Thursday, 17 September 2015

University Life

Kepada Yth.
Guru-guru SMA tercinta yang berkata bahwa kuliah itu santai


KALIAN MEMBOHONGIKU!

Dihitung-hitung, sudah hampir 3 bulan aku nggak nulis di blog ini. Sibuk? Nggak juga sih. Sebenenernya aku punya banyak sekali waktu sejak selesai UN. Tapi begitulah, kapan lagi libur 3 bulan lebih? Tentu liburan tersebut harus dimanfaatkan semaksimal mungkin (baca : malas-malasan). Jadi, setelah libur yang sangat lama namun terasa sebentar itu, aku resmi menjadi seorang MAHASISWA! Meskipun dari post sebelumnya (kalo belum baca, baca sekarang!), aku sama sekali belum siap memasuki dunia perkuliahan, akhirnya mau nggak mau aku tetep harus kuliah juga. FYI, posting ini ditulis di tengah-tengah mengerjakan tugas kuliah yang bejibun. But who cares? Karena lagi suntuk, mending curhat aja di sini ;)

Kehidupan perkuliahanku dimulai dengan ospek, hampir sama seperti universitas-universitas lain. Bedanya, karena aku masuk universitas swasta, ospek yang aku jalani jauh banget dari yang namanya dimarahin kakak angkatan, disuruh bikin name tag dengan peraturan bermacam-macam, dan tugas bikin makalah. Bisa dibilang ospek ku 100% fun. Tapi bohong. Sebenernya sih ngebosenin banget karena banyak diisi seminar-seminar. Keseruannya cuma karena kita diberi waktu lumayan banyak buat kenalan dengan temen-temen sejurusan. Untungnya, temen-temen sejurusan aku baik dan ramah-ramah. Beda banget dengan persepsiku tentang orang-orang Jakarta yang sombong dan borju (yes, aku kuliah di Jakarta, lebih tepatnya Tangerang). Setelah ospek yang agak ngebosenin tapi tetep menyenangkan, kehidupan kuliah yang sebenernya baru dimulai.

Hari pertama kuliah, ketemu dosen yang katanya killer, tapi masih belum keliatan wujud aslinya. Yang menyenangkan, jam kuliah kedua ditiadakan! *yey* Walaupun sebenernya sebel juga sih, karena bingung ada waktu nganggur 3 jam mau ngapain. Dan hari pertama pun berlalu dengan biasa-biasa saja. Tapi, keadaan "biasa-biasa saja" ini tidak berlangsung lama.
Seminggu kuliah, merasa salah jurusan. Why? PELAJARANNYA SUSAH BANGET GILA. Katanya sih ngulang SMA. Entah karena SMA-ku yang di kota kecil jadi pelajarannya ga terlalu advance ato emang otak-ku mengalami kemunduran. Selain itu, yang bikin sedih adalah, cuma jurusanku yang tiap hari masuk pagi-pulang sore. Kzl.

Padahal dulu di SMA hampir semua guru bilang, "Di SMA ini kalian memang banyak tugas dan ulangan. Tapi ini semua bekal kalian buat kuliah. Lihat aja deh, nanti waktu kuliah pasti kalian merasa santai karena sudah terbiasa sibuk sewaktu SMA." MANA BUKTINYA, PAK? BU? Tugas-tugas di SMA ga ada apa-apanya kalo dibanding tugas kuliah. Dan ini baru sebulan, gatau lagi kalo semester akhir nasibku gimana :"

Well, segitu dulu curhatku tentang dunia kuliah. But, perlu diinget, cerita di atas adalah curhatan belaka, hanya berdasar pengalaman pribadi. Bukan berarti semua universitas dan semua jurusan seperti itu. Buktinya, banyak banget kok temen-temenku yang hidupnya cuma kuliah sejam kemudian nongkrong cantik. So, don't be afraid! Kuliah bisa jadi menyenangkan kok, kalo kamu bener-bener enjoy sama jurusanmu :)

Friday, 5 June 2015

Men are COMPLICATED


Semua orang pasti setuju kalo cewek adalah makhluk yang membingungkan. Katanya sih, kalo cewek ngomong iya, maksud sebenernya itu nggak ato mungkin beneran iya. Bingung ya? Aku sendiri yang cewek aja juga bingung. Intinya, cewek itu complicated banget. Bahkan sering kali cewek ga bisa memahami diri sendiri. Tapi, apa bener cuma cewek yang complicated? Gimana dengan cowok?

Menurut Internet dan beberapa sumber yang tidak bisa disebutkan, cowok itu sama sekali nggak rumit. Kalo lagi laper ya makan, kalo lagi marah sama gebetan ya langsung ngomong. Ga kayak cewek harus pake kode-kode yang belum tentu bisa dimengerti manusia. Emang ya cewek itu nyebelin banget, kenapa ga mau to the point kayak cowok aja? YAKALI SEMUA COWOK TO THE POINT.

Kalo cowok sesederhana itu, ga mungkin ada yang namanya cewek korban PHP. Kenapa cewek bisa kena PHP? Apa dia ke-geer-an? Bisa jadi. Tapi, kasus yang sering terjadi adalah cowoknya yang ngasih tanda-tanda ga jelas dan akhirnya di-salah-artikan oleh si cewek. Misalnya :

Joni tiap hari BBM-an sama Jeni. Ga cuma itu, Joni juga suka ngajak Jeni pulang bareng, bahkan sampe pergi berdua. Sayangnya, beberapa bulan kemudian Joni jadian sama cewek lain. Pas Jeni tanya, “Kenapa kamu PHP aku?” Jawab Joni, “Aku tuh ga PHP kamu. Kamu aja yang ge er.”

Cowok sejenis Joni ini pantesnya diikutin wajib militer seumur hidup di Korea Utara. Kalo cowok emang beneran sederhana, harusnya dia bisa bedain sikap buat temen biasa sama buat gebetan kan? Bukannya memperlakukan semua cewek sama, terus berharap cewek-cewek bisa baca isi hatimu dan tau kalo kamu cuma nganggep cewek itu sebagai temen.

Kalo cowok itu to the point, ga ada yang namanya cowok selingkuh. Daripada selingkuh, kenapa ga langsung bilang, “Sorry ya, aku udah nemu cewek yang lebih cantik dari kamu.” Itu baru namanya TO THE POINT. Emang sih ceweknya pasti tetep sakit hati, tapi kan ga sesakit kalo diselingkuhin.  Belum lagi cowok yang suka ngegantungin. Udah PDKT sejak zaman Mesozoikum, sampe sekarang ga ditembak-tembak. Udah gitu, kalo akhirnya si cewek jadian sama cowok lain, dibilang PHP. LHA MAUMU APA SEH?

Setelah baca contoh-contoh di atas, kalian sadar kan, sebenernya cowok juga sama rumitnya dengan cewek. Jadi, buat para cowok, jangan suka mengeluh kalo cewekmu suka pake kode-kode. Kalian harus nyadar, kalo cewek juga kebingungan setengah mati buat memahami sikap-sikapmu yang kadang nggak jelas itu. Setuju nggak?

Sunday, 12 April 2015

High School Memories

Memasuki pukul 20.40 Waktu Indonesia Baper.
H-1 UN? Masa bodo.

People say high school memories are the best.
I got lots of new friends, the real and the fake ones, the crazy and abnormal ones.
Maybe I've got some enemies, who cares?
I gained new knowledge, experience, and love.
I went through happy, beautiful, and even painful moments.
But all of them are unforgettable.

I was hurt, but there are just too many joyful times to cover the difficult one.
There are no bad memories, every of them is priceless.
Are they really the best?
I don't know yet, but it definitely is one of the best memories I've ever had in my life.
If only I can rewind the time, I'd be delighted to experience high school all over again.
Unfortunately the world is never fair.
Time flies too fast and even faster when we enjoy it.

But that's what memories are for, right?

Those happy memories are to be kept to encourage us when we are sad.
Am I happy knowing that high school will end soon?
Of course not, at the moment.
But one day I believe I'll be glad knowing that at least I have the memories.

I can never be ready to say goodbye, but I have to.
Goodbye high school life,
I'm thankful that I have the chance to experience one.

This is a picture of me and my classmates with our homeroom teacher, taken on the last day of school. I will definitely miss high school :")

Saturday, 11 April 2015

Baper


Apa itu baper?
Baper adalah kepanjangan dari "bawa perasaan". Ini adalah kata yang cukup populer akhir-akhir ini. Penggunaannya hampir sama dengan kata 'galau'. Jadi bisa dibilang 'baper' adalah istilah yang lebih gaul dari 'galau'.

Baper didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang secara tidak sengaja melibatkan perasaannya untuk suatu hal yang seharusnya tidak perlu menggunakan perasaan. Misalnya, mantanmu tiba-tiba nge-like foto kamu di Instagram, terus kamu mikir kalo dia ngasih sinyal balikan. Itu namanya baper. Emang kalo udah mantan nggak boleh sekedar nge-like foto? Toh dia juga nge-like puluhan foto cewek lainnya.

Seperti yang kalian tau, tanggal 13-15 April 2015, murid-murid kelas 12 SMA (termasuk aku hiks) bakal menghadapi UN. Tapi, bukannya tegang karena ujian, kita malah sibuk baper-baperan. Semua sosmed, mulai dari Instagram, Path, BBM, Line, penuh dengan foto-foto kenangan waktu SMA dengan caption-caption galau.

Mau gak mau, aku ketularan baper juga dong. Jadi nyadar kalo bentar lagi udah lulus SMA. Harus mengalami perpisahan lagi. Sedih banget. Tambah sedih lagi kalo inget habis ini kuliah, memasuki dunia yang lebih dewasa. Nggak ada lagi namanya pake seragam, kena BPS kalo ngelanggar peraturan sekolah, ngegosipin guru, dan masih banyak lagi. Rasanya pingin ga lulus SMA aja.

But life must go on. Kita ga bisa menghentikan waktu walaupun pingin. Siapa sih yang pingin jadi orang dewasa? Semua orang yang udah tau susahnya jadi orang dewasa pasti pinginnya jadi anak kecil aja, yang ga punya beban. Tapi, mau nggak mau kita harus melalui tahap ini. Itulah hidup. So, are you ready to be an adult? Ato masih pingin baper? :')





Wednesday, 31 December 2014

Happy New Year Fellas!


What?? It's 2015 already?
Yeah, that's practically my reaction when I realized I've stepped into another new year. Then I start recalling about the past 2014. How many good memories I had compared to the bad ones. Well, I guess my 2014 is not that bad. It's definitely not the best year, but I had some memorable memories. The best part : I've got some amazing and crazy new friends, good grades, and unforgettable experiences. Sadly, I've been through hard moments when I felt useless and unwanted. But that's all happened last year.

Honestly, I'm not ready for a new year. I just feel like time flies so quickly. New year means I get older. New year means my time in high school gets shorter. I don't want to graduate yet. I think I'm not ready to step into a more-mature-world. I don't want to go to the university. Yet.
However, I can do nothing. The clocks keep ticking and there's no way to go back. Just hoping that I can do something meaningful this year, graduating from high school with pride, and living an independent life with full responsibility. Wish me luck in my adventure to the adult world! :D

So, are you ready for 2015? You better be. I hope your 2015 is full of happiness and awesomeness!

Tuesday, 30 December 2014

Start Living

#prayforairasiaQZ8501

Hashtag itu pasti jadi trending topic di berbagai media, terutama di Indonesia. Semua channel TV terus memberitakan tentang hilangnya pesawat Air Asia QZ 8501. I feel really sorry for all the passengers and their families, tapi satu hal yang bikin aku makin sedih adalah peristiwa ini begitu dekat dengan aku. Beberapa penumpang pesawat itu adalah temenku dan ada juga kenalan orang tuaku. Aneh rasanya, tiba-tiba mendengar orang yang kamu kenal terkena kecelakaan dan disiarkan di semua channel TV nasional, bahkan sampe masuk berita internasional. Aku merasa seperti kematian semakin dekat.

Karena peristiwa itu, aku jadi mulai berpikir, gimana kalo aku yang jadi penumpang pesawat itu? Apa aku udah siap untuk meninggalkan dunia ini? Apa yang selama ini udah aku lakukan sewaktu hidup? Then I realize, I've done nothing. Selama ini aku hanya menjalani kehidupan yang normal. Sekolah, jalan sama temen, makan, tidur, males-malesan. That's it. Ngebanggain orang tua? Aku rasa nilai bagus di sekolah aja ga cukup buat ngebanggain orang tua. Yang paling penting, aku belum pernah melakukan sesuatu yang membuat diriku sendiri bangga.

Waktu aku lagi di toko buku, aku ngeliat sebuah buku yang berjudul Who Will Cry When You Die? Sewaktu baca judul buku ini, aku sempet mikir juga, iya ya, emang kalo aku mati siapa yang bakal nangis? Berapa orang yang bakal bener-bener kehilangan aku?
Di dalam buku itu dijelasin, bahwa dalam hidup, kamu jangan cuma mikirin seneng-seneng, jadi orang kaya dan terkenal, tapi yang lebih penting adalah membangun relasi. Jangan cuma berteman biar bisa gaul dan terkenal, tapi carilah sahabat. Bertemanlah yang tulus, supaya nanti waktu kalian udah nggak di dunia ini lagi, kalian bener-bener merasa lega dan bahagia. Buatlah hidupmu bermakna, sehingga nggak ada lagi penyesalan ketika waktumu sudah habis. Quote ini mungkin bisa dijadikan motivasi dalam hidupmu :

"When you were born, you cried while the world rejoiced. Live your life in such a way that when you die the world cries while you rejoice."

So, what are you waiting for? Stop existing, start living! ;)

Saturday, 20 December 2014

Random Quote #7


" Lepaskan daripada memaksakan.
Ikhlaskan daripada menyakitkan.
Relakan daripada harus berjuang sendirian."