Saturday, 16 August 2014

Random Quote #3

"Because when something is broken,
someone may be able to fix it. But it will never be the same.
That's why it's called a broken heart."

Wednesday, 13 August 2014

I miss us

Walaupun judulnya kedengaran mellow, tapi ini bukan posting galau. Sedikit galau sih, tapi yang pasti bukan galau tentang cinta dan cowok ;) Sekarang ini, seharusnya aku kerja tugas dan belajar biologi karena besok ada kuis. Berhubung tugas udah selesai dan terlanjur buka laptop, sekalian posting di blog aja. Menulis jauh lebih menarik daripada belajar, walaupun masih kalah menarik dibanding tidur dan nonton drama korea (hehe).

Okay, back to the topic, di posting ini aku mau sharing tentang perasaan kangenku sekarang. Seperti yang telah aku tulis di posting sebelumnya, aku lagi dalam masa kangen sama kelasku yang lama. Emang orang kalo udah terlanjur nyaman, pasti ogah disuruh pindah. Tapi aku bisa apa? Cuma bisa berharap kelasku yang sekarang bisa sama serunya ato bahkan lebih seru daripada kelasku yang dulu. Bagiku, kelas XI yang dulu adalah kelas terbaik. Aku belum pernah bisa akrab dengan semua temen sekelas. Meskipun kelasku yang sebelumnya juga seru, tapi aku pasti gak bisa akrab dengan semua anak kelas. Ada aja yang cuma sekedar kenal dan nyapa. Tapi, di kelas XI ini, kita rasanya udah kayak keluarga. Kita nggak membeda-bedakan temen, jadi kalo mau duduk di kelas, sama siapa aja oke. I really miss DISCOTIX!

Selain kangen sama kelas XI, tiba-tiba aku jadi keinget kelas VIII lagi. Dan kangen lagi sama temen-temen, guru-guru, dan kegiatan waktu SMP. Kangen banget bikin masalah di kelas, ngelakuin hal yang malu-maluin, dan ngerjain guru. Kangen banget yang namanya nge-band. Intinya, kangen banget sama SMP! Tapi setelah dipikir-pikir, mungkin aku cuma kangen dengan pujian yang aku terima waktu SMP. Dulu, aku ikut band dan sering lomba, aku ngerasa bahwa aku berprestasi dan bisa membanggakan sekolah. Sekarang? Gimana mau ikut lomba, ikut pengayaan aja males. Kalo di SMP, semua guru, staf TU, karyawan, sampai satpam, bahkan kepala sekolah pun kenal aku. Kalo di SMA, bisa dikenal sama guru yang ngajar kamu aja udah untung.

Mungkin dari curhatku di atas, kalian ngira aku orang yang gila hormat. Tapi siapa sih yang gak suka dihargai? Siapa yang nggak suka dipuji? Mungkin selama ini aku terlalu sering berada di 'atas', makanya jadi kaget waktu tiba-tiba harus mulai dari bawah lagi. Bahkan setelah 2 tahun lebih sekolah di SMA, aku masih belum bisa bener-bener beradaptasi dengan posisi 'tengah-tengah'. Masih suka kangen dipuji-puji dan jadi terkenal walaupun cuma di sekolah. Gimana dengan kalian? Pernah kangen dengan masa-masa SMP? Ato cuma aku aja yang cinta banget sama SMP? :")

Friday, 8 August 2014

Wednesday, 6 August 2014

Random Quote #1

Tears can sometimes be more special than smiles.
For smiles can be given to anyone,
but tears are only shed for the person you love.

Tuesday, 29 July 2014

Mencintaimu

Mencintaimu bukanlah sesuatu yang bisa kuhindari. Meskipun sudah berulang kali kukatakan pada diriku untuk berhenti melihatmu, tak dapat kucegah jantungku yang berdebar lebih cepat ketika aku mendengar suaramu. Aku terus meyakinkan diriku bahwa kau tidak baik bagiku. Sifatmu yang keras kepala dan cuek, bukanlah kombinasi yang tepat untuk menaklukkan hati seorang wanita. Namun, harus kuakui, aku tertarik padamu karena alasan yang tidak kumengerti. Apakah itu matamu? Senyummu? Atau sikapmu?

Mencintaimu seperti menaiki roller coaster. Menegangkan dan penuh kejutan. Terkadang kau membuatku melambung tinggi,  setelah itu kau jatuhkan aku tanpa peringatan. Mencintaimu seperti masuk ke dalam rumah kaca. Aku merasa kau ada di sekelilingku, tapi itu semua adalah semu, hanya pantulan dari dirimu. Yang pasti, mencintaimu itu abu-abu. Aku tak bisa paham, apakah kau benar mencintaiku atau hanya pura-pura? Anehnya,  aku terus mengikutimu dalam ketidakjelasan ini. Aku bisa saja lari, namun aku tak mau. Karena di samping sakit yang kau berikan, masih ada kebahagiaan yang membuatku bertahan. Dan aku tidak tahu apakah aku bisa sebahagia ini jika melepaskanmu?

Kata orang, cinta seharusnya tidak menyakiti. Lalu, apakah mencintaimu itu salah? Aku tahu aku seperti orang bodoh yang mau hidup dalam ketidakpastian. Entah sudah berapa kali sakit hati aku rasakan, yang aku lakukan hanya tetap bertahan. Meyakinkan diriku sendiri bahwa aku cukup kuat. Tapi, bodohkah aku yang menginginkan kebahagiaan? Atau haruskah aku melepaskanmu?

Saturday, 26 July 2014

Tahun Ajaran Galau

Kayaknya udah lama aku nggak curhat di blog ini. Beberapa posting terakhir yang aku tulis kebanyakan berisi motivasi atau komentarku tentang sesuatu. Mungkin ada yang berpikir kalo akhirnya aku nggak galau lagi. Atau ada yang berpikir kalo aku malu curhat di blog ini. Semua itu SALAH! Aku kadang-kadang masih suka galau dan aku sama sekali nggak malu buat curhat lewat blog (bukan berarti aku gak punya malu). Maka dari itu, aku akan memulai sesi curhat.

Seperti yang kalian tahu (atau tidak), aku baru aja memulai tahun ajaran baru. Tahun ajaran baru berarti kelas baru. Kelas baru berarti temen-temen baru. Lumayan seneng sih, soalnya anak-anak di kelasku kelihatannya cukup seru dan yang pasti bukan sarang anak "freak" (muahaha). Tapi tetep sedih juga, habisnya aku nggak sekelas lagi sama temen-temen gilaku. Akibatnya, kalo istirahat pasti pergi ke kelas lain. Jalan sama anak kelas lain. Hal ini udah jadi semacam siklus tahunan. Tiap kali naik kelas, pasti aku gak sekelas sama temen deketku. Aku selalu dipaksa untuk keluar dari zona nyaman. Harus cari temen baru, males dan nyusahin banget. Ini salah satu alasan galauku, galau cari temen baru.

Hal lain yang bikin galau adalah kenyataan bahwa aku jomblo. Sebenernya aku bahagia sih jadi jomblo, tapi yang bikin sedih dan kepikiran adalah hampir semua temen deketku udah punya pacar (hiks). Bisa dibayangin, orang yang biasanya nemenin aku waktu istirahat, satu persatu hilang dibawa pacarnya. Aku bahagia mereka dapet pacar, cuma satu yang ada di pikiranku, TERUS AKU SAMA SIAPA? Kadang-kadang aku ngerasa agak forever alone gitu, mendambakan seorang pacar (ciye). Tapi di sisi lain, aku males pacaran juga. Hari-hari ku pun diwarnai dengan kegalauan 'gak-pingin-jomblo-tapi-gak-mau-pacaran'.

Aku cuma bisa berharap bisa segera keluar dari jeratan galau ini. Habisnya sekarang aku udah kelas 12, udah memasuki masa awal stress berkepanjangan akibat ujian. Udah cukup stress gara-gara pelajaran, gak perlu ditambah galau-galauan lagi. Semoga aku bisa menemukan teman baru yang sama-sama jomblo :D

Sekian dulu curhatku kali ini. Ini galauku, mana galaumu? ;)

Thursday, 12 June 2014

Jomblo


Sebelum kalian meneruskan membaca posting ini, aku harus memastikan pandangan kalian tentang manusia tipe ‘jomblo’. Apakah kamu termasuk orang yang berpikir bahwa ‘jomblo’ itu beda sama ‘single’? Kalo iya, lebih baik diubah dulu deh. Mungkin emang banyak yang bilang kalo jomblo itu nasib, tapi single itu pilihan. Mau tau faktanya? Itu semua cuma BULLSHIT. Single itu bahasa Inggris dari satu, sendiri. Sedangkan jomblo adalah bahasa gaul dari single. Itu aja bedanya. Jadi tolong jangan membeda-bedakan jomblo sama single lagi.

Posting ini aku dedikasikan buat kalian yang sering diejek karena gak punya pacar alias jomblo. Aku membela kaum jomblo bukan karena aku sendiri juga jomblo, tapi aneh aja melihat kenyataan bahwa kaum jomblo selalu didiskriminasikan dan menjadi bahan ejekan. Biasanya orang-orang jomblo disamakan dengan orang gak laku. Itu sepenuhnya salah! Bahkan anak yang dianggep freak sesekolah aja punya pacar… yang gak kalah freak-nya. Tapi tetep aja punya pacar kan? Maka dari itu, aku ingin meluruskan pandangan manusia yang merasa jomblo adalah suatu kesalahan.

Secara umum, jomblo dibagi menjadi 3 jenis :
1. Jomblo Sejati
Jomblo tipe ini adalah orang yang memang jomblo karena nasib. Biasanya gak ada yang mau ndeketin dia, ato mau ndeketin tapi takut. Orang-orang yang menjadi jomblo sejati biasanya dianggep freak oleh orang-orang sekitarnya, kuper, dan gak cantik/ganteng-ganteng amat. Semacam orang yang ‘invisible’ gitu lah. Gimana mau punya pacar kalo temen aja bisa dihitung pake jari?
2. Jomblo Modus
Orang-orang yang mendapat predikat jomblo modus biasanya adalah orang yang cantik/ganteng. Kok bisa? Soalnya mereka kebanyakan yang deketin, jadinya bingung mau milih yang mana. Bisa juga mereka udah bahagia dengan punya banyak fans makanya males pacaran. Diduga, orang-orang yang merupakan jomblo modus adalah para PHP. Mereka mendapat kepuasan tersendiri ketika banyak cowok/cewek yang jatuh cinta sama dia. Kalo pacaran, pasti gak ada lagi yang mau deketin, calon korban PHP pun berkurang. Lebih baik jomblo aja deh.
3. Jomblo Khusus
Orang yang menempati posisi ini adalah orang yang memilih untuk jomblo karena alasan tertentu. Sampai saat ini, ada 3 alasan paling umum kenapa seseorang memilih untuk jadi jomblo :
  • Pernah disakitin. Ceritanya orang ini pernah disakiti sama mantan pacar ato mantan gebetannya. Entah diselingkuhin ato di-PHP. Yang pasti, dia sakit hati banget sampe-sampe dia lebih memilih jomblo karena takut disakitin lagi. Kebanyakan orang yang jomblo karena alasan sakit hati masih belum bisa move on.
  • Gak boleh pacaran sama ortu. Mungkin bagi kalian ini cuma alesan untuk nolak secara halus, tapi pada beberapa kasus, hal ini beneran terjadi. Kalo kalian ditolak karena alasan ini, coba cek orang tuanya dia. Siapa tau dia punya orang tua polisi ato tentara yang galak banget, makanya dia takut pacaran. Ato mungkin juga gebetan kalian itu anak yang penurut banget sama orang tua. Jadi orang tuanya ngomong apa harus diturutin ato dia bakal jadi anak durhaka.
  • Jomblo HTS-an. HTS adalah hubungan tanpa status. Jalan ini dipilih oleh orang yang gak punya pendirian tetap dan belum dewasa. Ini merupakan cara yang paling tepat untuk jadi jomblo, tapi kayak gak jomblo. Hampir mirip kayak orang pacaran, bedanya kalo udah bosen boleh cari yang lain. Gak usah ribet mutusin segala. Kalian jangan pernah sekali-kali menjalani hubungan absurd ini. Bisa aja kalian cuma dijadiin cadangan kan?
Itulah jenis-jenis jomblo beserta penjelasannya. Sekarang kalian udah tau kan kalo jomblo itu gak selalu orang yang gak laku. Semoga dengan adanya posting ini, diskriminasi terhadap kaum jomblo bisa berkurang. Buat kalian yang jomblo, termasuk jomblo yang manakah kamu?