Wednesday, 4 December 2013

Hello December!



Maybe it's a little bit too late, but better late than never, right?

Gak kerasa, tiba-tiba udah Desember lagi. Rasanya baru bulan lalu aku naik kelas, eh sekarang udah mau semester 2. Waktu emang gak pernah mau nunggu.
Anyway, bukan itu yang mau aku bahas. Di posting ini aku mau tanya, apa makna bulan Desember bagi kalian? Bagi sebagian orang, bulan Desember adalah bulan yang paling membahagiakan. Bulan liburan. Atau bagi orang religius, bulan Desember adalah bulan kelahiran Tuhan Yesus, bulan yang suci. Bagi orang-orang optimis, bulan Desember merupakan akhir dari sebuah tahun. Sebuah titik (bulan) di mana kita memikirkan apa yang harus kita perbaiki di tahun yang akan datang. Sebuah kesempatan baru. Dan yang gak kalah penting, bagi para pelajar, bulan Desember adalah... BULAN UJIAN. Yak.

Memang kalo di film-film Natal, kesannya bulan Desember itu ceria banget. Tapi kalian tidak paham perasaan pelajar Indonesia dan pelajar-pelajar lain yang menghadapi ujian akhir! Di saat orang lain dengan bersemangat menyiapkan parsel atau hiasan Natal, para pelajar bergumul dengan setumpuk buku dan berlembar-lembar latihan soal. Ketika kebanyakan orang memikirkan kegiatan yang akan dilakukan saat Natal, kami para pelajar memikirkan sulitnya soal ujian besok. Waktu orang-orang menghitung berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk perayaan Natal, golongan pelajar menghitung berapa jam waktu tidur yang bisa didapat. Miris sekali bukan?

Cukup berkeluh kesah. Sekarang waktunya berpikir positif! Memang sih, kita para pelajar, cenderung menderita pada awal sampai pertengahan Desember. Entah karena otak yang overload kebanyakan belajar, atau deg-degan mikirin nilai rapor. Tapi, itu semua ada hikmahnya. Lihat liburan selama kurang lebih dua minggu yang telah menanti di depan mata! Menyenangkan bukan?

Buat para pelajar yang sedang menghadapi ujian, aku ucapkan selamat begadang! Semoga dapat nilai sesuai harapan. Jangan lupa pikirkan liburan yang telah menanti! God bless you :D

Saturday, 23 November 2013

Roket Air

Seperti yang kalian tahu, atau mungkin tidak tahu tapi akan tahu, aku adalah seorang siswa SMA kelas 11 IPA (sama sekali nggak bermaksud pamer). Sebagai anak IPA, tentunya aku harus belajar Fisika. Beberapa saat yang lalu aku mendapat tugas untuk membuat roket air. Cara membuatnya sih nggak terlalu sulit, tapi bukan itu yang mau aku bicarain di sini. Tanpa kalian sadari, sebenarnya di balik peluncuran sebuah roket air sederhana, terdapat pelajaran hidup yang sangat berharga! Kaget? Nggak usah alay. Jadi jangan sekali-sekali meremehkan anak IPA. Anak IPA itu kerjaannya nggak cuma ngitung pake rumus atau ngafalin bahasa-bahasa latin dan unsur-unsur yang seabrek, tapi anak IPA juga bisa jadi filosof yang baik kalau mereka bisa menangkap arti sesungguhnya dari tiap perjuangan yang telah dilalui.

Oke, jadi apa hubungannya roket air sama nilai-nilai kehidupan? Sedikit penjelasan, roket air sederhana bisa dibuat hanya dengan botol plastik dan pipa paralon. Untuk meluncurkan roket air, udara dipompa masuk ke dalam botol sehingga tekanan dalam botol bertambah. Setelah tekanan dirasa cukup, pengunci roket air dilepaskan dan sang roket pun akan terbang membumbung tinggi ke angkasa raya. Hebat kan? Lalu apa hubungannya dengan hidup?

Sekarang coba ibaratkan manusia sebagai roket air. Setiap hari kita mendapat berbagai masalah dan cobaan dari berbagai pihak. Bahkan terkadang kita merasa bahwa hidup kita hanya berisi masalah saja. Kita tertekan secara mental maupun fisik, tapi kita tidak bisa menyerah karena perjalanan kita masih panjang. Seperti roket air, semakin banyak tekanan yang diberikan, semakin tinggi juga ia meluncur. Begitu juga dengan manusia, semakin sering seseorang menghadapi masalah, ia akan menjadi semakin dewasa dan sukses. Jika baru diberi sedikit tekanan saja kita sudah menyerah, maka kita tidak bisa terbang tinggi. Tapi jangan lupa juga, botol plastik pun bisa hancur. Bila roket air diberi tekanan terlalu besar, roket akan pecah. Dalam hal ini, kita harus tahu batasan kemampuan kita. Kita tidak boleh memaksakan kemampuan kita. Ketika kita merasa depresi, bahkan kesehatan kita juga menurun, itulah saatnya mengambil istirahat. Menjauh dari masalah untuk sementara dan menenangkan pikiran. Jika kita terus memforsir tubuh kita, suatu saat kita bisa 'pecah' juga. Mulai dari kesehatan memburuk, sampai pekerjaan tidak selesai-selesai.

Jadi, mana yang kamu pilih? Menderita untuk sementara karena tekanan tapi sukses, mendapat sedikit tekanan dan sedikit sukses, atau malah tidak mau diberi tekanan sama sekali?

Thursday, 21 November 2013

Who is The Best?

Semua orang pasti pingin jadi yang terbaik. Entah itu terkaya, terpintar, tercantik/terganteng, terlucu, dll, dsb. Tapi seringkali itu semua hanya mimpi belaka. Kalau orang yang pantang menyerah, pasti mereka bakal terus berusaha biar hal-hal itu nggak hanya mimpi. Sedangkan yang lain mungkin memilih untuk menyerah, cukup puas dengan hanya menjadi biasa-biasa saja. Keinginan seseorang untuk menjadi yang ter-... (isi titik-titik sesuai keinginanmu) itu bukan tidak mungkin, tapi mustahil (apa bedanya). Kok gitu?

Memang 'nothing is impossible', tapi untuk hal yang satu ini memang mustahil. Why? Karena di atas langit masih ada langit (nggak usah dipikir pake logika). Artinya, meskipun kita merasa kita udah jadi yang terbaik, kenyataannya masih ada yang lebih baik dari kita. Gimana dengan orang terkaya sedunia? Kan masih sedunia, belum sejagad raya (becanda). Orang terkaya sedunia pun nggak akan selamanya kaya. Dalam kurun waktu beberapa tahun atau bahkan beberapa menit, peringkat itu bisa ganti. Nggak akan ada orang yang terus-terusan jadi orang terkaya di dunia. Sama dengan orang-orang yang namanya tercantum di Guinness Book of World Record. Nama-nama di buku itu akan terus berganti seiring dengan berjalannya waktu. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Apa yang harus jadi target kita?

Jangan pernah memiliki target untuk jadi yang terbaik, apalagi jadi yang terbaik bagi diri kita sendiri. IT'S A BIG NO! Kalau kamu memiliki target untuk jadi yang terbaik bagi diri sendiri, kamu akan cenderung membatasi diri kamu sendiri. Capek sedikit, kamu bakal bilang, 'nggak apa-apa deh, kan aku udah melakukan yang terbaik buat diriku'. Nah. Justru dengan target seperti itu kamu malah nggak akan maju-maju. Sedangkan kalau kamu punya target untuk jadi yang terbaik sedunia, kemungkinan besar kamu bakal jadi gila. Berhubung terus ada orang yang lebih baik dari kita, kita bakal terus berusaha dan bahkan menggunakan cara apapun untuk ngalahin orang itu. Jadi, secara tidak langsung hidup kita bakal suram dan bikin kena stroke. Bayangin, tiap hari kerjaannya mikirin strategi buat ngalahin pesaing. Belum lagi kalau gagal atau ada yang berkhianat, terus muncul seseorang yang ngaku-ngaku sebagai anak di luar nikah (semacam sinetron). Dijamin penderita anemia pun bisa kena darah tinggi.

Mulai sekarang, bikin target untuk jadi 'lebih baik'. Kamu harus bisa lebih baik dari sekarang. Berhubung manusia nggak pernah puas, kalau kamu memang manusia, kamu nggak boleh puas. Jadi, kalau kamu udah dapet nilai 100 di ulangan sejarah, jangan puas sebelum kamu bisa dapet 200.
Kamu memang gak bisa jadi yang terbaik, tapi kamu selalu bisa jadi lebih baik. Tunggu apa lagi? Be Better!


Tuesday, 29 October 2013

Guilty

Apa kalian tahu arti 'guilty' dalam bahasa Indonesia? Masa nggak tahu? Buka kamus atau google translate deh.. Tapi, berhubung aku lagi baik hati, akan aku kasih tahu artinya. Guilty dalam bahasa Indonesia berarti 'bersalah'. Kurang baik apa aku ;) Oke, cukup ngelanturnya. Selain untuk menambah kosakata bahasa Inggris kalian, di posting ini aku juga (lagi-lagi) ingin curhat. Kalau kalian malas membaca curhatku, ya nggak apa-apa sih. Hitung-hitung hemat kuota internet (eh). Tapi tolong lah, dibaca aja, lumayan buat mengisi waktu yang diluang-luangkan.

Back to the topic, jadi sekarang aku lagi merasa bersalah. Bukan karena aku baru saja mencontek waktu ulangan atau membicarakan orang lain, tapi karena teman-temanku. Lho? Memang, aku merasa bersalah banget sama beberapa temanku, terutama teman-teman baik ku di SMP. Seperti di posting ku yang "In A Mess" , aku akhir-akhir ini males banget bersosialisasi. Bahkan untuk sekedar balas sms temen-temenku pun aku males kalau nggak penting-penting banget. Walaupun sebenernya sms sesingkat apapun seperti "lagi ngapain?" atau "aku kangen banget sama kamu" itu termasuk penting kalau yang mengirim adalah sahabatku, tapi aku jarang atau lebih tepatnya nggak pernah bales. Bukan berarti aku melupakan mereka, ini memang aku aja yang aneh. Aku akui itu. Mungkin kalian juga setuju, orang macam apa yang nggak membalas sms sahabatnya yang beda sekolah dan jarang banget ketemu? Kalau alasannya sibuk atau banyak ulangan sih nggak apa-apa, tapi ini alasannya nggak jelas. Aku memang aneh.

To the point aja, rasa bersalahku ini tertuju pada seorang YULI. Lagi-lagi Yuli. Sepenting apa sih anak yang bernama Yuli ini? Penting banget, bagiku. Tapi, berhubung aku ini aneh, si Yuli jadi sakit hati karena merasa telah dilupakan. Aku nggak nyangka kalau dia bakal se-ekstrim itu. Aku udah pernah cerita ke dia kalau keadaanku sekarang lagi kurang baik, tapi ternyata keadaanku-yang-lagi-kurang-baik itu malah bikin dia mikir yang nggak bener. Aku mengaku bahwa aku sangat bersalah. Aku sungguh-sungguh bersalah kepada Yuliana Kristanti, penggemar Lee Donghae yang setia dan sahabatku yang tercinta. Kamu harus tahu, Yul, aku nggak pernah dan nggak mungkin melupakanmu. Jadi, please, jangan jadi impulsif.

Buat Yuli, maaf kalau sebagai sahabat aku kerjaannya cuma bikin kamu sakit hati. Mungkin aku emang bukan sahabat yang terbaik bagi kamu, tapi kamu tetap sahabat yang terbaik buat aku :) Memang sekarang semuanya tidak berjalan seperti yang aku pikirkan dulu, kita susah banget buat ketemuan, bahkan sms-an aja susah. Tapi yang penting, kamu nggak akan mungkin terlupakan atau tergantikan. We're ELFish forever, right?

Thursday, 24 October 2013

K-Pop Playlist

Who doesn't love K-Pop? Maybe some of you, but I bet most of the girls like it, especially because of the handsome and cute boys band member ;;) In this post, I want to share my favourite K-Pop songs, mostly the mellow and slow songs though. Hope you'll love it! <3

1. Promise - Urban Zakapa

2. Trap - Henry

3. If - Tae Yeon

4. Growl - EXO

5. I Got A Boy - SNSD

6. From U - Super Junior

7. Electric Shock - f(x)

8.  After A Long Time Has Passed - Baek Ji Young

9. Polaris - Kangta

10. μ‚¬λž‘ λ„μΉ˜ - Choi Jin Hyuk

Life

Life is kind of like a party.
You invite a lot of people,
some leave early,
some stay all night,

some laugh with you,
some laugh at you,
and some show up really late.

But in the end,
after the fun,
there are few who stay to help you clean up the mess.

And most of the time,
they aren't even the ones who made the mess.
These people are your true friends in life.
They are the only ones who matter.

No matter how many mistakes you make
or how slow you progress,
you are still way ahead of everyone who isn't trying.

We are all weird.
And life is weird.
And when we find someone whose weirdness is compatible with ours,
we call it LOVE.

Tuesday, 22 October 2013

So True

"A boy and a girl can be just friends.
But at one point or another, they will fall for each other.
Maybe temporarily,
maybe at the wrong time,
maybe too late,
or maybe forever."
- 500 Days of Summer