Sunday, 17 August 2014

Happy Independence Day, INDONESIA!


Nggak kerasa, udah 69 tahun berlalu sejak Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Nggak kerasa juga, udah 7 kali aku ikut upacara 17-an. Sangat tidak menakjubkan, bukan? Mungkin aku bisa dibilang beruntung bisa hidup selama 17 tahun di Indonesia tanpa pernah merasakan penjajahan. Tapi, kadang aku juga mikir, apa setelah merdeka Indonesia bener-bener bahagia? Meskipun udah nggak ada lagi tentara-tentara asing yang jalan-jalan sambil bawa senapan, apakah Indonesia udah bener-bener merdeka?

Semua orang juga tahu kalo Indonesia punya banyak banget masalah yang belum ditemukan jalan keluarnya. Mulai dari kemiskinan, bencana alam, sampe pemerintah yang gak bosen-bosen korupsi. Apa 69 tahun dan 6 presiden kurang? Pendapatku mungkin gila dan sotoy, tapi aku rasa lebih baik Indonesia dijajah lagi aja. Buktinya, waktu dijajah sama Inggris, rakyat Indonesia nggak sengsara-sengsara banget kan? Malah tambah maju. Emang semua orang pasti menginginkan kemerdekaan, tapi apa salahnya dijajah jika itu demi kebahagiaan Indonesia?

Itu semua cuma opiniku, aku nggak maksa kalian untuk menerima. Lagian, bukan itu yang pingin aku bahas di posting kali ini :p Sebenernya, aku menulis posting ini untuk memotivasi kalian (cie). Indonesia udah merdeka, walaupun kenyataannya masih "dijajah" oleh rakyatnya sendiri. Gimana dengan kalian? Apa kalian udah lepas dari penjajahan mantan? Kalo kalian males ato susah lepas, mungkin momen perayaan kemerdekaan ini bisa kalian gunakan sebagai momen kemerdekaan diri kalian. Bukan berarti kalian harus memberontak, keluar dari rumah, dan jadi backpacker gitu. Paling nggak, kalian udah bisa mandiri. Harus bisa mikir, kalian itu sekolah, mau gak mau harus belajar. Jangan main terus, pacaran terus. Kalian juga nggak usah galau-galauan lagi. Apalagi kalo galaunya sampe bikin kalian males ngapa-ngapain. Inget juga, masa depan Indonesia tergantung pada generasi mudanya. Kalo sekarang aja kalian nggak bisa "merdeka", gimana kalian bisa membuat Indonesia bener-bener merdeka?

Untuk mengakhiri posting yang sedikit ambigu ini, sekali lagi aku ucapkan, HAPPY INDEPENDENCE DAY, MY BELOVED COUNTRY, INDONESIA! I LOVE YOU SO MUCH!!
Dan buat kalian-kalian yang baca posting ini, BE INDEPENDENT! ;)

Saturday, 16 August 2014

Random Quote #3

"Because when something is broken,
someone may be able to fix it. But it will never be the same.
That's why it's called a broken heart."

Wednesday, 13 August 2014

I miss us

Walaupun judulnya kedengaran mellow, tapi ini bukan posting galau. Sedikit galau sih, tapi yang pasti bukan galau tentang cinta dan cowok ;) Sekarang ini, seharusnya aku kerja tugas dan belajar biologi karena besok ada kuis. Berhubung tugas udah selesai dan terlanjur buka laptop, sekalian posting di blog aja. Menulis jauh lebih menarik daripada belajar, walaupun masih kalah menarik dibanding tidur dan nonton drama korea (hehe).

Okay, back to the topic, di posting ini aku mau sharing tentang perasaan kangenku sekarang. Seperti yang telah aku tulis di posting sebelumnya, aku lagi dalam masa kangen sama kelasku yang lama. Emang orang kalo udah terlanjur nyaman, pasti ogah disuruh pindah. Tapi aku bisa apa? Cuma bisa berharap kelasku yang sekarang bisa sama serunya ato bahkan lebih seru daripada kelasku yang dulu. Bagiku, kelas XI yang dulu adalah kelas terbaik. Aku belum pernah bisa akrab dengan semua temen sekelas. Meskipun kelasku yang sebelumnya juga seru, tapi aku pasti gak bisa akrab dengan semua anak kelas. Ada aja yang cuma sekedar kenal dan nyapa. Tapi, di kelas XI ini, kita rasanya udah kayak keluarga. Kita nggak membeda-bedakan temen, jadi kalo mau duduk di kelas, sama siapa aja oke. I really miss DISCOTIX!

Selain kangen sama kelas XI, tiba-tiba aku jadi keinget kelas VIII lagi. Dan kangen lagi sama temen-temen, guru-guru, dan kegiatan waktu SMP. Kangen banget bikin masalah di kelas, ngelakuin hal yang malu-maluin, dan ngerjain guru. Kangen banget yang namanya nge-band. Intinya, kangen banget sama SMP! Tapi setelah dipikir-pikir, mungkin aku cuma kangen dengan pujian yang aku terima waktu SMP. Dulu, aku ikut band dan sering lomba, aku ngerasa bahwa aku berprestasi dan bisa membanggakan sekolah. Sekarang? Gimana mau ikut lomba, ikut pengayaan aja males. Kalo di SMP, semua guru, staf TU, karyawan, sampai satpam, bahkan kepala sekolah pun kenal aku. Kalo di SMA, bisa dikenal sama guru yang ngajar kamu aja udah untung.

Mungkin dari curhatku di atas, kalian ngira aku orang yang gila hormat. Tapi siapa sih yang gak suka dihargai? Siapa yang nggak suka dipuji? Mungkin selama ini aku terlalu sering berada di 'atas', makanya jadi kaget waktu tiba-tiba harus mulai dari bawah lagi. Bahkan setelah 2 tahun lebih sekolah di SMA, aku masih belum bisa bener-bener beradaptasi dengan posisi 'tengah-tengah'. Masih suka kangen dipuji-puji dan jadi terkenal walaupun cuma di sekolah. Gimana dengan kalian? Pernah kangen dengan masa-masa SMP? Ato cuma aku aja yang cinta banget sama SMP? :")

Friday, 8 August 2014

Wednesday, 6 August 2014

Random Quote #1

Tears can sometimes be more special than smiles.
For smiles can be given to anyone,
but tears are only shed for the person you love.

Tuesday, 29 July 2014

Mencintaimu

Mencintaimu bukanlah sesuatu yang bisa kuhindari. Meskipun sudah berulang kali kukatakan pada diriku untuk berhenti melihatmu, tak dapat kucegah jantungku yang berdebar lebih cepat ketika aku mendengar suaramu. Aku terus meyakinkan diriku bahwa kau tidak baik bagiku. Sifatmu yang keras kepala dan cuek, bukanlah kombinasi yang tepat untuk menaklukkan hati seorang wanita. Namun, harus kuakui, aku tertarik padamu karena alasan yang tidak kumengerti. Apakah itu matamu? Senyummu? Atau sikapmu?

Mencintaimu seperti menaiki roller coaster. Menegangkan dan penuh kejutan. Terkadang kau membuatku melambung tinggi,  setelah itu kau jatuhkan aku tanpa peringatan. Mencintaimu seperti masuk ke dalam rumah kaca. Aku merasa kau ada di sekelilingku, tapi itu semua adalah semu, hanya pantulan dari dirimu. Yang pasti, mencintaimu itu abu-abu. Aku tak bisa paham, apakah kau benar mencintaiku atau hanya pura-pura? Anehnya,  aku terus mengikutimu dalam ketidakjelasan ini. Aku bisa saja lari, namun aku tak mau. Karena di samping sakit yang kau berikan, masih ada kebahagiaan yang membuatku bertahan. Dan aku tidak tahu apakah aku bisa sebahagia ini jika melepaskanmu?

Kata orang, cinta seharusnya tidak menyakiti. Lalu, apakah mencintaimu itu salah? Aku tahu aku seperti orang bodoh yang mau hidup dalam ketidakpastian. Entah sudah berapa kali sakit hati aku rasakan, yang aku lakukan hanya tetap bertahan. Meyakinkan diriku sendiri bahwa aku cukup kuat. Tapi, bodohkah aku yang menginginkan kebahagiaan? Atau haruskah aku melepaskanmu?

Saturday, 26 July 2014

Tahun Ajaran Galau

Kayaknya udah lama aku nggak curhat di blog ini. Beberapa posting terakhir yang aku tulis kebanyakan berisi motivasi atau komentarku tentang sesuatu. Mungkin ada yang berpikir kalo akhirnya aku nggak galau lagi. Atau ada yang berpikir kalo aku malu curhat di blog ini. Semua itu SALAH! Aku kadang-kadang masih suka galau dan aku sama sekali nggak malu buat curhat lewat blog (bukan berarti aku gak punya malu). Maka dari itu, aku akan memulai sesi curhat.

Seperti yang kalian tahu (atau tidak), aku baru aja memulai tahun ajaran baru. Tahun ajaran baru berarti kelas baru. Kelas baru berarti temen-temen baru. Lumayan seneng sih, soalnya anak-anak di kelasku kelihatannya cukup seru dan yang pasti bukan sarang anak "freak" (muahaha). Tapi tetep sedih juga, habisnya aku nggak sekelas lagi sama temen-temen gilaku. Akibatnya, kalo istirahat pasti pergi ke kelas lain. Jalan sama anak kelas lain. Hal ini udah jadi semacam siklus tahunan. Tiap kali naik kelas, pasti aku gak sekelas sama temen deketku. Aku selalu dipaksa untuk keluar dari zona nyaman. Harus cari temen baru, males dan nyusahin banget. Ini salah satu alasan galauku, galau cari temen baru.

Hal lain yang bikin galau adalah kenyataan bahwa aku jomblo. Sebenernya aku bahagia sih jadi jomblo, tapi yang bikin sedih dan kepikiran adalah hampir semua temen deketku udah punya pacar (hiks). Bisa dibayangin, orang yang biasanya nemenin aku waktu istirahat, satu persatu hilang dibawa pacarnya. Aku bahagia mereka dapet pacar, cuma satu yang ada di pikiranku, TERUS AKU SAMA SIAPA? Kadang-kadang aku ngerasa agak forever alone gitu, mendambakan seorang pacar (ciye). Tapi di sisi lain, aku males pacaran juga. Hari-hari ku pun diwarnai dengan kegalauan 'gak-pingin-jomblo-tapi-gak-mau-pacaran'.

Aku cuma bisa berharap bisa segera keluar dari jeratan galau ini. Habisnya sekarang aku udah kelas 12, udah memasuki masa awal stress berkepanjangan akibat ujian. Udah cukup stress gara-gara pelajaran, gak perlu ditambah galau-galauan lagi. Semoga aku bisa menemukan teman baru yang sama-sama jomblo :D

Sekian dulu curhatku kali ini. Ini galauku, mana galaumu? ;)