Thursday, 23 January 2014

Let Go

Have you ever experienced a situation when you can do nothing but giving up? When the person you really love has to go and you can do nothing but saying goodbye?

I am in that kind of situation right now and it really breaks my heart. I'm not talking about boyfriend or anything similar, it's my teacher. Maybe some of you wonder, why would I be sad just because of a teacher? She is not just a teacher. She teaches chemical and also my homeroom teacher. That might not seem very special to you, but she is special for me. Although I am not the closest student to her, but somehow she has a special place in my heart that even I don't know. So, why am I sad? Well, she has a cancer. Whenever I think about cancer, I just remembered my grandmother who passed away because of cancer. I don't want that to happen to my favorite teacher. However, though I've prayed every night, it seems that God has another plan. Her condition now is not well, not even better. And wishing her to get well soon sounds ridiculous. I'm not being pessimistic, I tried to be realistic. Because I know, high expectations cause so much pain. I have to accept the fact that she might not be able to teach us again. I never knew that she is so important to me, but she is. When I heard about her condition today, I cried. The only thing I can do is to let God do the rest.

Sometimes, things don't work as you plan and you have to accept that. Sometimes, the person you love the most has to leave your life. And what should you do? Begging for that person to stay? Praying to God day and night to bring them back? It's actually a very selfish action. You have to learn to let go. Remember that God have the best plan for us. We have to move on so that we can see other better opportunities waiting for us. Never cry over your ex-boyfriend. It's just the past and you should never try to go back. Once you say goodbye, it means you are ready for the next phase of your life. Why would you bring something that you've left behind along you? It just adds your burden. That's life. There's happiness and there's pain. There's a meeting and there's a goodbye. You just have to learn from the pain, say goodbye to it, move forward and never look back. I know that's hard, but the happiness you will get worth the pain. Just to ensure you, keep this quote in mind :

When you really love a person, set him free. If he returns, he will be yours forever. But if he doesn't, he never will.

Wednesday, 1 January 2014

Another New Year Resolution

Happy New Year!


Gak kerasa, tiba-tiba udah 2014. Dan seperti kebanyakan orang, ini adalah saatnya untuk membuat resolusi tahun baru yang biasanya dilupakan dan diingat kembali di tahun baru berikutnya. Tahun lalu aku juga bikin resolusi untuk 2013 yang untungnya sedikit aku ingat tapi tetap banyak yang gak dilakukan. Okay, mungkin aku akan sedikit evaluasi resolusiku tahun lalu. Ada beberapa point yang udah berhasil aku capai, antara lain :
- Lebih rajin posting di blog
- Lebih banyak temen
.
.
.
Udah itu aja.

Kalo dilihat-lihat emang gak terlalu banyak yang berubah dari aku. Atau mungkin emang cukup banyak yang berubah, tapi jadi lebih buruk (eh). Emang kalo dipikir-pikir hidupku dari tahun ke tahun nggak tambah baik, malah sebaliknya. Temenku memang lebih banyak daripada waktu SMP, jauh lebih banyak malah. Tapi entah kenapa aku malah ngerasa nggak punya temen. Maka dari itu, resolusiku untuk tahun 2014 adalah :

PERCAYA DIRI ++

Hampir sama dengan tahun lalu sih. Dan memang itu yang paling sulit aku ubah. Aku mungkin terlihat cukup percaya diri di hadapan temen-temenku, tapi sebenernya aku adalah orang yang sangat rendah diri. Aku ngerasa kalo aku nggak cukup cantik dan gaul sehingga aku cenderung agak minder di sekitar temen-temenku. Semoga tahun ini aku berhasil mencari jalan untuk keluar dari segala perasaan rendah diri itu :)

Cuma satu aja resolusinya? Ya, aku kira satu aja udah cukup, jangan rakus! Satu aja belum tentu tercapai kok mau minta banyak. Namanya resolusi itu bukan to-do-list. Resolusi itu sesuatu yang ingin kita capai demi hidup yang lebih baik (ea). Jadi buat kalian yang pingin ikut-ikutan keren bikin resolusi tahun baru, gak usah banyak-banyakan resolusi! Tapi kalian harus banyak-banyakan resolusi yang tercapai tahun depan. So, once again, Happy New Year 2014! Be Better!


Saturday, 21 December 2013

Aku Bahagia

Bahagia itu sederhana
Bukan harta berlimpah
Juga bukan kekuasaan tertinggi

Bahagia itu sederhana
Tidak butuh berbohong
Apalagi menggunakan cara licik

Bahagia itu sederhana
Tak perlu dicari
Tapi harus bisa menemukan

Bahagia itu sederhana
Cukup secangkir kopi dan sebuah novel roman
Aku sudah bahagia

Bukankah sudah kukatakan?
Bahagia itu sederhana

Wednesday, 18 December 2013

Dalam Diam

Diam adalah saat kamu berada dalam hening
Saat akhirnya yang ada hanya kamu dan pikiranmu

Diam adalah ketika kamu memunculkan kembali memori-memori yang telah lama terpendam
Menertawakan kebodohanmu dulu
Dan bahkan merutuki keputusan yang akhirnya kau sesali

Diam adalah saat kamu benar-benar berpikir
Diam adalah saat kamu sungguh-sungguh bekerja

Diam adalah saat kamu menemukan dirimu sendiri

Wednesday, 4 December 2013

Hello December!



Maybe it's a little bit too late, but better late than never, right?

Gak kerasa, tiba-tiba udah Desember lagi. Rasanya baru bulan lalu aku naik kelas, eh sekarang udah mau semester 2. Waktu emang gak pernah mau nunggu.
Anyway, bukan itu yang mau aku bahas. Di posting ini aku mau tanya, apa makna bulan Desember bagi kalian? Bagi sebagian orang, bulan Desember adalah bulan yang paling membahagiakan. Bulan liburan. Atau bagi orang religius, bulan Desember adalah bulan kelahiran Tuhan Yesus, bulan yang suci. Bagi orang-orang optimis, bulan Desember merupakan akhir dari sebuah tahun. Sebuah titik (bulan) di mana kita memikirkan apa yang harus kita perbaiki di tahun yang akan datang. Sebuah kesempatan baru. Dan yang gak kalah penting, bagi para pelajar, bulan Desember adalah... BULAN UJIAN. Yak.

Memang kalo di film-film Natal, kesannya bulan Desember itu ceria banget. Tapi kalian tidak paham perasaan pelajar Indonesia dan pelajar-pelajar lain yang menghadapi ujian akhir! Di saat orang lain dengan bersemangat menyiapkan parsel atau hiasan Natal, para pelajar bergumul dengan setumpuk buku dan berlembar-lembar latihan soal. Ketika kebanyakan orang memikirkan kegiatan yang akan dilakukan saat Natal, kami para pelajar memikirkan sulitnya soal ujian besok. Waktu orang-orang menghitung berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk perayaan Natal, golongan pelajar menghitung berapa jam waktu tidur yang bisa didapat. Miris sekali bukan?

Cukup berkeluh kesah. Sekarang waktunya berpikir positif! Memang sih, kita para pelajar, cenderung menderita pada awal sampai pertengahan Desember. Entah karena otak yang overload kebanyakan belajar, atau deg-degan mikirin nilai rapor. Tapi, itu semua ada hikmahnya. Lihat liburan selama kurang lebih dua minggu yang telah menanti di depan mata! Menyenangkan bukan?

Buat para pelajar yang sedang menghadapi ujian, aku ucapkan selamat begadang! Semoga dapat nilai sesuai harapan. Jangan lupa pikirkan liburan yang telah menanti! God bless you :D

Saturday, 23 November 2013

Roket Air

Seperti yang kalian tahu, atau mungkin tidak tahu tapi akan tahu, aku adalah seorang siswa SMA kelas 11 IPA (sama sekali nggak bermaksud pamer). Sebagai anak IPA, tentunya aku harus belajar Fisika. Beberapa saat yang lalu aku mendapat tugas untuk membuat roket air. Cara membuatnya sih nggak terlalu sulit, tapi bukan itu yang mau aku bicarain di sini. Tanpa kalian sadari, sebenarnya di balik peluncuran sebuah roket air sederhana, terdapat pelajaran hidup yang sangat berharga! Kaget? Nggak usah alay. Jadi jangan sekali-sekali meremehkan anak IPA. Anak IPA itu kerjaannya nggak cuma ngitung pake rumus atau ngafalin bahasa-bahasa latin dan unsur-unsur yang seabrek, tapi anak IPA juga bisa jadi filosof yang baik kalau mereka bisa menangkap arti sesungguhnya dari tiap perjuangan yang telah dilalui.

Oke, jadi apa hubungannya roket air sama nilai-nilai kehidupan? Sedikit penjelasan, roket air sederhana bisa dibuat hanya dengan botol plastik dan pipa paralon. Untuk meluncurkan roket air, udara dipompa masuk ke dalam botol sehingga tekanan dalam botol bertambah. Setelah tekanan dirasa cukup, pengunci roket air dilepaskan dan sang roket pun akan terbang membumbung tinggi ke angkasa raya. Hebat kan? Lalu apa hubungannya dengan hidup?

Sekarang coba ibaratkan manusia sebagai roket air. Setiap hari kita mendapat berbagai masalah dan cobaan dari berbagai pihak. Bahkan terkadang kita merasa bahwa hidup kita hanya berisi masalah saja. Kita tertekan secara mental maupun fisik, tapi kita tidak bisa menyerah karena perjalanan kita masih panjang. Seperti roket air, semakin banyak tekanan yang diberikan, semakin tinggi juga ia meluncur. Begitu juga dengan manusia, semakin sering seseorang menghadapi masalah, ia akan menjadi semakin dewasa dan sukses. Jika baru diberi sedikit tekanan saja kita sudah menyerah, maka kita tidak bisa terbang tinggi. Tapi jangan lupa juga, botol plastik pun bisa hancur. Bila roket air diberi tekanan terlalu besar, roket akan pecah. Dalam hal ini, kita harus tahu batasan kemampuan kita. Kita tidak boleh memaksakan kemampuan kita. Ketika kita merasa depresi, bahkan kesehatan kita juga menurun, itulah saatnya mengambil istirahat. Menjauh dari masalah untuk sementara dan menenangkan pikiran. Jika kita terus memforsir tubuh kita, suatu saat kita bisa 'pecah' juga. Mulai dari kesehatan memburuk, sampai pekerjaan tidak selesai-selesai.

Jadi, mana yang kamu pilih? Menderita untuk sementara karena tekanan tapi sukses, mendapat sedikit tekanan dan sedikit sukses, atau malah tidak mau diberi tekanan sama sekali?

Thursday, 21 November 2013

Who is The Best?

Semua orang pasti pingin jadi yang terbaik. Entah itu terkaya, terpintar, tercantik/terganteng, terlucu, dll, dsb. Tapi seringkali itu semua hanya mimpi belaka. Kalau orang yang pantang menyerah, pasti mereka bakal terus berusaha biar hal-hal itu nggak hanya mimpi. Sedangkan yang lain mungkin memilih untuk menyerah, cukup puas dengan hanya menjadi biasa-biasa saja. Keinginan seseorang untuk menjadi yang ter-... (isi titik-titik sesuai keinginanmu) itu bukan tidak mungkin, tapi mustahil (apa bedanya). Kok gitu?

Memang 'nothing is impossible', tapi untuk hal yang satu ini memang mustahil. Why? Karena di atas langit masih ada langit (nggak usah dipikir pake logika). Artinya, meskipun kita merasa kita udah jadi yang terbaik, kenyataannya masih ada yang lebih baik dari kita. Gimana dengan orang terkaya sedunia? Kan masih sedunia, belum sejagad raya (becanda). Orang terkaya sedunia pun nggak akan selamanya kaya. Dalam kurun waktu beberapa tahun atau bahkan beberapa menit, peringkat itu bisa ganti. Nggak akan ada orang yang terus-terusan jadi orang terkaya di dunia. Sama dengan orang-orang yang namanya tercantum di Guinness Book of World Record. Nama-nama di buku itu akan terus berganti seiring dengan berjalannya waktu. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Apa yang harus jadi target kita?

Jangan pernah memiliki target untuk jadi yang terbaik, apalagi jadi yang terbaik bagi diri kita sendiri. IT'S A BIG NO! Kalau kamu memiliki target untuk jadi yang terbaik bagi diri sendiri, kamu akan cenderung membatasi diri kamu sendiri. Capek sedikit, kamu bakal bilang, 'nggak apa-apa deh, kan aku udah melakukan yang terbaik buat diriku'. Nah. Justru dengan target seperti itu kamu malah nggak akan maju-maju. Sedangkan kalau kamu punya target untuk jadi yang terbaik sedunia, kemungkinan besar kamu bakal jadi gila. Berhubung terus ada orang yang lebih baik dari kita, kita bakal terus berusaha dan bahkan menggunakan cara apapun untuk ngalahin orang itu. Jadi, secara tidak langsung hidup kita bakal suram dan bikin kena stroke. Bayangin, tiap hari kerjaannya mikirin strategi buat ngalahin pesaing. Belum lagi kalau gagal atau ada yang berkhianat, terus muncul seseorang yang ngaku-ngaku sebagai anak di luar nikah (semacam sinetron). Dijamin penderita anemia pun bisa kena darah tinggi.

Mulai sekarang, bikin target untuk jadi 'lebih baik'. Kamu harus bisa lebih baik dari sekarang. Berhubung manusia nggak pernah puas, kalau kamu memang manusia, kamu nggak boleh puas. Jadi, kalau kamu udah dapet nilai 100 di ulangan sejarah, jangan puas sebelum kamu bisa dapet 200.
Kamu memang gak bisa jadi yang terbaik, tapi kamu selalu bisa jadi lebih baik. Tunggu apa lagi? Be Better!