Sunday, 12 April 2015

High School Memories

Memasuki pukul 20.40 Waktu Indonesia Baper.
H-1 UN? Masa bodo.

People say high school memories are the best.
I got lots of new friends, the real and the fake ones, the crazy and abnormal ones.
Maybe I've got some enemies, who cares?
I gained new knowledge, experience, and love.
I went through happy, beautiful, and even painful moments.
But all of them are unforgettable.

I was hurt, but there are just too many joyful times to cover the difficult one.
There are no bad memories, every of them is priceless.
Are they really the best?
I don't know yet, but it definitely is one of the best memories I've ever had in my life.
If only I can rewind the time, I'd be delighted to experience high school all over again.
Unfortunately the world is never fair.
Time flies too fast and even faster when we enjoy it.

But that's what memories are for, right?

Those happy memories are to be kept to encourage us when we are sad.
Am I happy knowing that high school will end soon?
Of course not, at the moment.
But one day I believe I'll be glad knowing that at least I have the memories.

I can never be ready to say goodbye, but I have to.
Goodbye high school life,
I'm thankful that I have the chance to experience one.

This is a picture of me and my classmates with our homeroom teacher, taken on the last day of school. I will definitely miss high school :")

Saturday, 11 April 2015

Baper


Apa itu baper?
Baper adalah kepanjangan dari "bawa perasaan". Ini adalah kata yang cukup populer akhir-akhir ini. Penggunaannya hampir sama dengan kata 'galau'. Jadi bisa dibilang 'baper' adalah istilah yang lebih gaul dari 'galau'.

Baper didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang secara tidak sengaja melibatkan perasaannya untuk suatu hal yang seharusnya tidak perlu menggunakan perasaan. Misalnya, mantanmu tiba-tiba nge-like foto kamu di Instagram, terus kamu mikir kalo dia ngasih sinyal balikan. Itu namanya baper. Emang kalo udah mantan nggak boleh sekedar nge-like foto? Toh dia juga nge-like puluhan foto cewek lainnya.

Seperti yang kalian tau, tanggal 13-15 April 2015, murid-murid kelas 12 SMA (termasuk aku hiks) bakal menghadapi UN. Tapi, bukannya tegang karena ujian, kita malah sibuk baper-baperan. Semua sosmed, mulai dari Instagram, Path, BBM, Line, penuh dengan foto-foto kenangan waktu SMA dengan caption-caption galau.

Mau gak mau, aku ketularan baper juga dong. Jadi nyadar kalo bentar lagi udah lulus SMA. Harus mengalami perpisahan lagi. Sedih banget. Tambah sedih lagi kalo inget habis ini kuliah, memasuki dunia yang lebih dewasa. Nggak ada lagi namanya pake seragam, kena BPS kalo ngelanggar peraturan sekolah, ngegosipin guru, dan masih banyak lagi. Rasanya pingin ga lulus SMA aja.

But life must go on. Kita ga bisa menghentikan waktu walaupun pingin. Siapa sih yang pingin jadi orang dewasa? Semua orang yang udah tau susahnya jadi orang dewasa pasti pinginnya jadi anak kecil aja, yang ga punya beban. Tapi, mau nggak mau kita harus melalui tahap ini. Itulah hidup. So, are you ready to be an adult? Ato masih pingin baper? :')





Wednesday, 31 December 2014

Happy New Year Fellas!


What?? It's 2015 already?
Yeah, that's practically my reaction when I realized I've stepped into another new year. Then I start recalling about the past 2014. How many good memories I had compared to the bad ones. Well, I guess my 2014 is not that bad. It's definitely not the best year, but I had some memorable memories. The best part : I've got some amazing and crazy new friends, good grades, and unforgettable experiences. Sadly, I've been through hard moments when I felt useless and unwanted. But that's all happened last year.

Honestly, I'm not ready for a new year. I just feel like time flies so quickly. New year means I get older. New year means my time in high school gets shorter. I don't want to graduate yet. I think I'm not ready to step into a more-mature-world. I don't want to go to the university. Yet.
However, I can do nothing. The clocks keep ticking and there's no way to go back. Just hoping that I can do something meaningful this year, graduating from high school with pride, and living an independent life with full responsibility. Wish me luck in my adventure to the adult world! :D

So, are you ready for 2015? You better be. I hope your 2015 is full of happiness and awesomeness!

Tuesday, 30 December 2014

Start Living

#prayforairasiaQZ8501

Hashtag itu pasti jadi trending topic di berbagai media, terutama di Indonesia. Semua channel TV terus memberitakan tentang hilangnya pesawat Air Asia QZ 8501. I feel really sorry for all the passengers and their families, tapi satu hal yang bikin aku makin sedih adalah peristiwa ini begitu dekat dengan aku. Beberapa penumpang pesawat itu adalah temenku dan ada juga kenalan orang tuaku. Aneh rasanya, tiba-tiba mendengar orang yang kamu kenal terkena kecelakaan dan disiarkan di semua channel TV nasional, bahkan sampe masuk berita internasional. Aku merasa seperti kematian semakin dekat.

Karena peristiwa itu, aku jadi mulai berpikir, gimana kalo aku yang jadi penumpang pesawat itu? Apa aku udah siap untuk meninggalkan dunia ini? Apa yang selama ini udah aku lakukan sewaktu hidup? Then I realize, I've done nothing. Selama ini aku hanya menjalani kehidupan yang normal. Sekolah, jalan sama temen, makan, tidur, males-malesan. That's it. Ngebanggain orang tua? Aku rasa nilai bagus di sekolah aja ga cukup buat ngebanggain orang tua. Yang paling penting, aku belum pernah melakukan sesuatu yang membuat diriku sendiri bangga.

Waktu aku lagi di toko buku, aku ngeliat sebuah buku yang berjudul Who Will Cry When You Die? Sewaktu baca judul buku ini, aku sempet mikir juga, iya ya, emang kalo aku mati siapa yang bakal nangis? Berapa orang yang bakal bener-bener kehilangan aku?
Di dalam buku itu dijelasin, bahwa dalam hidup, kamu jangan cuma mikirin seneng-seneng, jadi orang kaya dan terkenal, tapi yang lebih penting adalah membangun relasi. Jangan cuma berteman biar bisa gaul dan terkenal, tapi carilah sahabat. Bertemanlah yang tulus, supaya nanti waktu kalian udah nggak di dunia ini lagi, kalian bener-bener merasa lega dan bahagia. Buatlah hidupmu bermakna, sehingga nggak ada lagi penyesalan ketika waktumu sudah habis. Quote ini mungkin bisa dijadikan motivasi dalam hidupmu :

"When you were born, you cried while the world rejoiced. Live your life in such a way that when you die the world cries while you rejoice."

So, what are you waiting for? Stop existing, start living! ;)

Saturday, 20 December 2014

Random Quote #7


" Lepaskan daripada memaksakan.
Ikhlaskan daripada menyakitkan.
Relakan daripada harus berjuang sendirian."

Thursday, 9 October 2014

IPA vs IPS (dan Bahasa)


Kalian yang udah SMA pasti tahu kan permusuhan antara jurusan IPA dan IPS? Entah dari jaman kapan, yang pasti sampe sekarang yang namanya anak IPA dan IPS itu nggak pernah akur. Ada aja yang dijadin bahan ejekan. Anak IPS pasti bilang, “Kita ini anak IPS calon-calon bos. Kalo anak IPA cuma bisa jadi bawahan kita!” Kemudian anak IPA yang ga terima bales, “Anak IPS kalo ga ada anak IPA ga bisa apa-apa. Bayangin pabrik kalo ga ada teknisi, pasti tutup! Kalo anak IPA buka apotek sendiri juga bisa, ga butuh anak IPS!”

Anak Bahasa ke mana?
Di mana-mana yang terkenal itu persaingan antara IPA dan IPS. Ga ada yang pernah bilang permusuhan antara anak IPA dan Bahasa ato IPS dan Bahasa. Lalu selama ini anak Bahasa mendukung pihak yang mana? Berdasarkan penelitian yang aku lakukan (dalam mimpi), anak Bahasa seringnya jadi orang ketiga. Mereka adalah pihak netral, sekaligus penonton setia. Hal ini disebabkan karena dulu masih belum ada jurusan Bahasa. Waktu leluhur kita memulai persaingan antara jurusan IPA sama IPS, jurusan Bahasa masih belum diciptakan di Indonesia. Makanya, anak Bahasa biasanya ga ikut-ikutan persaingan ini. Tapi hal itu tidak bertahan lama. Entah karena anak IPS jiwa sosialnya tinggi ato mereka takut kalah jumlah sama anak IPA, mereka pun merekrut anak Bahasa ke dalam geng-nya. Jadilah di abad ke-20 ini, persaingan nggak lagi antara IPA dan IPS, tapi antara IPA melawan IPS dan Bahasa. Nggak adil? Biasa. Dunia ini memang tidak adil.

Siapa yang mulai duluan?
Sayangnya aku ga punya mesin waktu dan ga punya kemampuan time travel, jadi aku ga bisa nyari informasi ke masa lalu tentang siapa yang memulai persaingan sengit ini. Tapi berdasarkan pengamatanku selama ini, seringnya sih anak-anak IPS yang mulai. Aku sama sekali nggak bermaksud ngejelek-jelekin anak IPS. Mungkin ini cuma terjadi di sekolahku. Biasanya anak IPS yang mulai ngompor-ngomporin. Misalnya waktu anak IPA ngelawan anak IPS main basket pas ada class meeting. Kalo anak IPA ngelakuin pelanggaran dikit aja, pasti pendukung tim IPS bakal ngatain anak IPA habis-habisan. Sedangkan anak IPA? Anak IPS mau ngapain aja, mereka cuma bisa pasrah.
Emang sih, anak-anak IPS jauh lebih rame daripada anak IPA. Mungkin sifat itu yang bikin anak IPS suka mulai cari gara-gara duluan. Habisnya mereka kalo ada masalah pasti langsung diceritain ke semua orang. Sementara anak IPA yang lebih diem, pasti disimpen sendiri-sendiri. Cuma bisa ngomel-ngomel dalam hati.

Lalu siapa yang menang?
Sampe sekarang, masih belum bisa ditentuin pemenang lomba ini siapa. Anak IPA pasti bilangnya IPA menang lawan IPS dan Bahasa. Mereka ngerasa dengan jadi anak IPA berarti mereka secara umum lebih pinter. Kalo milih jurusan pas kuliah, anak IPA juga bisa masuk ke semua jurusan. Itu mungkin yang mendasari anak-anak IPA suka agak sombong. Begitu juga sebaliknya, anak IPS dan Bahasa pasti ngerasa kalo mereka menang ngelawan IPA. Bagi mereka, jiwa sosial adalah yang terpenting. Dalam dunia kerja, kemampuan sosial lebih penting daripada intelektual. Bener juga sih. Tapi tetep aja, dengan kemampuan intelektual pas-pasan, kalian ga akan bisa diterima di perusahaan besar.

Kesimpulannya, meskipun pertandingan ini telah terjadi selama berpuluh-puluh tahun, masih belum bisa ditentuin juga pemenangnya. Karena ternyata masing-masing jurusan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Anak IPA emang pinter, tapi kebanyakan dari mereka ga pinter ngomong. Sedangkan anak IPS dan Bahasa mungkin nggak sejago anak IPA dalam pelajaran eksak, tapi mereka jago banget ngomong dan super PD. Maka dari itu, pertandingan antara IPA vs IPS dan Bahasa diputuskan SERI!

So, buat kalian yang udah SMA, jurusan apapun kalian, jangan pernah ngejek-ngejek jurusan lain. Seperti manusia, jurusan pun tidak ada yang sempurna (cie). Semoga pertarungan antara IPA, IPS, dan Bahasa ini bisa cepet berakhir ya :”) 

Wednesday, 8 October 2014

Random Quote #6

Just because we don't talk anymore doesn't mean
I don't think about you. I'm just trying to distance myself 
because I know I can't have you.