuanku menulis posting ini adalah untuk memotivasi kalian. Ya, untuk memotivasi. Bukan buat curcol, juga bukan buat nyaingin Mario Teguh dkk. Let's go to the point!

Judul posting kali ini adalah 'Break The Wall'. Kalau dibaca sekilas sih mirip tema seminar ya? Yah, anggep aja ini seminar online (hehe). Aku dapet ide untuk menulis ini dari guru Fisika. Guru-guru di sekolahku ini emang inspiring banget kok (cie). Sepertinya, secara tidak langsung mereka mendukung perkembangan blog ini, baik banget ya? Makanya, bilang terima kasih sama mereka (huahaha). Oke, mulai ngelantur, and back to the point. Maksudnya 'break the wall' adalah kita harus bisa melewati setiap tantangan, rintangan, cobaan, godaan, dan apapun itu yang terjadi dalam hidup kita, bukan malah dihindari. Memang sih, ada pepatah 'lebih baik mencegah daripada menanggulangi', tapi please deh, itu untuk penyakit. Kalau untuk hidup, jangan pernah pake filsafat itu! Ingat baik-baik atau hidupmu akan datar-datar saja, nggak akan maju. Kok bisa? Iyalah. Pernah denger pepatah 'Pengalaman adalah guru terbaik'? Itu baru pepatah yang bener untuk hidup. Dengan menghadapi berbagai macam cobaan, kita akan dilatih untuk menjadi semakin dewasa dalam menyelesaikan masalah. Memang kita akan mengalami kerugian, seperti sakit hati, sakit kepala, dll, tapi tanpa kalian sadari, sebenarnya kalian sudah di-upgrade kedewasaannya! Hebat kan? Makanya, jangan suka menghindari masalah.

Anak muda zaman sekarang itu aneh. Mereka pingin hidupnya seneng terus, nggak kepingin punya masalah. Tapi tanpa mereka sadari, sebenernya mereka sendiri yang mendatangkan masalah itu. Contohnya nggak usah yang jauh-jauh, yang sesuai dengan kenyataan remaja cewek labil zaman sekarang aja, yaitu masalah cowok (menurut survei, rata-rata remaja cewek usia SMP dan SMA cenderung memiliki masalah tentang gebetan, pacar, temen, dan penampilan). Misalnya si Bunga (bukan nama asli) lagi naksir sama seorang cowok, tapi cowok itu naksir cewek lain, karena Bunga memiliki filsafat hidup 'Perjuangkanlah apa yang kamu inginkan', maka dia menjelek-jelekkan cewek yang ditaksir gebetannya itu. Tapi, bukannya dilirik gebetan, malah si Bunga dapet predikat 'tukang fitnah'. Kesimpulannya, Bunga membuat masalah akibat ditolak gebetan. Kalian tau sendiri, ABG labil kalau udah ditolak biasanya bakal curhat sambil nangis ngenes, kalo nggak gitu nangis histeris sambil showeran ato lebih ekstrim nangis di bawah guyuran hujan. Mereka biasanya ngomong, "Kenapa sih masalah selalu dateng? Apa aku nggak bisa hidup bahagia sebentar aja? Coba hidup itu nggak ada masalah ya.." Ngomong sih gampang, tapi yang ngelakuin susah! Kalau mau menghindari masalah berarti kamu bakal jadi freak! Gimana nggak? Kan ceritanya si ABG labil nggak mau ada masalah dengan gebetan, berarti otomatis dia nggak boleh punya gebetan supaya nggak ada masalah. Kalau nggak punya gebetan, apa yang mau dicurhatin sama temen-temen? Apa yang mau dibanggain ke musuh? Apa yang mau dijadiin bahan galauan? Dijamin bakal mati gaya.

Berdasarkan contoh simpel, (diharapkan) mudah dimengerti, dan agak nggak nyambung tapi cukup nyambung tersebut, bisa disimpulkan bahwa masalah nggak boleh dihindari biar nggak jadi freak. Kalau kamu freak, nggak ada yang mau temenan sama kamu dong? Makanya, hadapilah tembokmu. Break the wall! (plokplokplok) Masalah itu membuat hidup kalian lebih berwarna dan nggak freak. Boleh-boleh saja sih mengeluh sedikit tentang masalah, tapi jangan pernah berusaha menghindari atau berharap masalah itu nggak pernah ada. Tanpa masalah, kalian nggak akan dewasa. Tanpa masalah, kalian nggak punya gebetan. Dan yang paling penting, tanpa masalah, kalian jadi freak! Waspadalah! Waspadalah!

-LOVE THE PROBLEMS THAT OCCUR IN YOUR LIFE-